Kemkes Minta Dinkes dan UPT Siaga Cacar Monyet

Kemkes Minta Dinkes dan UPT Siaga Cacar Monyet
Gejala penyakit cacar monyet. ( Foto: istimewa )
Dina Manafe / FER Rabu, 15 Mei 2019 | 21:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Kesehatan (Kemkes) melalui Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit meminta dinas kesehatan (dinkes) provinsi, kabupaten/kota serta Unit Pelaksana Teknis (UPT), seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), rumah sakit serta puskesmas untuk mewaspadai penyakit monkeypox.

Baca Juga: Kemkes Minta Masyarakat Tak Perlu Panik dengan Cacar Monyet

Dalam keterangan resmi yang diterima Beritasatu.com, Rabu (15/5/2019), Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemkes, dr Anung Sugihantono, mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat edaran kepada semua dinkes dan UPT tentang kewaspadaan terhadap importasi atau masuknya monkeypox atau cacar monyet ke Indonesia. Surat edaran ini telah diedarkan sejak 13 Mei lalu. Kewaspadaan ini, menurut Anung, harus dilakukan mengingat posisi negara Singapura dekat dengan Indonesia. Kewaspadaan terutama di wilayah perbatasan dua negara, seperti Batam.

"Yang paling dekat dengan Singapura adalah Batam. Jadi kami imbau dinkes dan UPT Kemkes di sana baik itu KKP, rumah sakit dan puskesmas untuk waspada. Terutama KKP yang menjadi pintu keluar masuk warga negara Singapura,” kata Anung.

Baca Juga: Cacar Monyet Jarang Menular Antar Manusia

Berdasarkan data Sistem Karantina Kesehatan (Sinkarkes) dari Januari hingga 10 Mei 2019, kedatangan kapal ke Indonesia terbanyak adalah dari Singapura, yakni 18.176 kapal. Di samping itu, penerbangan dari Singapura relatif cukup banyak sehingga kemungkinan terjadinya penyebaran penyakit monkeypox ke Indonesia bisa terjadi.

KKP diminta untuk menyebarluaskan informasi tentang monkeypox kepada masyarakat, melakukan pengawasan yang lebih intensif kepada kru dan pelaku perjalanan dari Singapura, negara-negara Afrika Barat, dan Afrika Tengah. Utamanya bagi mereka yang terdeteksi demam atau sakit yang diduga gejala monkeypox. KKP juga diminta meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan alat angkut untuk memastikan telah bebas rodent atau hewan pengerat seperti tikus.

Selain itu, rumah sakit, dan puskesmas juga diminta menyebarluaskan informasi terkait monkeypox dan memberikan pelayanan kesehatan dengan alat pelindung diri, minimal masker dan sarung tangan.



Sumber: Suara Pembaruan