Logo BeritaSatu

Tidak Perlu Panik, Cacar Monyet di Bawah Ebola dan MERS

Kamis, 16 Mei 2019 | 10:35 WIB
Oleh : Fuska Sani Evani / FMB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Pengamat Kesehatan One Health Collaborating Center (OHCC) UGM Prof Dr Wayan T Artama, cacar mmonyet atau monkeypox merupakan viral zoonoses yang menular dari hewan ke manusia, juga bisa sebaliknya, tetapi jarang terjadi penularan dari manusia ke hewan.

Penyakit ini pertama kali teridentifikasi pada tahun 1958 di Republik Demokratik Kongo. Namun, penyebaran kasus secara sporadik pada manusia baru terjadi tahun 1970 di beberapa negara Afrika, seperti Republik Demokratik Kongo, Kongo, Kamerun, Afrika Tengah, Nigeria, Pantai Gading, Liberia, Sierra Leon, Gabon, dan Sudan.

Hingga sekarang, penyakit ini masih terjadi di berbagai belahan dunia dan kasus terbaru di Singapura pada 8 Mei lalu, terdeteksi pada warga negara Nigeria yang baru singgah 28 April 2019. Dikatakan, kasus tersebut wajar, karena pada 2017 lalu, Nigeria mengalami wabah monkeypox yang cukup besar, dan saat ini 23 orang dikarantina setelah melakukan kontak dengan penderita.

Menanggapi kejadian tersebut, pemerintah Kota Batam siaga untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut agar tidak sampai ke Indonesia. Mereka menyiapkan alat pendeteksi panas guna mendeteksi setiap pengunjung yang singgah di Batam.

Meskipun demikian, Wayan mengimbau agar masyarakat Indonesia tidak perlu takut dengan penyebaran Cacar Monyet ini. Hal itu karena penyakit ini kurang lebih serupa dengan cacar pada manusia yang disebabkan oleh smallpox.

Wayan menyebut kemiripan tersebut tampak dari gejala muncul dan angka kematian yang disebabkannya. “Gejala yang muncul mirip seperti penderita cacar tetapi lebih ringan. Hal itu seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, dan berlanjut dengan benjolan kecil ke seluruh tubuh. Angka kematian penyakit ini juga serupa, yakni berkisar 1-10%. Serta kematian yang terjadi juga biasanya lebih banyak pada penderita yang berumur relatif muda,” papar dosen FKH ini.

Lebih lanjut, Wayan menyatakan penularan penyakit cacar monyet ke manusia ditransmisikan melalui berbagai jenis satwa liar, seperti primata dan hewan pengerat. Sementara penularan dari manusia ke manusia sangat jarang terjadi.

“Seseorang dapat terjerat penyakit ini karena kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, kulit, dan cutaneus lesion dari satwa liar yang terinfeksi oleh virus ini. Sementara penularan melalui manusia bisa terjadi karena kontak langsung dengan saluran pernafasan, kulit yang mengandung cairan cacar atau cairan lain dari pasien. Namun, kasus antar manusia masih jarang ditemukan. Bahkan, kejadian di Afrika bisa terjadi karena pola makan bush meat dari masyarakat di sana,” ungkapnya.

Wayan mengingatkan masyarakat juga tetap harus hati-hati. Meski saat ini vaksin cacar monyet belum ditemukan, ia menyebut bahwa wabah ini dapat dikontrol karena sebenarnya masyarakat sudah divaksinasi dengan vaksin smallpox yang telah dilakukan sejak 1980 ketika wabah cacar menyebar. “Masyarakat masih terlindungi karena adanya kekebalan silang dari vaksin smallpox. Menurut laporan, kekebalan ini mencapai 85 persen,” tuturnya.

Hal yang saat ini dapat dilakukan, menurut Wayan, adalah upaya pencegahan. Beberapa upaya yang dilakukan seperti menerapkan gaya hidup sehat, menghindari kontak fisik dengan satwa liar selaku reservoir virus, menghindari kontak fisik langsung dengan penderita, menghindari konsumsi bush meat, serta segera lapor ke dinas kesehatan jika mengalami gejala. Selain itu, jika benar ada penderita, petugas kesehatan yang berhubungan langsung juga harus berhati-hati dengan menggunakan proteksi yang dianjurkan.

Bagi pemerintah, Wayan juga menyarankan menyiapkan beberapa langkah seperti yang dilakukan oleh pemerinah Kota Batam yakni menyiapkan alat pendeteksi suhu tubuh. “Beberapa bandara yang memiliki direct flight dari negara yang terkena wabah, seperti Singapura dan Nigeria utamanya perlu untuk menyiapkan alat tersebut,” sebutnya.

Ditambahkan Wayan berpesan agar masyarakat tidak panik dengan situasi ini. “Dari fakta-fakta yang sudah saya paparkan di atas, kita bisa tahu bahwa penyakit Cacar Monyet memang berbahaya. Namun, jika dibanding dengan penyakit seperti ebola dan MERS, penyakit ini masih di bawahnya. Jadi, tidak perlu khawatir secara berlebihan tapi tetap waspada,” katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ini Alasan Golkar Jadi Partai Paling Populer di Pemilih Muda

Sosok Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dan sejumlah program kaum muda membuat Partai Golkar meraih popularitas tertinggi di kalangan pemilih muda.

NEWS | 27 September 2022

Topan Super Noru Menuju Vietnam, 200.000 Warga Berlidung di Penampungan

Lebih dari 200.000 orang di Vietnam berlindung di tempat penampungan Selasa (27/9/2022), ketika Topan Super Noru meluncur menuju pantai tengahnya

NEWS | 27 September 2022

Kemenkes Minta Masyarakat Batasi Konsumsi Gula Berlebih

Kemenkes meminta masyarakat mewaspadai konsumsi gula apalagi sampai berlebih, karena berisiko tinggi menyebabkan masalah kesehatan 

NEWS | 27 September 2022

Kasus Minyak Goreng, Terdakwa Bantah Beri Uang untuk Pengaruhi Kemendag

Terdakwa kasus minyak goreng Master Parulian Tumanggor membantah memberikan uang agar PT Wilmar Nabati Group mendapatkan perizinan dari Kemendag.

NEWS | 27 September 2022

Menpora Yakin PBSI Bisa Atasi Kisruh Antara Kevin dengan Herry IP

Menpora yakin PBSI dapat mengatasi kisruh antara pemain ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo dan pelatihnya Herry Iman Pierngadi.

NEWS | 27 September 2022

P2G Desak Pemerintah Beri Afirmasi kepada 1,6 Juta Guru

P2G mendesak Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim memberikan afirmasi kepada 1,6 juta guru yang belum mendapat tunjangan profesi guru.

NEWS | 27 September 2022

Ternyata, Ini Isi Koper Mencurigakan di Depan Polda Metro Jaya

Polisi memastikan koper mencurigakan di kawasan depan Polda Metro Jaya bukan berisi benda berbahaya. Ternyata, koper itu milik anggota polisi berisi pakaian.

NEWS | 27 September 2022

Anies Capres, Ini Cawapres dari PKS, Demokrat, dan Nasdem

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal diusung sebagai capres di Pilpres 2024 oleh koalisi Partai Nasdem, Demokrat, dan PKS

NEWS | 27 September 2022

Kasus Suap, Hakim Itong Isnaeni Dituntut 7 Tahun Penjara

Jaksa KPK menuntut Hakim Itong Isnaeni Hidayat, hakim nonaktif PN Surabaya dihukum 7 tahun penjara atas perkara dugaan suap penanganan perkara.. 

NEWS | 27 September 2022

Mantan Panglima OPM Minta Lukas Enembe Penuhi Pemeriksaan KPK

Mantan Panglima OPM Lambert Pekikir menyorot mangkirnya Gubernur Papua Lukas Enembe dari pemeriksaan KPK.

NEWS | 27 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Surplus APBN


# Kompor Listrik


# AKBP Arif Rachman


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Shandy Mandela Pastikan GM FKPPI Siap Wujudkan Indonesia Emas 2045

Shandy Mandela Pastikan GM FKPPI Siap Wujudkan Indonesia Emas 2045

NEWS | 30 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings