Perokok Anak Capai 15,8 Juta di 2030, Pemerintah Didesak Ratifikasi FCTC
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Perokok Anak Capai 15,8 Juta di 2030, Pemerintah Didesak Ratifikasi FCTC

Kamis, 16 Mei 2019 | 12:10 WIB
Oleh : Dina Manafe / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia dinilai belum memiliki regulasi maupun upaya pengendalian rokok yang komprehensif. Indonesia memang sudah punya regulasi nasional yang khusus untuk mengendalikan produk tembakau, yaitu Peraturan Pemerintah (PP) 109/2012. Namun regulasi itu dinilai tidak komprehensif, masih ramah terhadap industri rokok, dan lemah dalam penegakan hukumnya.

Karena itu, jaringan pengendalian tembakau Indonesia, yang terdiri dari Komnas Pengendalian Tembakau, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia, Jaringan Perempuan Peduli Pengendalian Tembakau, No Tobacco Community, Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS UI), dan belasan organisasi kemasyarakatan lainnya mendesak presiden untuk menghentikan eksploitasi industri rokok. Desakan itu dikemukakan dalam temu media “Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2019” di Jakarta, Rabu (15/5/2019)

Mewakili jaringan pengendalian tembakau, Renny Nurhasana dari PKJS UI, mengatakan, pemerintah selama ini kurang tuntas melaksanakan upaya pengendalian tembakau dengan menyeluruh. Penerapan kebijakan yang lemah berbanding lurus dengan kejayaan industri rokok yang semakin kuat mencengkeram kehidupan masyarakat, terutama kelompok rentan, seperti anak, perempuan dan penduduk miskin.

Melonjaknya prevalensi perokok anak di tahun 2018 adalah cerminan buruknya upaya pengendalian tembakau di Indonesia. Eksploitasi industri rokok yang masif dan terus menerus pada anak-anak terbukti sukses besar. Menurut Tobacco Atlas, Indonesia merupakan negara dengan jumlah perokok anak terbesar di dunia. Hingga 2016 jumlahnya mencapai 8,8%, dan meningkat menjadi 9,1% di 2018 atau sebanyak 7,8 juta anak usia 10-15 tahun menurut data Riskesdas 2018.

Sementara menurut data Global Youth Tobacco Survey (GYTS), 2 dari 5 anak Indonesia usia 10-15 tahun merokok sebanyak 13 batang per hari atau 4.745 batang setahun. Jika tidak ada upaya serius, menurut Bappenas, pada tahun 2030 jumlah perokok anak diprediksi mencapai 15, 8 juta atau 15,91%.

Selain itu, prevalensi perokok pria di Indonesia masih terus yang tertinggi di dunia (62,9%) dan prevalensi perokok nasional stagnan sebesar 33,8%. Hal ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah perokok terbanyak ketiga di seluruh dunia.

“Pemerintah mendatang harus belajar dari kesalahan pemerintahan sebelumnya yang telah gagal melindungi masyarakat dari eksploitasi industri rokok. Sudah saatnya pemerintah tegas dan berani menghentikan ini semua,” kata Renny

Mengapa FCTC masih terus didesak untuk diratifikasi pemerintah? Karena pengendalian rokok di Indonesia masih bermasalah. Misalnya, harga rokok yang murah dan terjangkau karena cukainya sangat rendah dan penerapan kebijakan kawasan tanpa rokok (KTR) yang lemah. Baru beberapa daerah sudah menerapkan kebijakan KTR, dan itu pun sering dilanggar. Tidak ada larangan total iklan, promosi, dan sponsor rokok. Informasi bahaya merokok kepada masyarakat juga minim.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

Anak-anak di Bawah 12 Tahun Diizinkan ke Mal

Pemerintah mengizinkan anak-anak di bawah 12 tahun masuk mal di Jakarta, Bandung, Semarang, DIY, dan Surabaya.

KESEHATAN | 20 September 2021

Indonesia Kembali Menerima 5 Juta Dosis Vaksin Sinovac

Total vaksin Covid-19 yang sudah tiba di Tanah Air baik dalam bentuk bahan baku (bulk) dan vaksin siap pakai adalah sebanyak 262.350.400 dosis.

KESEHATAN | 20 September 2021

Kemdikbudristek Terima Hibah 20 Konsentrator Oksigen dari Tanoto Foundation

Hibah konsentrator oksigen terrsebut merupakan salah satu bentuk implementasi kerja sama antara Tanoto Foundation dengan Kemdikbudristek.

KESEHATAN | 20 September 2021

WHO Soroti Klaster PTM, Lisda Hendrajoni: Buat Anak Jangan Coba-coba

Lisda meminta agar pemerintah tegas dalam mengambil keputusan terutama terkait pembelajaran tatap muka (PTM).

KESEHATAN | 20 September 2021


Vaksinasi Covid-19 Tembus 100 Juta, World Bank Apresiasi Indonesia

Indonesia mendapatkan apresiasi dari World Bank usai berhasil mencapai vaksinasi 100 juta dosis pada 31 Agustus lalu.

KESEHATAN | 20 September 2021

IPF: Peraturan Label Kemasan Pangan Bisa Matikan Industri

Peraturan perlabelan kemasan pangan yang diwacanakn BPOM bisa mematikan industri pangan yang ada di Indonesia.

KESEHATAN | 20 September 2021

Kombinasi Obat Dapat Jinakkan Tumor pada Kanker Usus Besar

Kombinasi adagrasib dan obat kanker lama Erbitux dapat menjinakkan tumor pada 39% pasien dengan kanker kolorektal lanjut.

KESEHATAN | 20 September 2021

Kader PKK Didorong Aktif dalam Pencegahan Stunting

TP PKK mendorong para kader aktif dalam upaya pencegahan stunting atau kurang gizi pada anak.

KESEHATAN | 20 September 2021

Jumlah Pasien Covid-19 Turun, Tempat Tidur RSDC Wisma Atlet Terpakai 5,76%

Data per hari ini, Senin (20/9/2021) pasien di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran berkurang 38 orang dari hari sebelumnya.

KESEHATAN | 20 September 2021


TAG POPULER

# Myanmar


# Napoleon Bonaparte


# Mourinho


# Manchester United


# KKB



TERKINI
Akar Masalah Lapas Overcrwoded: Arus Masuk Deras, Keluar Kecil

Akar Masalah Lapas Overcrwoded: Arus Masuk Deras, Keluar Kecil

NASIONAL | 2 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings