Guru Besar IPB: Cacar Monyet Penyakit Eksotik

Guru Besar IPB: Cacar Monyet Penyakit Eksotik
Ilustrasi penyakit cacar monyet atau monkeypox ( Foto: Beritasatu Photo / The Star )
Vento Saudale / FER Kamis, 16 Mei 2019 | 22:24 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Guru besar kedokteran hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) Srihadi Agungpriyono menyatakan, penyakit cacar monyet atau monkeypox termasuk penyakit eksotik sehingga pemerintah perlu melakukan koordinasi kesiapsiagaan terkait masuknya virus monkeypox.

"Penyakit monkeypox belum pernah dilaporkan di Indonesia baik pada hewan maupun manusia, sehingga penyakit ini dalam istilah kesehatan hewan dikategorikan eksotik,” kata Srihadi Agungpriyono, dalam keterangannya yang diterima Beritasatu.com, Kamis (16/5/2019).

Srihadi mengatakan, cacar monyet merupakan penyakit yang disebabkan virus monkeypox. Penyakit ini seperti smallpox pada manusia, disebabkan variola atau smallpox virus yang berkerabat dekat dengan monkeypox, tetapi bersumber pada hewan.

Hewan yang peka terhadap monkeypox virus diantaranya monyet, kera, rodensia, dan mamalia kecil. Sumber virus di hewan bisa berasal dari lesio kulit, urin, feses, eksudat dari mulut, hidung, dan konjungtiva, serta semua jaringan hewan terinfeksi.

Penularan dari hewan ke hewan melalui kontak langsung dengan sumber virus misalnya gigitan, cakar, dan endusan. Penularan diduga terjadi juga melalui aerosol atau kontak dekat.

Penularan dari hewan ke manusia bisa melalui kontak langsung dengan kulit atau (lesio), darah, dan cairan (eksudat) hewan terinfeksi, gigitan dan cakaran, melalui aerosol saat kontak dekat dengan hewan terinfeksi, serta konsumsi daging hewan liar yang dikenal (bush meat). Kasus ini merupakan kasus pada manusia di Afrika.

Dari aspek kesehatan hewan, maka otoritas veteriner perlu membuat kebijakan tentang tindakan-tindakan preventif terkait masuknya hewan-hewan, terutama rodensia dan exotic pet dari negara endemik monkeypox.

Karenanya komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) terhadap masyarakat harus segera disusun dalam rangka meredam keresahan dan kekhawatiran masyarakat.

Srihadi menyebutkan, para pakar di Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB sepakat agar masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan dan tetap memperhatikan imbauan dan saran yang disampaikan oleh pemerintah melalui instansi terkait.



Sumber: BeritaSatu.com