Kopi Bergambar Wajah Ahmad Dhani Ternyata Ilegal

Kopi Bergambar Wajah Ahmad Dhani Ternyata Ilegal
BPOM temukan 190.000 kopi kedaluwarsa bergambar Ahmad Dani dengan merk "Pak Belalang". ( Foto: Dina Manafe )
Dina Manafe / EAS Senin, 20 Mei 2019 | 15:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Di samping melakukan intensifikasi pengawasan pangan selama Ramadan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Balai Besar POM di Jakarta bersama Korwas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Polda Metro Jaya melakukan penindakan terhadap sarana importir dan distributor pangan di Jakarta Selatan pada 16-17 Mei 2019.

Dalam penindakan tersebut, petugas menemukan lebih dari 190.000 saset produk kopi merek Pak Belalang, dengan berbagai varian yang tidak memenuhi ketentuan ilegal. Ilegal karena tanggal kedaluwarsa kopi bergambar penyanyi Ahmad Dhani ini diubah oleh distributornya.

“Pelaku menghapus 2 digit tahun kedaluwarsa pada label produk, atau menggunting label kedaluwarsa pada kemasan saset produk,” kata Kepala Badan POM, Penny Kusumastuti Lukito, kepada wartawan di Kantor Badan POM, Jakarta, Senin (20/5/2019).

Petugas telah menyita seluruh barang bukti produk tersebut dengan nilai keekonomiannya mencapai Rp 1,4 miliar. Petugas juga menemukan peralatan yang digunakan untuk menghapus atau mengganti label kedaluwarsa tersebut.

Menurut Penny, hasil penelusuran terhadap produk kopi Pak Belalang ini menunjukkan pelaku melakukan setidaknya tiga pelanggaran.

Pertama, kopi ini diimpor dari luar negeri tanpa memiliki surat keterangan impor (SKI) dari Badan POM. Kedua, mencantumkan tulisan “Rajanya Kopi Nusantara”, padahal produk ini merupakan produk impor, dan ketiga label produk tidak sesuai dengan yang disetujui oleh BPOM, termasuk dengan sengaja mengubah tanggal kedaluwarsa.

"Perbuatan pelaku ini, selain dapat membahayakan kesehatan bagi yang mengonsumsi produk, juga mengabaikan prinsip keamanan pangan, merusak pasaran kopi Indonesia, dan berdampak terhadap pendapatan negara,” kata Penny.

Menurut Penny, BPOM akan mencabut nomor izin edar (NIE) produk kopi Pak Belalang karena melakukan pelanggaran administratif dan pidana. Selain itu, BPOM juga akan menindak lanjuti dengan pro-justitia, karena melanggar Pasal 99 jucto pasal 143 Undang-Undang 18 tahun 2012 tentang Pangan.

BPOM juga akan mengembangkan temuan ini kepada pihak-pihak terkait yang berkontribusi terhadap pelanggaran tersebut.

Penny menegaskan, pihaknya tidak segan untuk menindak siapa pun yang dengan sengaja melanggar peraturan dengan melakukan kejahatan obat dan makanan. Karena itu, ia menyarankan setiap pelaku usaha untuk mematuhi segala peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kepada masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati dalam memilih pangan yang akan dikonsumsi.



Sumber: BeritaSatu.com