Sebanyak 6.047 Fasilitas Kesehatan Siaga untuk Arus Mudik

Sebanyak 6.047 Fasilitas Kesehatan Siaga untuk Arus Mudik
Petugas memeriksa kesehatan sopir bus di Terminal Tirtonadi Solo, Jawa Tengah, Rabu 22 Mei 2019. Pemeriksaan dilakukan untuk memantau tingkat kesehatan sopir sekaligus menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang pada Mudik Lebaran 2019. ( Foto: ANTARA FOTO )
Dina Manafe / EAS Kamis, 23 Mei 2019 | 12:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Kesehatan (Kemkes) memastikan arus mudik Idulfitri 1440 H tahun ini berjalan lancar. Mengantisipasi masalah kesehatan yang berpotensi terjadi pada arus mudik Idulfitri 2019, Kemkes menyiagakan 6.047 fasilitas layanan kesehatan di sejumlah titik. Selain itu, Kemkes juga akan fokus pada pemeriksaan untuk para pengemudi, khususnya angkutan umum.

Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemkes, Bambang Wibowo, mengatakan, jumlah fasilitas layanan kesehatan yang disiagakan tahun ini lebih banyak dibanding tahun 2018 hanya sebanyak 3.910. Sebanyak 6.047 fasilitas layanan tersebut terdiri dari 923 pos kesehatan, 4.210 puskesmas, 375 rumah sakit sekitar jalur pantura, 144 RS rujukan, 207 kantor kesehatan pelabuhan, dan 188 public safety center (PSC) 119.

"Selain yang kami siapkan ini, pada prinsipnya semua puskesmas dan rumah sakit, baik yang milik pemerintah maupun swasta siap untuk melayani," kata Bambang kepada wartawan di Kantor Kemkes, Jakarta, Kamis (23/5/2019) pagi ini.

Menurut Bambang, salah satu fokus utama dukungan kesehatan yang diberikan Kemkes pada mudik tahun ini adalah pemeriksaan kesehatan pengemudi, khususnya pengemudi angkutan umum.

Pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi penting untuk mengurangi faktor risiko kecelakaan di jalan raya pada saat mudik lebaran. Pemeriksaan kesehatan akan dilakukan pada pengemudi yang memiliki jarak tempuh cukup lama setidaknya lebih dari 4 jam atau mempunyai rute yang padat dan sering, seperti pengemudi bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). 

"Kegiatan deteksi dini faktor risiko cedera akibat kecelakaan lalu lintas darat yang dilakukan berupa pemeriksaan tekanan darah, alkohol dalam darah melalui pernapasan, kadar amphetamine di urine dan kadar gula darah,” kata Bambang.

Selain itu, lanjut Bambang, perlu dilakukan sosialisasi kesehatan khususnya untuk manajemen PO bus dan pengemudinya untuk selalu menanamkan perilaku keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Bambang menilai hal tersebut penting dalam upaya pencegahan faktor risiko kecelakaan di jalan raya khususnya dalam menghadapi arus mudik lebaran.

"Sehat fisik dan mental menjadi prasyarat dasar. Karena, menempuh perjalanan jauh, bisa jadi tak sesuai dengan rencana awal jadwal perjalanan yang diperkirakan sebelumnya,” ucap Bambang.

Kemacetan lalu lintas, dan terjadinya kecelakaan tak jarang membuat perjalanan menjadi molor berjam-jam dari semestinya. Dengan kesehatan fisik dan mental yang prima, perjalanan panjang dapat ditempuh dengan keadaan awas dan terkendali.

Bambang menambahkan, pos kesehatan di jalur mudik merupakan bentuk upaya sektor kesehatan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan langsung kepada para pemudik pada saat hari Raya Idulfitri 1440 H.

Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan pos kesehatan ini untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dengan nyaman. Demikian pula, petugas kesehatan akan dapat memberikan pelayanan dengan nyaman dan maksimal karena didukung dengan sarana, prasarana, peralatan dan perbekalan kesehatan yang memadai.

Mudik Sehat
Pada kesempatan ini pula, Bambang memberikan beberapa tip untuk mudik sehat. Menurut Bambang, yang perlu dilakukan sebelum mudik, sebaiknya memeriksakan kesehatan terlebih dahulu. Apalagi, jika selama ini ada yang punya keluhan terhadap penyakit tertentu.

"Jangan abaikan hal ini, meski Anda merasa sehat dan prima. Siapkan obat-obatan pribadi yang kira-kira Anda butuhkan selama perjalanan maupun di tempat tujuan," kata Bambang.

Kendaraan yang akan dipakai mudik juga harus diperiksa kondisinya agar layak dan tidak membahayakan penumpang dan mobil lainnya di jalur mudik.

Jaga makanan yang akan dimakan agar terhindar dari berbagai penyakit. Makanan pedas dan bersantan sebaiknya dihindari. Bagi pengemudi sebaiknya lebih memperbanyak makan buah-buahan, seperti jeruk, pisang, mangga, belimbing atau apel. Kurangi makanan tinggi kalori dan lemak agar stamina selama berkendara tetap terjaga. Istirahatlah yang cukup, karena kurang istirahat bisa memicu timbulnya penyakit.



Sumber: BeritaSatu.com