Benarkah Konsumsi MSG Membahayakan Kesehatan?

Benarkah Konsumsi MSG Membahayakan Kesehatan?
Pakar Gizi IPB, Prof Dr Hardiansyah MS, saat menyampaikan materi dalam acara diskusi 'Gizi Seimbang dari Bahan Tambahan Pangan Halal' di Jakarta, Rabu (19/6/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Feriawan Hidayat )
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 19 Juni 2019 | 19:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk meningkatkan rasa makanan menjadi lebih gurih, sering kali digunakan zat tambahan, di antaranya MSG. Namun, apa sebenarnya efek MSG dan amankah untuk dikonsumsi?

Pakar Gizi IPB, Prof Dr M Hardinsyah MS, mengatakan, monosodium glutamat (MSG) atau oleh masyarakat tanah air dikenal dengan sebutan vetsin, sama sekali tidak berbahaya bagi kesehatan manusia.

"Berdasarkan sebuah penelitian memang ditemukan ada sebagian orang merasa alergi dengan MSG," kata Prof Hardinsyah dalam diskusi 'Gizi Seimbang dari Bahan Tambahan Pangan Halal’ di Hotel Ibis Tamarin, Sabang, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2019).

Pada perkembangannya, lanjut Prof Hardinsyah, pihak produsen MSG menciptakan penyebab rasa lainnya yang dikenal dengan nama Umami. Umami ini terdiri dari tiga zat gizi, yaitu glutamat, natrium, dan air. Sama halnya dengan MSG, penyedap rasa ini juga tidak berbahanya bagi tubuh manusia. Bahkan, jika zat glutamate ini dikonsumsi secara terus menurus, tak akan ada pengaruh kesehatan bagi pemakainya.

"Jika dikonsumsi hingga 5 gram pun tak ada pengaruh terhadap kesehatan. Kondisi ini sama dengan manusia yang tidak mengkomsumsi MSG,” tegas Prof Hardinsyah.

Pelaksana tugas (Plt) Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM, Tetty R Sihombing, mengatakan, berdasarkan hasil penelitian Joint Expert Committee on Food Additives (JECFA) dari Badan Pangan Dunia milik PBB serta WHO, menempatkan MSG dalam kategori bahan penyedap masakan yang aman dikonsumsi dan tidak berpengaruh pada kesehatan tubuh.

Temuan ini diperkuat oleh European Communities Scientific Committee for foods pada tahun 1991. Selanjutnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) pada tahun 1995 menyatakan, MSG termasuk sebagai bahan bumbu masakan, seperti halnya garam, merica, dan gula, sehingga aman bagi tubuh.

"MSG tidak menimbulkan bahaya terhadap kesehatan karena memiliki Acceptable Daily Intake (ADI) not specified,” terang Tetty.

Sementara, Head of Strategic Planning and Information System PT Sasa Inti, Sutjipto Susilo, mengatakan, glutamat merupakan nutrisi bagi otak manusia. Bahkan, zat glutamat acid ini banyak terdapat di beberapa suplemen kesehatan.

"Glutamat acid yang terdapat di MSG, seperti daging, ikan, tomat, dan brokoli, prinsipnya sama. Setelah diserap tubuh akan menjadi asam glutamat yang diperlukan oleh tubuh," pungkas Sutjipto.



Sumber: BeritaSatu.com