Inovasi Nucleus Farma Diganjar Penghargaan LEPRID
Logo BeritaSatu

Inovasi Nucleus Farma Diganjar Penghargaan LEPRID

Senin, 8 Juli 2019 | 23:08 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Tangerang Selatan, Beritasatu.com - Perusahaan farmasi Nucleus Farma menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID). Penghargaan ini menjadi bukti keberhasilan Nucleus Farma di bidang Nutraceutical atau obat-obat alami. Nucleus Farmasendiri merupakan perusahaan farmasi yang berfokus pada produk obat yang bahan bakunya diambil dari alam.

Jajaran direksi Nucleus Farma, Hilary Claudia Sri Lestari, Director Nucleus Farma (pertama dari kanan) dan Edward Basilianus, CEO Nucleus Farma (kedua dari kanan).

CEO Nucleus Farma, Edward Basilianus, mengatakan, pemberian penghargaan dari LEPRID membuktikan bahwa serangkaian inovasi yang dilakukan Nucleus Farma di bidang Nutraceutical telah mendapat apresiasi dan perhatian dari berbagai pihak.

"Pemberian penghargaan dari LEPRID memacu kami untuk terus melakukan inovasi dengan lebih banyak lagi memproduksi obat-obat alami untuk masyarakat Indonesia dan konsumen di manca negara,” jelas Edward Basilianus kepada Beritasatu.com, Senin (8/7/2019).

Pria yang biasa disapa Edu ini menambahkan, natural medicine atau Nutraceutical sudah menjadi basis pengobatan yang berkembang pesat di Amerika Serikat (AS), Jepang, dan Tiongkok.

"Saya ingin Indonesia menjadi basis produksi natural medicine di masa depan. Karena itu, dari awal berdiri Nucleus Farma, kami mengajukan aplikasi ke FDA ke AS,” imbuh Edu.

Menurut Edu, Indonesia dengan kekayaan keanekaragaman hayati berpeluang besar menjadi produsen obat-obat alami (Nutraceutical) yang diperhitungkan ditingkat global. Menurut data Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2015–2020 yang dibuat oleh Bappenas, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dan LIPI, sebanyak 15,5 persen dari total flora di dunia ada di Indonesia.

"Dari 45.000 jenis tumbuhan obat yang ada di dunia, sebanyak 35.000 tumbuh di Indonesia. Hal ini menjadikan tekad kami untuk menjadikan Nucleus Farma sebagai pionir dari natural medicine bukan menjadi follower,” tegas Edu.

Dalam membangun Nucleus Farma, Edward Basilianus dibantu oleh rekannya Cipto Kokadir, alumni engineering dan business management dari UC Berkeley dan Stanford University, serta Chaidir, doktor di bidang biologi farmasi lulusan University of Wuerzburg, Jerman.

Sebagai perusahaan lokal, Nucleus Farma menggunakan bahan baku 100 persen asli Indonesia dan mensyaratkan pasokan bahan baku yang ketat untuk memastikan bahwa bahan baku yang digunakan untuk produk berkualitas.

"Kami juga bekerja sama dengan petani dan nelayan lokal dengan memberikan edukasi kepada mereka, sehingga bisa menggunakan bahan mentah sesuai dengan standar kami. Pada pabrik berteknologi tinggi yang kami miliki, kami mencoba yang terbaik untuk mengurangi dampak lingkungan dengan menggunakan teknologi yang ramah lingkungan," papar Cipto Kokadir.

Sementara itu, Chaidir mengatakan, dengan menggunakan teknologi tertentu, Nucleus Farma berhasil mengatasi permasalahan mutu akibat perubahan kualitas bahan baku, sehingga kualitas ekstrak dapat dijaga dan produk sekelas fitrofarmaka dengan kandungan yang jelas dan konsisten dapat dimungkinkan.

"Jika kita ingin memproduksi obat herbal atau pangan kesehatan berbasis ekstrak tanaman obat kita harus memperhatikan kualitas dari ekstrak," jelas Chaidir.

Kantor pusat dan pabrik Nucleus Farma berlokasi di kawasan Tangerang Selatan, Banten. Pabrik tersebut didesain sesuai dengan standar BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dan FDA (Food and Drug Administration) Amerika Serikat. Produk-produk Nucleus Farma sudah di pasarkan ke seluruh wilayah Indonesia. Dalam hal pendistribusian produk, Nucleus Farma bekerja sama dengan Rajawali Nusindo yang mempunyai cabang di seluruh Indonesia.

Pengakuan FDA

Nucleus Farma meluncurkan produk perdananya pada akhir 2018 lalu. Produk tersebut diberi nama 'Onoiwa' yang berarti 'ada ikan' dalam bahasa Jawa dan 'saudara laki-laki' dalam bahasa Jepang. Dalam memproduksi Onoiwa, Nucleus Farma dibantu peneliti dari Jepang dan menggunakan teknologi dari Jerman.

"Semua bahan baru dari Indonesia, dibuat di Indonesia. Cuma peneliti dan teknologinya dari luar negeri," jelas Edu.

Edu mengatakan, Onoiwa dibuat dari ekstrak ikan gabus yang diambil langsung dari Bintan, Kepulauan Riau. Pihaknya bekerja sama dengan salah satu koperasi nelayan di Bintan untuk mendapatkan pasokan ikan gabus.

"Gabus memang paling bagus dari luar Pulau Jawa, seperti Riau, Kalimantan. Produk kita paling bagus dibandingkan kompetitor, karena bahan bakunya paling bagus," jelas Edu.

Edu menambahkan, Nucleus Farma merupakan satu-satunya produsen Nutraceuticalasal Indonesia yang sudah teregistrasi di FDA.

"Kami ingin menumbuhkan kepercayaan diri para dokter agar mau meresepkan obat natural seperti Onoiwa. Makanya kami sampai mendaftarkan ke FDA, karena mereka selama ini tidak yakin dengan obat berbasis alam. Padahal di Jepang produk berbasis alam sudah masuk ke sistem pelayanan kesehatan di sana, begitu pun Belanda yang cenderung beralih ke Nutraceutical," pungkas Edu.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tugas Utama Kepala BKKBN Menurunkan Angka Kelahiran Total

Selama lima tahun ke depan, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo diminta fokus untuk menurunkan angka kelahiran total menjadi 2,1, yaitu satu perempuan memiliki dua anak.

KESEHATAN | 8 Juli 2019

Indohun Sukses Gelar Pelatihan Petugas Epidemiologi di Sumbar

Pelatihan menggunakan metode pembelajaran campuran yang menggabungkan metode belajar tatap muka di kelas, praktik lapangan, dan jarak jauh.

NASIONAL | 7 Juli 2019

Sulit Dipenuhi, Banyak RS Menyerah Soal Akreditasi

Mestinya pemilik RS sudah harus mengetahui dan memahami segala konsekuensi mendirikan sebuah RS. Keamanan dan keselamatan pasien harusnya dikedepankan.

KESEHATAN | 5 Juli 2019

Per 30 Juni 2019, BPJS Putuskan Kerja Sama dengan 7 RS

Tujuh RS ini tidak melayani pasien JKN-KIS karena empat tidak lulus kredensialing, dan tiga lainnya sama sekali belum mendaftar untuk akreditasi di KARS.

KESEHATAN | 5 Juli 2019

Mendengarkan Musik Pakai Headset Pengaruhi Pendengaran

Bahaya mendengarkan musik pakai headset dengan volume keras

KESEHATAN | 4 Juli 2019

Minum Kopi Saat Perut Kosong di Pagi Hari, Baik atau Tidak?

Minum kopi di pagi hari saat perut kosong tidak baik

KESEHATAN | 4 Juli 2019

Manfaat Kacang Kedelai Bagi Kesehatan Jantung

Manfaat kedelai bagi kesehatan jantung

KESEHATAN | 4 Juli 2019

Kasus Hepatitis A di Pacitan, Menkes Imbau Warga Terapkan PHBS

Hingga saat ini dilaporkan sebanyak 957 warga Pacitan terserang penyakit yang diduga karena air sungai yang tercemar.

KESEHATAN | 3 Juli 2019

Cara Mengatasi Cemas dan Panik Berlebihan

Cara mengatasi mual saat cemas dan panik

KESEHATAN | 3 Juli 2019

Kombinasi Buah Terbaik yang Dikonsumsi Saat Sarapan

Buah-buahan kombinasi bagi tubuh

KESEHATAN | 3 Juli 2019


TAG POPULER

# Sepeda Motor Masuk Tol


# Pemerasan Wali Kota


# KRI Nanggala


# Universitas Nusa Mandiri


# Larangan Mudik



TERKINI

Semangat RA Kartini, Jadikan Wanita Indonesia Mampu Setara Laki-laki

NASIONAL | 4 menit yang lalu










TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS