Peran Nutrisi Pada Anak dengan Penyakit Tidak Menular

Peran Nutrisi Pada Anak dengan Penyakit Tidak Menular
Danone Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Pita Kuning dalam pelaksanaan edukasi nutrisi serta kegiatan hiburan lain untuk mencegah malnutrisi kepada pasien anak dengan kanker. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Minggu, 14 Juli 2019 | 17:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kondisi malnutrisi ganda di Indonesia, baik stunting maupun obesitas, masih menjadi topik yang cukup sering diperbincangkan publik. Namun, seringkali terdapat kondisi khusus pada anak yang mengharuskan orang tua memberi perhatian lebih terhadap kebutuhan nutrisinya, seperti anak dengan penyakit kanker, agar tidak mengalami malnutrisi.

Danone Indonesia

Pemenuhan nutrisi seimbang pada anak dengan penyakit tidak menular merupakan tantangan tersendiri bagi orang tua. Di Indonesia, terdapat 3 persen hingga 5 persen prevalensi kanker pada anak atau sebanyak 4.156 kasus. Saat ini, terdapat hingga 60 persen pasien anak dengan kanker yang terdiagnosa malnutrisi, bergantung pada tipe kanker, jenis terapi, dan metode pengukuran.

Meskipun demikian, sebuah studi di RSUP Dr Kandou Manado menunjukkan, 32,3 persen anak berstatus gizi kurang dan 12,9 persen mengalami obesitas yang dinilai saat akhir induksi kemoterapi. Kanker pada anak sendiri merupakan penyebab terbanyak kematian anak di negara barat .

"Saat ini, angka kejadian kanker pada anak mencapai 9 dari 100.000 anak usia 0-17 tahun yang tersebar di seluruh Indonesia dengan jenis yang beragam, dengan kasus yang paling sering adalah leukemia, retinoblastoma, osteosarcoma, neuroblastoma, limfoma maligna, karsinoma, dan nasofaring," jelas dr Mururul Aisyi SpA(K), dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Minggu (14/7/2019).

Menurut dr Mururul, anak dengan kanker memang memiliki tantangan sendiri, terutama pada fluktuasi kebutuhan nutrisi. Walaupun demikian, bukan berarti anak dengan kanker tidak berkesempatan memiliki tumbuh kembang optimal. "Justru, mereka membutuhkan asupan nutrisi yang lebih diperhatikan saat menjalani penanganan medis," tegasnya.

Pasien anak dengan kanker rentan mengalami berbagai kondisi malnutrisi akibat peningkatan konsumsi energi maupun gangguan absorbsi nutrisi yang dapat disebabkan oleh penanganan atau pengobatan, serta penyakit itu sendiri. Beberapa jenis penanganan yang dapat mempengaruhi kondisi status nutrisi umumnya adalah efek samping dari kemoterapi seperti muntah, anorexia, dan malabsorbsi, hingga peningkatan nafsu makan akibat konsumsi obat anti peradangan seperti kortikosteroid.

"Padahal, penting bagi pasien anak dengan kanker dalam mendapatkan nutrisi yang optimal untuk mengimbangi beban penyakit dan mempertahankan kapasitas fungsional tubuh selama masa perawatan," tambah dr Mururul.

Ketua Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia, Steny Agustaf, menambahkan, dari pengalaman selama mendampingi pasien anak kanker, pihaknya menyakini perubahan terbesar dimulai dari keluarga, khususnya orang tua kepada anaknya yang sedang menjalani perawatan kanker.

"Orang tua menjadi ujung tombak hidup anaknya, maka dari itu para ayah dan ibu di Pita Kuning yang tangguh harus kita bekali ilmu pengetahuan yang bermanfaat, salah satunya mengenal nutrisi terbaik untuk anaknya. Sehingga, orang tua bisa memberikan makanan-makanan dengan nutrisi terbaik untuk anaknya dan proses perawatan bisa berjalan dengan lebih optimal," tandas Steny.

External Communication Manager for Early Life Nutrition and Medical Nutrition Danone Indonesia, Desytha Rahma Dwi Utami, menyatakan, rangkaian kegiatan 'Bicara Gizi' merupakan bagian dari komitmen unit bisnis Danone divisi Specialized Nutrition di Indonesia untuk terus mendukung edukasi mengenai pentingnya nutrisi di waktu penting kehidupan, termasuk bagi pasien anak dengan penyakit tidak menular.

"Kami bekerja sama dengan Yayasan Pita Kuning dalam pelaksanaan edukasi nutrisi serta kegiatan hiburan lain untuk mencegah malnutrisi kepada pasien anak dengan kanker," kata Desytha.

Desytha menambahkan, pihaknya berharap seluruh rangkaian edukasi ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dan orang tua mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi sesuai kebutuhan anak, termasuk anak dengan kanker.

"Informasi bermanfaat lainnya mengenai informasi tentang nutrisi dan tumbuh kembang, dapat diakses melalui kanal digital Nutrisi untuk Bangsa, yaitu Instagram @NutrisiBangsa, twitter @nutrisi_bangsa, hingga facebook dan microsite Nutrisi Untuk Bangsa," pungkas Desytha.



Sumber: BeritaSatu.com