Combatrin dan LPAI Lanjutkan Gerakan #JamMainKita

Dorong Anak-anak Aktif Bermain di Luar Ruangan

Dorong Anak-anak Aktif Bermain di Luar Ruangan
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah saat mencoba permainan tradisional Ogor Ban dalam acara gerakan #JamMainKita yang diselenggarakan atas kerja sama PT Johnson&Johnson Indonesia melalui Combatrin dan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI)di Mataram, NTB, pada Kamis, 18 Juli 2019 ( Foto: Istimewa )
Happy Amanda Amalia / PYA Senin, 22 Juli 2019 | 23:12 WIB

Mataram, Beritasatu.com – PT Johnson &Johnson Indonesia melalui Combatrin bersama Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) memperluas keberlanjutan gerakan #JamMainKita melalui rangkaian kegiatan di sejumlah provinsi di Indonesia, di mana provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi wilayah pertama untuk penyelenggaraan program tersebut.

Dalam kegiatan yang diselenggarakan pada Kamis (18/7), Gubernur NTB Zulkieflimansyah bersama dengan lebih dari 1.000 masyarakat yang terdiri dari anak-anak, orangtua, guru dan pegiat pendidikan serta pemerhati anak tampak memenuhi pelataran Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat untuk berpartisipasi dalam program #JamMainKita.

“Pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat dengan bangga ikut mendukung gerakan #JamMainKita. Sebagai seorang pemimpin daerah dan juga orangtua, saya menaruh harapan dan melihat visi yang besar dari Johnson & Johnson Indonesia dan LPAI dalam mendorong anak-anak untuk aktif bermain di luar ruang bersama teman dan keluarga. Terlebih lagi jika anak-anak diperkenalkan dengan permainan tradisional, sehingga warisan budaya bangsa dapat terus dilestarikan,” tutur Zulkieflimansyah dalam sambutan yang diterima Beritasatu.com.

Menyusul peringatan Hari Anak Nasional pada 23 Juli, dia juga menyerukan kepada orangtua untuk selalu mendampingi putra-putri mereka.

“Anak-anak sangat membutuhkan perhatian orang tua dalam segala hal, termasuk dalam bermain permainan tradisional yang sangat sederhana tapi menyenangkan. Selain itu, banyak kebaikan yang didapat dari kegiatan tersebut, antara lain mendukung perkembangan psiko-motorik, kesehatan fisik dan mental, memperkuat daya tahan tubuh, serta perkembangan sejumlah aspek psikologis. Masyarakat Nusa Tenggara Barat memiliki berbagai permainan tradisional, seperti Ogor Ban, Mpa’a Bedi Oo, serta masih banyak lagi. Untuk itu, mari luangkan waktu untuk bermain bersama anak sambil melestarikan budaya kita,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua LPAI Seto Mulyadi menyampaikan, Indonesia sejatinya mempunyai banyak warisan budaya melalui permainan tradisional.

“LPAI mempunyai harapan dan visi besar terkait kepentingan terbaik untuk anak. LPAI mengajak sebanyak mungkin individu, masyarakat dan instansi untuk bersama-sama memberikan hak anak, salah satunya yaitu bermain dan bergembira di luar ruang, tanpa ada kekhawatiran,” kata dia.

Untuk itulah, lanjut Seto, LPAI bekerja sama dengan Johnson & Johnson Indonesia untuk melakukan sosialisasi permainan tradisional dalam gerakan #JamMainKita yang dapat mengajarkan banyak hal positif, termasuk melatih kemampuan eskplorasi sekaligus melestarikan nilai budaya dan tradisi daerah yang menjadi kekayaan bangsa kita.

Diluncurkan pertama kali pada Maret 2018, #JamMainKita merupakan gerakan sosial yang bertujuan mendorong anak-anak Indonesia untuk aktif bermain di luar ruang bersama keluarga tanpa rasa khawatir terkena infeksi cacing.

Gerakan yang telah dicanangkan pada 25 Maret 2018 di Jakarta itu pun mendapat dukungan penuh dari Presiden Republik Indonesa (RI) Joko Widodo, beserta sejumlah menteri berikut jajarannya dari Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Khawatirkan Kecacingan
Sedangkan Country Leader of Communication & Public Affairs PT Johnson & Johnson Indonesia Devy Yheanne mengatakan, perkembangan zaman dan tuntutan hidup membuat banyak keluarga di Indonesia mempunyai waktu kebersamaan yang semakin sedikit. Bersamaan dengan hal tersebut, perkembangan teknologi juga membuat baik orangtua maupun anak mengandalkan gawai dalam melakukan kegiatan sehari–hari.

“Tidak sedikit juga orangtua yang lebih memilih dan merasa aman jika anak-anak bermain di dalam rumah daripada bermain di luar, karena berbagai alasan. Kondisi ini merubah pemahaman anak tentang bermain dan teman bermainnya. Inilah yang menjadi perhatian dari Combatrin, bahwa bermain di luar ruangan bersama anak dapat memberikan manfaat penting bagi anak dan orangtua, di mana keluarga dapat mempererat ikatan emosional sehingga mendukung perkembangan psikologis anak, menumbuhkan kreativitas, moral, dan kerjasama, tanpa khawatir terkena infeksi kecacingan,” ungkap Devy.

Terkait dengan hal tersebut, Brand Manager Combatrin Mitchelle S. Putra menyampaikan bahwa selama ini salah satu alasan orangtua melarang anak bermain di luar rumah adalah karena khawatir anak akan terkena kecacingan, padahal bermain di luar bukanlah penyebab utama kecacingan. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mencegahnya, antara lain dengan rajin mencuci tangan dan rutin mengonsumsi Combatrin setiap enam bulan sekali.

Tercatat, kecacingan masih menjadi permasalahan yang cukup serius di Indonesia. Berdasarkan data WHO pada 2016, sekitar 55 juta anak Indonesia masih berisiko menderita penyakit kecacingan – atau biasa disebut “cacingan” – dan membutuhkan pengobatan pencegahan infeksi cacingan. Melalui gerakan #JamMainKita, Combatrin berharap dapat meningkatkan kecintaan anggota keluarga dengan bermain di luar tanpa khawatir kecacingan.



Sumber: PR