Kendalikan Limbah Aki Turunkan Risiko Penyakit Berat
Logo BeritaSatu

Kendalikan Limbah Aki Turunkan Risiko Penyakit Berat

Kamis, 25 Juli 2019 | 08:55 WIB
Oleh : Mardiana Makmun / MAR

JAKARTA, Beritasatu.com – Komponen utama penyusun aki kendaraan bermotor sampai saat ini masih terbuat dari timbal/timah hitam (Pb) serta asam sulfat (H2SO4) yang merupakan zat yang berbahaya bagi lingkungan dan menyebabkan sejumlah masalah kesehatan. Sayangnya, belum ada alternatif untuk menggantikannya komponen tersebut.

Dengan tingginya angka kendaraan bermotor di Indonesia yang mencapai 8 juta kendaraan roda empat dan 32 juta roda dua, terdapat banyak jumlah aki bekas pakai setiap tahunnya. Sayangnya, limbah aki tersebut tidak dikelola dengan tepat sesuai prosedur yang telah ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Pengolahan limbah aki yang tidak sesuai prosedur atau ilegal menjadi isu yang terus menghantui dan memperburuk pencemaran lingkungan di Indonesia. Riset terkait yang dilakukan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Bersama Australia Aid akhir tahun 2018 bahkan memunculkan fakta bahwa pencemaran debu timbal telah terjadi sejak puluhan tahun lalu.

Selain itu, air aki pada aki bekas termasuk dalam bahan berbahaya dan beracun (B3) karena memiliki sifat korosif. Beberapa daerah di Indonesia yang dekat dengan tempat pengolahan limbah aki mengalami pencemaran pada tanah, serta penurunan kualitas udara dan air, dan dampak terbesarnya adalah masalah kesehatan.

Usaha daur ulang aki bekas banyak dilakukan oleh industri rumah tangga dan kecil yang tersebar di berbagai tempat. Produk setengah jadi yang dihasilkan oleh daur ulang industri kecil akan diproses lebih lanjut menjadi produk murni. Mayoritas industri kecil ini tidak memiliki ijin operasional (ilegal) serta tidak memenuhi standar baku penanganan limbah berbahaya seperti aki bekas, sehingga mencemari lingkungan dan sangat tidak aman bagi kesehatan.

Pada penelitian Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dan KLHK (2018), terungkap bahwa masyarakat yang bermukim di sekitar area peleburan aki bekas memiliki timbal dalam darah mencapai 4 kali lipat dari ambang batas atau sekitar 25 hingga 30 mikrogram per desiliter, sedangkan batas toleransi timbal di dalam darah manusia tidak boleh lebih dari 5 mikrogram per desiliter.

Hal ini dapat menyebabkan berbagai gangguan fungsi jaringan dan metabolisme, mulai dari sintesis haemoglobin darah, gangguan pada ginjal, sistem reproduksi, penyakit akut atau kronik sistem syaraf serta gangguan fungsi paru-paru. Pengaruh lainnya adalah kecerdasan seorang anak dapat menurun dua poin jika terdapat 10– 20 µg/dl Pb dalam dalam darahnya. Beberapa penelitian juga mendapatkan bahwa timbal dapat merusak jaringan saraf, fungsi ginjal, menurunkan kemampuan belajar dan membuat anak hiperaktif.

Kondisi inilah yang kemudian menjadi perhatian penuh NS Battery sebagai produsen aki lokal Indonesia. Bertujuan untuk secara aktif membantu pengendalian tingkat pencemaran lingkungan yang ditimbulkan aki bekas, NS Battery mengajak keterlibatan para pemangku kepentingan serta masyarakat umum untuk turut serta ambil bagian secara aktif dalam program Eco Care NS Battery.

“NS Battery berkomitmen untuk tidak hanya menyediakan produk aki bergaransi resmi yang dapat memenuhi kebutuhan dari aspek bisnis dan perekonomian saja, tetapi kami juga ingin menyentuh area kesehatan serta keberlangsungan alam dan lingkungan. Program Eco Care ini adalah inisiatif kami untuk membantu mengontrol tindakan pengelolaan aki bekas yang tidak sesuai prosedur, berpotensi merusak lingkungan, dan mengancam kesehatan,” ungkap Vony Yudha, Business Development Head PT. Nipress Energi Otomotif dalam keterangan persnya.

NS Battery sadar keterlibatan pihak-pihak terkait sangat penting untuk mengedukasi masyarakat mengenai hal ini, antara lain pihak distributor, mitra pemasar, pengolah limbah resmi, dan tentunya masyarakat sendiri sebagai konsumen. Khususnya toko/bengkel sebagai penjual aki, NS Battery mengajak secara khusus partisipasi penjual aki dalam memiliki kepedulian untuk tidak membiarkan air dari aki bekas yang mereka terima dari konsumen dibuang sembarangan.

Salah satu mekanisme program Eco Care NS Battery bagi konsumen adalah pemberian tambahan diskon yang menguntungkan untuk setiap penukaran aki bekas dengan aki NS baru. Selanjutnya aki bekas yang masih dalam kondisi baik – aki yang masih dalam kondisi utuh dan belum dibuang airnya – diberikan kepada mitra pengelola limbah yang telah memiliki ijin khusus dari KLHK. Hal ini tentunya untuk menjamin proses pengolahan limbah aki dijalani sesuai prosedur yang telah ditentukan oleh pemerintah.

Dijalankan sejak tahun 2017, program Eco Care NS Battery telah dan akan terus bekerjasama dengan pihak pengelola limbah yang telah memiliki ijin khusus dari Kementrian LHK, untuk menjamin setiap prosesnya mengikuti prosedur yang ditentukan oleh pemerintah. Saat ini, NS Battery telah bekerjasama dengan sejumlah mitra pengelola limbah, khususnya di area Jawa dan Sumatera.

“Kami berharap melalui program Eco Care, NS Battery dapat ikut mendukung program pemerintah dalam memperbaiki kualitas hidup manusia Indonesia, sekaligus mendampingi masyarakat menjadi agen perubahan dalam menumbuhkan kesadaran diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya mengenai pentingnya menjaga kualitas lingkungan untuk generasi mendatang,” tutup Yudha.



Sumber: Investor Daily


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Pemanas Air Modena Snella ES 20SR Dukung Gaya HIdup Sehat

Kini Modena punya perangkat pemanas air Snella ES 20SR yang bisa mendukung gaya hidup sehat.

KESEHATAN | 23 Juli 2019

Tips Sehat ala Presiden: Minum Jamu Sebelum Beraktivitas

Presiden RI Jokowi bagikan tips sehat melalui akun Instagramnya

NASIONAL | 23 Juli 2019

Dorong Anak-anak Aktif Bermain di Luar Ruangan

#JamMainKita merupakan gerakan sosial yang bertujuan mendorong anak-anak Indonesia aktif bermain di luar ruang bersama keluarga tanpa rasa khawatir kecacingan.

KESEHATAN | 22 Juli 2019

Tindak Pidana Obat dan Makanan Meningkat Empat Terakhir

Di tahun 2016 pelanggaran obat dan makanan baru 250 kasus, tahun 2018 menjadi 302 kasus.

KESEHATAN | 22 Juli 2019

Penderita Katarak di Indonesia Diperkirakan Mencapai 4 Juta Orang

Sumatera Eye Center (Smec) memperkirakan jumlah penderita katarak di Indonesia mencapai sekitar 4 juta.

KESEHATAN | 22 Juli 2019

Tingkatkan Pengawasan, BPOM Tambah 40 kantor di Kabupaten/Kota

Penny melakukan perombakan besar di BPOM, dan mengklaim sering disebut otoriter oleh stafnya.

KESEHATAN | 22 Juli 2019

Ribka PDIP Desak DPR Tindak Lanjuti Dugaan Penyelewangan Dana BPJS di Sumut

Ribka Tijiptaning mengecam dugaan penyalahgunaan dana BPJS Kesehatan oleh 40 rumah sakit swasta di Sumatera Utara.

KESEHATAN | 22 Juli 2019

Inilah Caranya Agar Anak Tumbuh Sesuai Tahapan Usia

Anak harus tumbuh berkembang sesuai tahapan umurnya.

KESEHATAN | 21 Juli 2019

Bantu Penanggulangan Covid-19, PMI Siapkan 1 Juta Hygiene Pack

Palang Merah Indonesia bekerja sama dengan para mitra menyiapkan 1 juta Hygiene Pack untuk masyarakat tidak mampu.

KESEHATAN | 7 April 2020

Pasien Kanker Usus Besar Kesulitan Dapatkan Pengobatan

Pasien kesulitan untuk mendapatkan pengobatan kanker kolorektal atau usus besar metastasis.

KESEHATAN | 19 Juli 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS