Peneliti Singapura Kembangkan Obat Pengganti Kemoterapi

Peneliti Singapura Kembangkan Obat Pengganti Kemoterapi
Ilustrasi kanker. ( Foto: Ist / Ist )
/ FER Sabtu, 3 Agustus 2019 | 15:43 WIB

Singapura, Beritasatu.com - Kalangan ilmuwan medis di Singapura, menyatakan telah menemukan obat antibodi baru yang memiliki potensi besar sebagai alternatif kemoterapi dalam melawan penyakit kanker.

Seperti dilansir laman Anadolu, Sabtu (3/8/2019), Agency for Science, Technology and Researchs Molecular and Cell Biology (IMCB) Singapura, mengumumkan hasil penelitian tentang PRL3-zumab, antibodi yang sudah disesuaikan untuk penggunaan pada manusia.

Antibodi tersebut dimanfaatkan untuk menyerang sel-sel kanker dalam tubuh, suatu bentuk imunoterapi kanker yang memanfaatkan sistem kekebalan tubuh untuk membunuh sel-sel kanker.

PRL3-zumab menargetkan protein PRL-3, antigen tumor yang mendorong pertumbuhan kanker dan ditemukan pada sekitar 80 persen dari 11 kanker umum yang diteliti. Perawatan yang dilakukan pada sel-sel yang terkena kanker ini tidak merusak sel-sel sehat di sekitarnya.

"PRL3-zumab mewakili pendekatan inovatif dan disruptif dalam terapi kanker, karena sangat menargetkan sel kanker dan memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan dengan obat kanker yang biasa digunakan," kata direktur penelitian IMCB dan peneliti utama studi ini, Profesor Qi Zeng, seperti dilansir dari laman CNA.

Secara tradisional, kemoterapi menargetkan sel-sel yang tumbuh dan membelah dengan cepat. Ini berarti bahwa selain membunuh sel-sel kanker, itu juga dapat mempengaruhi sel-sel sehat lain yang tumbuh cepat, seperti sel-sel rambut, kulit, usus dan sumsum tulang.

Tim peneliti IMCB pertama kali menguji pada model hewan dan menemukan bahwa antibodi tikus PRL-3 dapat menekan pertumbuhan tumor yang mengekspresikan antigen PRL-3 dalam lambung, hati, paru-paru, ovarium, payudara, leukemia myeloid akut (AML) dan ginjal.

Tim juga telah menguji PRL3-zumab pada sampel tumor manusia sejak 2012 dan hasilnya menunjukkan bahwa antibodi dapat digunakan terhadap spektrum luas kanker yang umum, termasuk hati, paru-paru, lambung, payudara, usus besar dan ginjal.



Sumber: Anadolu