Menkes Jamin Pelayanan Kesehatan di Papua dan Papua Barat

Menkes Jamin Pelayanan Kesehatan di Papua dan Papua Barat
Menteri Kesehatan Nila Moeloek memberikan sambutan pada acara pembukaan PT Brightgene Biomedical Indonesia di Karawang Barat, Jawa Barat, Kamis 8 Agustus 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Dok. Humas Kemkes )
Fana Suparman / YUD Rabu, 21 Agustus 2019 | 16:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F. Moeloek menyatakan pelayanan kesehatan di rumah sakit yang berada di Papua dan Papua Barat tetap berjalan.

"Saya kira kalau untuk pelayanan publik seperti RS kita harus tetap," kata Nila usai bertemu Pimpinan KPK di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Nila mengaku belum mendapat informasi adanya rumah sakit di Sorong, Papua Barat yang berhenti beroperasi lantaran situasi keamanan yang tidak kondusif. Jika informasi itu benar adanya, Nila memastikan akan berkoordinasi dan meminta TNI untuk melindungi fasilitas kesehatan agar pelayanan kepada masyarakat dapat terus berjalan.

"Nanti kami akan cek, tapi kami akan minta kalau misalnya mereka takut dengan keamanan kami minta untuk diawasi atau dibantu oleh TNI untuk keamanan. Biasanya kami akan kerjasama seperti biasanya. Biasanya kalo bencana kan harus bersama-sama dalam hal ini," katanya.

Menurutnya, pelayanan publik, khususnya pelayanan kesehatan, harus terus berjalan dalam kondisi apapun. Sejauh ini, kata Nila, petugas kesehatan di Papua dan Papua Barat, termasuk yang diterjunkan di pelosok dalam kondisi aman.

"Tim kesehatan saya kira kita netral kita harus tetap bekerja. Nanti saya akan cek kalo RS Sorong tadi. Kita tetap harus bekerja, kita harus melayani," katanya.

Diketahui, situasi di sejumlah daerah di Papua dan Papua Barat seperti Jayapura, Sorong dan Manokwari sempat memanas beberapa waktu belakangan. Masyarakat di sejumlah daerah tersebut menggelar aksi memprotes insiden rasialis yang dialami mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang, Jawa Timur. Aktivitas warga di Papua dan Papua Barat berangsur normal pada Rabu (21/8).

Mabes Polri bersyukur rusuh di Manokwari dan Sorong, Papua Barat tak sampai menelan korban jiwa. Kendati sekitar 25 bangunan fasilitas umum dan fasilitas sosial dirusak, rusuh bisa dikendalikan kurang dari 24 jam.

“Alhamdulillah kurang dari 24 jam permasalahan tersebut bisa diselesaikan dengan baik dan alhamdulillah juga tidak ada jatuh korban meskipun ada beberapa kerugian secara materiil,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Selasa (20/8/2019).

Soal kerusakan ini, kata Dedi Prasetyo, pemerintah daerah minimal akan memberikan bantuan dalam rangka memulihkan beberapa properti yang dirusak massa karena mereka terbakar emosi akibat insiden di Malang dan Surabaya. Dedi mengatakan, situasi hari ini sudah kondusif dan masyarakat mulai beraktivitas normal.

Untuk wilayah Jayapura aktivitas kegiatan masyarakat juga hari ini sangat normal semuanya berjalan dengan baik. Pun di wilayah Papua Barat khususnya Kota Manokwari, aktivitas masyarakat berangsur membaik.



Sumber: Suara Pembaruan