Psikis Tidak Stabil Bisa Jadi Pemicu Penyalahgunaan Narkoba

Psikis Tidak Stabil Bisa Jadi Pemicu Penyalahgunaan Narkoba
Dr. Dicky Oktrianda selaku Direktur sekaligus CEO Behave Clinic. ( Foto: Beritasatu.com/Chairul Fikri )
Chairul Fikri / CAH Jumat, 23 Agustus 2019 | 19:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Makin maraknya penyalahgunaan narkoba patut menjadi perhatian serius. Banyak dari pecandu yang kesulitan untuk bisa sembuh. Dr. Dicky Oktrianda selaku Direktur sekaligus CEO Behave Clinic menyebutkan kondisi psikis yang kurang stabil bisa menjadi pemicu orang untuk melakukan tindakan yang di luar nalar seperti menggunakan narkoba.

“Penting untuk pertama menyembuhkan kondisi psikisnya dahulu sebelum melakukan pengobatan dari ketergantungannya terhadap narkoba. Alasannya tubuh kita terdiri dari susunan berbagai syaraf dan akan merespons pada setiap hal yang dipikiirkan dan rasakan. Ketika merasa cemas atau marah, tubuh akan memberikan tanda bahwa ada sesuatu yang berjalan tidak baik," ungkap Dr. Dicky saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (23/8/2019).

Ditambahkan Dr. Dicky, dalam beberapa penyakit tertentu, faktor kecemasan yang berakibat tekanan mental juga berpengaruh. Karena dalam pikirannya tidak ada motivasi supaya sembuh.

Dikatakan Dr. Dicky perlu upaya konferhensif untuk bisa menyembuhkan pecandu narkoba. Namun masih minimnya rumah sakit atapun klinik yang bisa menyembuhkan ketergantungan pada narkoba.

Hal itulah yang mendorong, Behave Clinic untuk turut serta membantu para pecandu untuk terbebas dari narkoba. Klinik yang berada di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan ini menawarkan pengobatan dan rehabilitasi khusus bagi masyarakat yang terdampak narkoba dengan menggunakan beberapa treatment dan pengobatan khusus.

Dr. Dicky Oktrianda mengatakan kliniknya berupaya untuk melakukan pengobatan pada kondisi kesehatan jiwa masyarakat baik dari kalangan anak, remaja hingga dewasa. 

“Behave Clinic punya sejumlah konselor yang bisa menjadi perantara untuk melakukan program recovery dan rehabilitasi bagi mereka. Konselor kita juga siap mendengar semua unek-unek mereka. Lalu kita mencoba bantu mereka lepas dari kecanduan dan permasalahan yang menyertainya agar dapat menemukan makna hidup yang sesungguhnya, yakni meraih kebahagiaan," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com