Raih BPJS Award 2019, Ini Keunggulan RSU Aisyiyah Ponorogo

Raih BPJS Award 2019, Ini Keunggulan RSU Aisyiyah Ponorogo
Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris (tengah) tengah berbincang dengan seorang pasien di RSU Aisyiyah Ponorogo, Jawa Timur, dalam kunjungannya ke rumah sakit tersebut untuk memastikan layanan yang diberikan kepada peserta JKN-KIS optimal, Kamis (22/8/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Dina Manafe )
Dina Manafe / FER Sabtu, 24 Agustus 2019 | 17:51 WIB

Ponorogo, Beritasatu.com - Banyaknya keluhan terhadap layanan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) akhir-akhir ini tak membuat Rumah Sakit Umum (RSU) Aisyiyah Ponorogo di Jawa Timur (Jatim) mengurangi kualitas layanan atau bahkan berhenti beroperasi. Sebaliknya, berbagai inovasi dikembangkan untuk memudahkan pasien.

Selain untuk efisiensi, karena RSU ini peduli dengan keamanan dan kenyamanan pasiennya. Inilah yang membuat RS swasta dengan kunjungan rata-rata 500 pasien hingga 600 pasien per hari tersebut, meraih penghargaan BPJS Kesehatan Award 2019 yang diterima di Jakarta, baru-baru ini.

Apa saja keunggulan RSU Asyiyah Ponorogo yang kemudian membawanya meraih penghargaan sebagai RS terbaik untuk kategori RS tipe C di seluruh Indonesia itu?

Ternyata, RSU ini menyediakan berbagai fasilitas, di antaranya ambulans gratis dari rumah pasien ke RS dan untuk rujukan pasien ke RSU lainnya. Ada juga fasilitas pengantaran pasien secara cuma-cuma dari RS pulang ke rumahnya menggunakan taksi online.

RSU ini juga mengembangkan fasilitas pengantaran obat dari RS ke tempat tinggal pasien. Tak sampai di situ, RSU Aisyiyah Ponorogo juga mengembangkan pendaftaran online dan antrian di klinik secara online juga.

"Kami hanya ingin memberikan layanan terbaik untuk pasien. Ini soal kepercayaan pasien. Kalau pasiennya puas, maka kami tetap jadi RS yang dipercaya memberikan layanan baik," kata Direktur RSU Aisyiyah, dr Wegig Widjanarko, di sela-sela kunjungan Dirut BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, bersama rombongan direksi BPJSK Pusat ke RS tersebut, Kamis (22/8/2019).

Semua inovasi itu ternyata mampu memangkas antrian panjang di RS. Dari yang dulunya antrian bisa sampai 6 jam hingga 7 jam di RS, kini bisa dipangkas hanya 1 jam hingga 2 jam. Selain itu, pasien juga mendapatkan kepastian layanan.

"Dengan antrian online, pasien bisa mengetahui berapa banyak pasien yang akan ditangani dokter hari ini, berapa yang sudah tertangani, dan berapa nomor antriannya. Ini memungkinkan pasien dapat menyesuaikan dengan nomor antriannya, sehingga tidak harus menunggu lama," tandas Widjanarko.

Sementara, untuk inovasi ambulans gratis dikembangkan RSU Aisyiyah supaya pasien emergensi segera mendapat pertolongan pertama.

Wakil Direktur Medis RSU Aisyiyah, drg Yudi Wiyono, mengungkapkan, banyak masyarakat awam yang salah memahami cara penanganan pasien gawat darurat, sehingga saat dibawa ke RS sudah dalam kondisi parah. Seringkali golden period atau masa emas untuk penanganan pertama terlewatkan karena ketidaktahuan masyarakat maupun minimnya transportasi, sehingga pasien sampai di RS sudah dalam kondisi parah atau bahkan meninggal.

"Inilah yang membuat kami peduli. Selain menjemput pasien di tempatnya, kami juga memberikan pertolongan pertama. Kebanyakan kasus adalah kecelakaan lalu lintas, kebakaran, jantung dan stroke," ujar Yudi.

Adapun inovasi pengantaran pulang ke rumah secara gratis disediakan bagi pasien dan keluarganya usai menjalani rawat inap dengan radius jangkauan 20 km. Tujuannya supaya mempercepat pasien pulang ke RS.

"Pasalnya, beberapa pasien terkadang tidak bisa langsung pulang setelah sembuh karena tidak dijemput keluarga, tidak memiliki biaya transportasi dan jarak dari RS ke rumahnya jauh. Tapi inovasi ini ternyata bawa manfaat juga buat RS. Tempat tidur yang dimiliki selalu terisi penuh," kata Yudi.

Uniknya lagi, RS ini mengantarkan obat gratis untuk pasien menggunakan ojek online dengan jarak jangkauan 20-30 km. Pengataran obat gratis ini dikhususnya untuk pasien penyakit kronis. Selama ini antrian untuk ambil obat panjang bahkan sampai sore hari. Dengan fasilitas ini, pasien yang sudah dapat layanan boleh langsung pulang ke rumahnya, tidak perlu antri ambil obat.

"Nantinya petugas yang akan mengantarkan obat ke rumah pasien bersangkutan. Untuk memastikan obat tersebut sampai ke tangan pasien, monitoring dilakukan melalui foto, video dan tanda tangan serah terima obat antara pengantar dan pasien," tambah Yudi.

Dirut BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, bersama direksi BPJS Kesehatan berkesempatan mengunjungi RSU Aisyiyah Ponorogo untuk melihat secara langsung penerapan berbagai inovasi tersebut sekaligus berdialog langsung dengan peserta JKN-KIS yang dirawat di rumah sakit ini.

Fachmi mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi RSU Aisyiyah Ponorogo yang memberikan layanan terbaik dan berkualitas untuk peserta. Di tengah hiruk pikuk perubahan dan tantangan di era JKN-KIS, masih ada faskes yang terus memberikan layanan terbaik kepada masyarakat juga menyesuaikan diri dengan kebijakan yang ada.

"Di tengah dinamika layanan JKN-KIS saat ini, ternyata masih banyak RS yang berikan pelayanan sungguh-sungguh. Dari seluruh RS yang kami seleksi, RSU Aisyiyah-lah yang terbaik bukan hanya dari aspek kemanusiaan kepada pasien, tetapi juga memenuhi seluruh ketentuan kerja sama dengan BPJSK,” kata Fachmi.

BPJS Kesehatan Award selain dilaksanakan dalam rangka HUT BPJS Kesehatan ke-51, juga sebagai penghargaan terhadap faskes yang memiliki komitmen tinggi dalam menyukseskan JKN-KIS dan memberikan pelayanan yang berkualitas kepada peserta. Diharapkan, penghargaan ini dapat memberikan motivasi dan semakin meningkatkan komitmen faskes untuk memberikan pelayanan yang berkualitas kepada peserta.



Sumber: Suara Pembaruan