Iuran Naik 100% Atasi Defisit Jangka Panjang
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

BPJS Kesehatan

Iuran Naik 100% Atasi Defisit Jangka Panjang

Sabtu, 31 Agustus 2019 | 23:26 WIB
Oleh : Anselmus Bata / AB

Paringin, Kalsel - Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris menyatakan usulan kenaikan iuran hingga 100 persen bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) seperti yang diusulkan Menteri Keuangan Sri Mulyani merupakan upaya untuk mengatasi defisit lembaga tersebut untuk jangka panjang. Usulan tersebut dibuat berdasarkan audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terhadap seluruh aspek penyelenggaraan jaminan sosial kesehatan yang dijalankan BPJS Kesehatan. Tahun ini, defisit BPJS Kesehatan diproyeksikan mencapai Rp 32,8 triliun.

Hal tersebut disampaikan Fachmi kepada wartawan di Paringin, ibu kota Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (31/8/2019).

Seperti diberitakan, Sri Mulyani mengusulkan kenaikan iuran untuk peserta JKN-KIS yang bukan penerima bantuan iuran (PBI) untuk kelas II dan kelas I. Iuran peserta kelas II diusulkan naik menjadi Rp 110.000 dari sebelumnya Rp 51.000 dan kelas I menjadi Rp 160.000 dari sebelumnya Rp 80.000. Untuk peserta kelas III yang kini membayar Rp 25.500 diusulkan naik menjadi Rp 42.000, sama seperti besaran iuran yang dibayar pemerintah bagi PBI.

Menurut Fachmi, usulan yang disampaikan Sri Mulyani dibuat berdasarkan bukti yang kuat dan dilakukan dengan sangat hati-hati. "Setelah BPKP melakukan audit, memang iuran saat ini belum sesuai hitungan aktuaria. Semua varian telah dihitung BPKP dan memang underprice. Skenario tersebut dibuat untuk jangka panjang atau lebih dari lima tahun," katanya.

Meski demikan, lanjut Fachmi, pihaknya akan mengikuti apa pun keputusan pemerintah terkait iuran peserta JKN-KIS. "Apa pun keputusan pemerintah, kami siap laksanakan," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Tulus Abadi dari YLKI mengaku khawatir akan terjadi lebih banyak tunggakan iuran peserta non-PBI apabila pemerintah menaikkan iuran JKN-KIS seperti yang diusulkan Sri Mulyani. Saat ini saja, jumlah tunggakan dari peserta mencapai 54 persen.

Menurutnya, kenaikan iuran yang paling memungkinkan seperti yang diusulkan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN). Lembaga pengawas BPJS tersebut mengusulkan iuran untuk peserta kelas III Rp 42.000, kelas II Rp 80.000, dan kelas I Rp 120.000.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Majukan Industri Alat Kesehatan, Indonesia Kerja Sama Korea

Saat ini industri alkes Indonesia masih terbatas pada teknologi rendah dan medium.

KESEHATAN | 31 Agustus 2019

RS Jantung Diargam Layani Pasien BPJS Kesehatan

RS Jantung Diagram juga melayani pasien pengguna BPJS Kesehatan.

KESEHATAN | 29 Agustus 2019

Pengusaha Alat Kesehatan Terancam Gulung Tikar

Banyaknya kelemahan dalam kebijakan dan tata kelola, berdampak masif bagi bisnis alat kesehatan.

KESEHATAN | 29 Agustus 2019

Waspada Kekurangan Protein di Masa Tumbuh Kembang Anak

Anak membutuhkan konsumsi nutrisi seimbang termasuk protein dalam masa tumbuh kembang.

KESEHATAN | 28 Agustus 2019

Menkes Sebut Ubah Perilaku Sehat Masyarakat Butuh Waktu

Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan, untuk mengubah perilaku hidup sehat masyarakat membutuhkan proses dan tidak bisa dalam waktu yang singkat.

KESEHATAN | 27 Agustus 2019

Menkeu Usulkan Iuran BPJS Kesehatan Naik Dua Kali Lipat

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengusulkan iuran BPJS Kesehatan untuk peserta mandiri kelas satu naik dua kali lipat dari Rp 80.000 menjadi Rp 160.000.

KESEHATAN | 27 Agustus 2019

Butuh 10 Tahun untuk Proses Bajakah Menjadi Obat Kanker

Siswanto mengatakan, penelitian awal yang dilakukan para pelajar ini baru sebatas kuantitatif, belum berdasarkan metodologi yang betul.

KESEHATAN | 27 Agustus 2019

Kemkes Dukung Penelitian Lanjutan Bajakah Sebagai Obat Kanker

Masih perlu dibuktikan secara kajian ilmiah melalui uji praklinis (pada hewan) dan uji klinis (pada manusia)

KESEHATAN | 27 Agustus 2019

Siloam Bekasi Timur Berbagi Kasih ke Panti Asuhan Rumah Shalom

Acara berbagi kasih ini sekaligus merayakan HUT ke-2 Rumah Sakit Siloam Bekasi.

KESEHATAN | 26 Agustus 2019

"Jangan Ada Lagi Antrean Panjang Pasien"

"Sakit atau tidak sakit, premi BPJS Kesehatan harus tetap dibayar."

KESEHATAN | 25 Agustus 2019


TAG POPULER

# Varian Baru Covid-19


# Rizieq Syihab


# Bandara Komodo


# Maradona


# Perintis Triniti Properti



TERKINI

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid, Pemkot Tangerang Siap Tambah Rumah Isolasi Terkonsentrasi

KESEHATAN | 17 menit yang lalu










TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS