Kemkes Tegaskan Tak Ada Lagi Pemberian Obat Kedaluwarsa di Puskesmas

Kemkes Tegaskan Tak Ada Lagi Pemberian Obat Kedaluwarsa di Puskesmas
ilustrasi obat ( Foto: ist / ist )
Dina Manafe / FER Minggu, 1 September 2019 | 22:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Kesehatan (Kemkes) mengingatkan seluruh fasilitas kesehatan khususnya puskesmas untuk mematuhi standar operasional prosedur (SOP) pelayanan obat kepada pasien. Kasus pemberian obat kedaluwarsa oleh Puskesmas Kamal Muara, Jakarta Utara, baru-baru ini, merupakan kasus terakhir dan tidak boleh terulang kembali.

Hal ini ditegaskan Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemkes, Engko Sosialine Magdaline, dalam keterangan resmi yang diterima Beritasatu.com, di Jakarta, Minggu (1/9/2019).

Menurut Engko, Kemkes prihatin atas kejadian tersebut dan terus berkoordinasi dengan Dinkes DKI Jakarta untuk evaluasi.

"Kami berharap ke depannya seluruh Puskesmas dalam melakukan pelayanan kefarmasian tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kasus tersebut,” kata Engko.

Menurut Engko, pemberian obat kedaluwarsa ini tidak serta merta disebabkan oleh kelalaian atau kesengajaan petugas, perlu evaluasi secara mendalam. Dirjen Engko menambahkan, Kemkes sudah menerbitkan Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas berdasarkan Permenkes 74/2016.

Kemkes sendiri sudah berkoordinasi dengan Dinkes DKI Jakarta karena puskesmas Kamal Muara ada di wilayahnya. Koordinasi dilakukan untuk mengevaluasi kembali standar pelayanan obat di puskesmas. Menurut Engko, semua SOP sudah dimiliki setiap puskesmas, namun masih perlu monitoring dan evaluas apakah SOP itu sudah benar-benar diterapkan karena ini persoalan kualitas dalam pelayanan.

Dalam SOP kefarmasian, kata Engko, ada istilah yang dikenal dengan first expired first out, yang artinya obat kedaluarsa harus lebih cepat atau lebih dahulu digunakan. Sementara yang sudah kedaluarsa harus dipisahkan sehingga tidak terjadi kesalahan di pelayanan kefarmasian.

Dinkes DKI Jakarta, lanjut Engko, harus melakukan evalusi tidak hanya di Puskesmas Kamal Muara, tetapi juga di semua puskesmas di wilayah DKI Jakarta. Kasus di Puskesmas Kamal, lanjut Engko, seyogianya menjadi pembelajaran berharga untuk seluruh faskes. Setiap pelayanan harus dilakukan sesuai SOP, dan puskesmas perlu mengantisipasi agar kasus ini tidak terulang kembali.

Diketahui, baru-baru ini, seorang pasien ibu hamil bernama Novi Sri Wahyuni melaporkan Puskesmas Kamal Muara ke pihak kepolisian karena mengaku mendapatkan obat kedaluwarsa saat mengontrol kandungan ke puskesmas tersebut. Novi juga mendatangi puskesmas tersebut untuk komplain lantaran setelah mengonsumsi obat tersebut perut terasa sakit/keras, janin sakit, muntah-muntah, dan kepala pusing.

Pihak puskesmas pun mengakui telah memberikan obat kedaluwarsa kepada Novi. Pihak puskesmas dikabarkan telah meminta maaf kepada korban. Mereka bertanggung jawab dengan merujuk Novi ke RS BUN untuk menjalani pemeriksaan, dan akan mengawasi pasien sampai persalinan.




Sumber: Suara Pembaruan