Cegah Kerusakan Saraf Tepi dengan Senam Neuromove

Cegah Kerusakan Saraf Tepi dengan Senam Neuromove
Dalam rangka menyambut Hari Olahraga Nasional pada 9 September, P&G Health melalui brand Neurobion melatih senam Neuromove melalui program training of trainers (TOT) kepada lima puluh instruktur senam berpengalaman dari Jabodetabek, bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) di Jakarta, Selasa, 3 September 2019. ( Foto: Investor Daily / Indah Handayani )
Indah Handayani / FER Selasa, 3 September 2019 | 16:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Neuropati merupakan kerusakan saraf tepi yang ditandai dengan gejala kebas dan kesemutan sehingga dapat menurunkan kualitas hidup penderita. Kerusakan ini bisa dicegah, salah satunya dengan senam Neuromove.

Spesialis Kedokteran Olahraga dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO), dr Ade Tobing SpKO, mengatakan, kerusakan saraf tepi ditandai dengan gejala kebas dan kesemutan dapat menurunkan kualitas hidup penderita. Aktivitas sehari-hari juga ada yang berisiko gejala neuropati misalkan terlalu lama mengetik di laptop, duduk di posisi yang sama berjam-jam, atau mengendarai motor berdurasi lama.

"Jika aktivitas tersebut dilakukan dengan posisi yang salah dan tidak diimbangi dengan latihan fisik, maka dapat menyebabkan gangguan saraf tepi seperti kram otot, sciatica, atau carpal tunnel syndrome," ungkap Ade di Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Ade mengatakan, senam neuromove dapat menjadi alternatif pencegahan neuropati yang mudah dilakukan kapan saja dimana saja.

"Senam Neuromove merupakan latihan fisik yang didesain secara khusus untuk mengaktifkan sel-sel saraf, seperti gerakan menyilang batang tubuh, koordinasi bola mata, tangan, kaki, keseimbangan, dan fokus pada gerakan stretching yang dapat menghindari cedera dan mencegah gejala neuropati," jelasnya.

Menurut Ade, gerakan senam Neuromove yang berdurasi 30 menit ini terdiri dari latihan pemanasan (aerobik dan peregangan), gerakan inti, latihan keseimbangan, dan latihan pendinginan.

"Senam neuromove merupakan latihan fisik yang didesain khusus untuk mengaktifkan sel-sel saraf dan fokus pada gerakan stretching yang dapat menghindari cedera dan mencegah gejala neuropati," tandas Ade.

P&G Consumer Health Indonesia, Wens Arpandy menambahkan, senam neuromove merupakan bagian dari komitmen pihaknya untuk meningkatkan kesehatan saraf masyarakat Indonesia, yang dipersembahkan oleh brand Neurobion.

"Untuk mensosialisasikan senam kesehatan saraf neuromove, kami memiliki program training of trainers (TOT) kepada lima puluh instruktur senam berpengalaman dari Jabodetabek, bekerja sama dengan PDSKO," kata Wens.

Wens berharap, sosialisasi tersebut bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas lagi dan tidak tertutup kemungkinan program ini juga dijalankan di kota-kota besar lainnya di Indonesia. Kedepannya, para instruktur senam akan mengajarkan senam Neuromove ini ke masyarakat luas dengan target lebih dari 5.000 orang.

"Training of trainers (TOT) ini juga merupakan bagian dari dukungan terhadap Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang digalakkan oleh pemerintah," tutupnya.



Sumber: Investor Daily