Gaya Hidup Organik di Indonesia Makin Meningkat

Gaya Hidup Organik di Indonesia Makin Meningkat
Pengunjung memanen sayur kankung hidroponik organik di Pradipto Farm di kampung Cilegong desa Mekarwangi kecamatan Cisauk Tangerang, Banten, Sabtu 1 Desember 2018, ( Foto: Beritasatu Photo/Uthan / Uthan )
Indah Handayani / FER Rabu, 4 September 2019 | 16:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pertumbuhan pasar organik di Indonesia terus meningkat. Hal ini didorong peningkatan daya beli masyarakat dan alasan hidup lebih sehat. Pertumbuhan pasar organik di Indonesi diperkirakan sekitar 15 persen hingga 20 persen.

Alasan konsumen memilih produk organik menurut riset adalah ingin hidup lebih sehat. Karena ada kelebihan produk organik dibandingkan produk non-organik, yaitu bebas pestisida dan bebas GMO. Selain itu, alasan yang mendorong konsumen beralih ke produk organik adalah isu lingkungan dan kesejahteraan hewan. Jenis produk organik yang sudah banyak tersedia di Indonesia adalah beras, buah dan sayuran, ayam, telur, susu dan yogurt dan produk perkebunan (madu, kopi dan vanila).

Guru Besar Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Ir Ali Khomsan MS, mengatakan,  penelitian terhadap susu organik dari sisi kandungan gizi, kandungan susu organik berbeda dengan susu konvensional. Namun laporan lain mengklaim tidak ada perbedaan. Jadi belum ada kesimpulan.

"Ada studi yang mengatakan kadar omega-3 dan omega-6 pada susu organik lebih tinggi, yaitu pada susu yang dihasilkan dari sapi yang mengonsumsi rumput hijau (grass milk). Tetapi untuk gizi makronya (lemak, protein, karbohidrat) tidak ada perbedaan signifikan,” ujar Ali dalam keterangan persnya, Rabu (4/9/2019).

Spesialis Gizi Klinis dari FKUI, Dr Fiastuti Witjaksono, menjelaskan, meningkatnya kesadaran untuk hidup sehat di masyarakat, salah satunya pangan organik, harus dimanfaatkan dengan baik.

"Selama ini konsumen makanan organik kebanyakan pada penderita kanker, atau anak berkebutuhan khusus. Seharusnya makanan organik dikonsumsi untuk tindakan preventif. Makan makanan sehat adalah investasi agar terhindar dari berbagai penyakit kronis," jelas Fiastuti.

Konsultan makanan dan peternakan dari kedutaan Denmark, Erika T Luquin menambaahkan, dibutuhkan waktu 30 tahun dari awal membangun kesadaran tentang organik hingga saat ini di mana produk-produk organik sudah menjadi konsumsi sehari-hari masyarakat Denmark. Denmark termasuk negara pertama yang membuat legislasi tentang produk organik.

"Kuncinya adalah terus berinovasi. Melalui Organic Action Plan, kami mendukung riset, menyediakan program bagi peternak yang ingin mengubah peternakannya dari konvensional menjadi peternakan organik. Targetnya menggandakan area organik, dari tahun 2007 sampai 2020," tandas Erika.



Sumber: Investor Daily