Iuran Naik, BPJS Akan Bebas Defisit hingga 2021
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Iuran Naik, BPJS Akan Bebas Defisit hingga 2021

Kamis, 5 September 2019 | 12:00 WIB
Oleh : Dina Manafe / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Usulan kenaikan iuran peserta JKN-KIS khusus peserta mandiri kelas III masih menuai pro dan kontra. DPR sendiri sudah secara tegas menolak besaran yang diusulkan tersebut sebesar Rp 42.000, naik dari iuran sekarang sebesar Rp 25.500 per orang per bulan. Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) yang diberi mandat oleh UU SJSN untuk menghitung iuran dan mengusulkannya kepada presiden meyakini penetapan iuran tersebut sudah rasional.

Komisioner DJSN dan spesialis aktuaria, Angger Yuwono mengatakan, kenaikan iuran kelas III peserta mandiri atau pekerja bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja sudah diperhitungkan secara matang. Besaran ini pun disepakati Kementerian Keuangan (Kemkeu), dan disamakan dengan kenaikan untuk peserta penerima bantuan iuran (PBI).

Angger menjelaskan, saat menggodok simulasi kenaikan iuran tersebut, DJSN menargetkan BPJSK tidak lagi defisit sampai akhir 2021, dan menghasilkan surplus. Kenaikan iuran ini akan menjaga ekosistem pelayanan JKN-KIS berjalan lancar, karena tidak ada lagi tunggakan pembayaran klaim ke rumah sakit dan perusahaan obat.

Selain kenaikan iuran, DJSN juga merekomendasikan adanya pembenahan tata kelola JKN-KIS untuk mengendalikan biaya. Misalnya, BPJSK perlu menekan potensi kecurangan (fraud) di layanan, menekan klaim Ina CBGs di rumah sakit karena angka rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama masih tinggi, dan data kepesertaan PBI dibenahi.

Angger menjelaskan, kemungkinan DPR dan sejumlah elemen masyarakat menolak kenaikan tersebut karena belum memahami latar belakang perhitungannya. Sangat disayangkan karena yang ditolak DPR adalah segmen peserta yang paling besar menggunakan dana JKN-KIS, tetapi iurannya justru tidak sesuai.

Dalam menetapkan besaran iuran peserta, DJSN menggunakan data-data pengalaman JKN-KIS selama lima tahun terakhir. Mulai dari biaya kesehatan per orang per bulan, kenaikan jumlah peserta hingga kenaikan upah. Dari data pengalaman tersebut, DJSN mensimulasikan besaran iuran yang tepat untuk delapan kelas peserta, yaitu PBI, tiga kelas peserta mandiri (kelas I, kelas II, kelas III), dua kelas pekerja penerima upah (PPU) pemerintah (kelas I dan kelas II), serta dua kelas PPU swasta.

“Hitungan kami sudah sangat rasional, berdasarkan pengalaman perbandingan biaya kesehatan tiap segmen, tren layanan, dan data-data yang ada,” kata Angger kepada SP, Kamis (5/9).

Menurut Angger, dari simulasi tersebut DJSN sepakat untuk menetapkan peserta mandiri kelas III naik dari Rp 25.500 sekarang ini menjadi Rp 42.000. Ini dihitung dari rata-rata biaya kesehatan yang digunakan peserta kelas III per orang per bulannya hingga akhir 2018 sebesar hampir Rp 124.000. BPJS Kesehatan (BPJSK) memperkirakan rata-rata biaya kesehatan peserta ini naik sebesar Rp 125.000 per orang per bulan di akhir 2019, dan kenaikan yang sama di 2020. Dengan kata lain, biaya kesehatan yang dinikmati peserta mandiri kelas III ini hampir lima kali lebih besar dari iuran yang dibayarkannya selama ini.

Di asuransi komersial, secara teori besaran iuran harusnya sama dengan perkiraan biaya kesehatan untuk tahun yang akan dilalui, sehingga idealnya besaran iuran sebesar Rp124.000. Namun, karena JKN-KIS adalah asuransi sosial yang mengusung prinsip gotong royong, maka selisih dari peserta kelas III ini disubsidi dari segmen peserta lainnya.

Tingginya selisih antara biaya kesehatan yang dimanfaatkan dan iuran peserta juga terjadi pada peserta mandiri kelas II dan kelas I. Biaya kesehatan kelas II rata-rata per orang per bulan adalah Rp 190.000 atau 3,5 kali lebih besar dari iuran. Sedangkan kelas I sebesar Rp 272.000 per orang per bulan, atau 3,4 kali lebih tinggi dari iuran.

“Kondisi inilah yang sebabkan BPJSK defisit sejak awal. Lucunya, kenaikan iuran pada segmen peserta yang rasio klaimnya paling tinggi ini justru tidak disetujui oleh DPR,” kata Angger.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

Hijavit-D Rekomendasi Nutrisi dan Vitamin untuk Ibu Hamil

Hijavit-D adalah suplemen makanan yang mengandung komposisi seimbang vitamin dan mineral, yang dapat mencukupi kebutuhan nutrisi selama masa kehamilan.

KESEHATAN | 19 September 2021

Ini Pentingnya Jaga Kecukupan Hidrasi Bagi Ibu Hamil dan Menyusui

Kecukupan hidrasi sangat dibutuhkan ibu yang tengah hamil dan menyusui guna mengurangi berbagai penyakit dan risiko terhadap janin serta bayi.

KESEHATAN | 19 September 2021

Kabar Gembira, Kesembuhan Covid-19 Lebih Banyak 3.952 Dibanding Penambahan Positif

Angka kesembuhan di 34 provinsi se-Tanah Air mencapai 6.86 sementara penambahan kasus positif 2.234.

KESEHATAN | 19 September 2021

Update Covid-19: Membaik, Kasus Aktif Turun Jadi 60.069 Orang

Kasus aktif Covid-19 mengalami penurunan sebanyak 4.097 orang, sehingga total kasus aktif sebanyak 60.969 orang.

KESEHATAN | 19 September 2021

Erick Thohir Tinjau Penerapan Pedulilindungi di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk

Dalam persyaratan perjalanan telah diatur bahwa vaksinasi dan hasil negatif tes Covid-19 adalah keharusan bagi setiap masyarakat.

KESEHATAN | 19 September 2021


Disiplin Prokes dan Vaksinasi, Kunci Ubah Pandemi Jadi Endemi

Untuk melanjutkan transisi pandemi menuju endemi, maka masyarakat perlu meningkatkan kesadaran pentingnya protokol kesehatan (prokes) dan vaksinasi

KESEHATAN | 18 September 2021

Sentra Vaksinasi Covid-19 MNC Peduli di Bogor Dihadiri Miss Indonesia

Sentra Vaksinasi Covid-19 yang dihelat MNC Peduli bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dan Puskesmas Curugbitung dihadiri Miss Indonesia 2020 Carla Yules.

KESEHATAN | 18 September 2021

Update Covid-19: Tren Kasus Aktif Menurun, Tetap Waspada

Penanganan Covid-19 di Tanah Air terus membaik namun harus tetap waspada

KESEHATAN | 18 September 2021

Mendagri Minta Pemerintah Desa Serius Tangani Stunting

Menurut Mendagri Tito Karnavian bila masalah stunting ini tidak ditangani dengan baik, maka Indonesia Emas 2045 hanya sebatas mimpi.

KESEHATAN | 18 September 2021


TAG POPULER

# Myanmar


# Ali Kalora


# Mujahidin Indonesia Timur


# Inter Milan


# Persib



TERKINI
Sebagian Besar Jakarta Cerah Berawan Hari Ini

Sebagian Besar Jakarta Cerah Berawan Hari Ini

MEGAPOLITAN | 23 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings