Ini Hitungannya, Kenapa Iuran BPJS Kesehatan Harus Naik
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ini Hitungannya, Kenapa Iuran BPJS Kesehatan Harus Naik

Kamis, 5 September 2019 | 23:00 WIB
Oleh : Dina Manafe / HA

Jakarta, Beritasatu.com - Usulan kenaikan tarif iuran Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) khusus buat peserta mandiri oleh pemerintah masih menuai pro dan kontra. DPR menolak besaran yang diusulkan untuk kelas III peserta mandiri sebesar Rp 42.000, naik dari sekarang ini Rp 25.500 per orang per bulan. DPR beralasan banyak peserta kelas III tidak mampu membayar, dan data penduduk miskin yang dijamin oleh negara melalui segmen penerima bantuan iuran (PBI) masih bermasalah.

Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) yang diberi mandat oleh UU SJSN untuk menghitung iuran dan mengusulkannya kepada presiden meyakini besaran iuran yang mereka usulkan sudah rasional. Besaran Rp 42.000 untuk kelas III peserta mandiri atau pekerja bukan penerima upah (PBPU) disepakati Kementerian Keuangan (Kemkeu), dan disamakan dengan tarif untuk PBI.

Aktuaris DJSN Angger Yuwono mengatakan, kemungkinan DPR dan sejumlah elemen masyarakat menolak kenaikan tersebut karena belum memahami latar belakang perhitungannya. Sangat disayangkan, karena yang ditolak DPR adalah segmen peserta yang menggunakan dana JKN paling besar, tetapi iurannya tidak sesuai.

Angger menjelaskan, kenaikan iuran kelas III peserta mandiri sudah diperhitungkan secara matang. Saat menetapkannya, DJSN menggunakan data-data pengalaman JKN-KIS selama lima tahun terakhir. Mulai dari biaya kesehatan per orang per bulan, kenaikan jumlah peserta hingga kenaikan upah. Dengan data itu DJSN membuat simulasi iuran yang bervariasi untuk delapan kelas peserta, yaitu PBI, tiga kelas peserta mandiri (kelas I, kelas II, kelas III), dua kelas pekerja penerima upah (PPU) pemerintah (kelas 1 dan kelas II), serta dua kelas PPU swasta.

“Dari simulasi itu kami sepakat untuk peserta mandiri kelas III naik dari Rp 25.500 sekarang ini menjadi Rp 42.000. Lalu kelas II naik Rp 75.000, dan kelas I naik jadi Rp 110.000. Ini dihitung dari rata-rata biaya kesehatan yang digunakan peserta kelas III per orang per bulannya hingga akhir 2018,” kata Angger, Kamis (5/9/2019).

Menurut Angger, biaya kesehatan yang dinikmati peserta mandiri kelas III ini hampir lima kali lebih besar dari iuran yang dibayarkannya selama ini. Biaya kesehatan rata-rata per bulannya sebesar Rp 124.000, tetapi iuran yang dibayar hanya Rp 25.500. Diperkirakan rata-rata biaya kesehatan peserta kelas III ini akan naik sebesar Rp 125.000 per orang per bulan di akhir 2019, dan kenaikan yang sama di 2020.

Pada asuransi komersial secara teori besaran iuran harusnya sama dengan perkiraan biaya kesehatan untuk tahun yang akan dilalui, sehingga idealnya besaran iuran sebesar Rp 124.000. Tetapi, karena JKN-KIS adalah asuransi sosial yang mengusung prinsip gotong royong, maka selisih dari peserta kelas III ini disubsidi dari segmen peserta lainnya.

Tingginya selisih antara biaya kesehatan yang dimanfaatkan dengan iuran juga terjadi pada peserta mandiri kelas II dan kelas I. Biaya kesehatan kelas II rata-rata per orang per bulan adalah Rp 190.000 atau 3,5 kali lebih besar dari iuran. Sedangkan kelas I sebesar Rp 272.000 per orang per bulan atau 3,4 kali lebih tinggi dari iuran.

“Kondisi inilah yang sebabkan BPJS Kesehatan defisit sejak awal. Lucunya, kenaikan iuran pada segmen peserta yang rasio klaimnya paling tinggi ini justru tidak disetujui oleh DPR,” kata Angger.

Angger menjelaskan, saat menggodok simulasi kenaikan iuran tersebut DJSN menargetkan BPJS Kesehatan tidak lagi defisit sampai akhir 2021, bahkan menghasilkan surplus ke depan. Kenaikan iuran ini akan menjaga ekosistem pelayanan JKN-KIS berjalan lancar, karena tidak ada lagi tunggakan pembayaran klaim ke rumah sakit dan perusahaan obat. Hingga akhir 2019 diperkirakan BPJS Kesehatan defisit hingga Rp 32,84 triliun. Hingga Agustus saja tunggakan yang jatuh tempo ke rumah sakit diperkirakan sudah mencapai Rp 11 triliun.

Selain kenaikkan iuran, DJSN juga merekomendasikan adanya pembenahan tata kelola JKN-KIS untuk mengendalikan biaya layanan. Misalnya, BPJS Kesehatan perlu menekan potensi kecurangan (fraud) di fasilitas kesehatan, menekan klaim Ina CBGs di rumah sakit karena angka rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama masih tinggi, dan data kepesertaan PBI dibenahi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

Pengendalian Asupan Garam Bantu Wujudkan Hidup Lebih Sehat

Penggunaan MSG bisa menjadi strategi diet rendah garam. Sebab, kandungan natrium dalam MSG hanya 1/3 dari kandungan natrium pada garam dapur biasa.

KESEHATAN | 22 September 2021

Ini 4 Mitos Keaslian Madu

Beberapa mitos tentang madu beredar di masyarakat dan tak semuanya benar.

KESEHATAN | 22 September 2021

Ini Cara Vaksinasi Luar Negeri Dapat Sertifikat Terintegrasi PeduliLindungi

Warga negara asing (WNA) maupun WNI yang mendapatkan vaksin Covid-19 dari luar negeri, maka dapat memperoleh sertifikat yang teritegrasi dengan PeduliLindungi

KESEHATAN | 22 September 2021

Intervensi Pengendalian Pandemi Harus Bersamaan

Wiku Adisasmito mengatakan, pandemi Covid-19 adalah hal yang kompleks sehingga intervensi pengendalian tidak bisa tunggal bahkan harus bersamaan

KESEHATAN | 22 September 2021

Wiku: Masyarakat Tak Perlu Khawatir Permenkumham 34/2021

Wiku Adisasmito meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan terbitnya Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Permenkumham) 34/2021

KESEHATAN | 21 September 2021

Pfizer-Biontech Nyatakan Vaksin Covidnya Aman untuk Anak

Pfizer dan Biontech menyatakan hasil uji coba menunjukkan vaksin Covid-19 mereka aman.

KESEHATAN | 21 September 2021

Tren Kasus Covid-19 Global Tak Memberi Dampak Signifikan pada Perkembangan di Indonesia

lonjakan kasus di Indonesia pada Juli 2021, tidak disebabkan oleh naiknya kasus global atau datang dari negara lain, melainkan dari dalam Indonesia sendiri.

KESEHATAN | 21 September 2021

Waspada Gelombang Ketiga Covid-19, Satgas Ingatkan Disiplin Prokes

Melihat pola kasus di Indonesia yang berselang 3 bulan dari negara lain seperti India, Malaysia dan Jepang, maka disiplin prokes sangat penting.

KESEHATAN | 21 September 2021

Wiku: Kasus Aktif Covid-19 Turun hingga 1%

Wiku Adisasmito mengatakan, perkembangan Covid-19 di Indonesia minggu ini kembali mengalami penurunan yang cukup drastis hingga menyentuh 1%

KESEHATAN | 21 September 2021

Nadia Sebut Vaksinasi Lansia Rendah karena Pengaruh Persepsi yang Salah dalam Masyarakat

Banyak lansia yang masih menolak divaksin karena takut akan efek samping yang ditimbulkan dari suntikan vaksin.

KESEHATAN | 21 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Waskita Beton Precast Garap Proyek Interchange Dukuh Atas

Waskita Beton Precast Garap Proyek Interchange Dukuh Atas

EKONOMI | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings