Awas, 3 Orang Meninggal Akibat Penyakit Misterius yang Diduga dari Vape!

Awas, 3 Orang Meninggal Akibat Penyakit Misterius yang Diduga dari Vape!
Rokok elektronik (vape). ( Foto: Antara / M Agung Rajasa )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Sabtu, 7 September 2019 | 15:20 WIB

Amerika Serikat, Beritasatu.com - Sedikitnya tiga warga AS meninggal dunia akibat penyakit paru-paru misterius yang diduga disebabkan oleh rokok listrik atau vape. Demikian disampaikan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada hari Jumat (6/9/2019).

Kasus meninggal ditemukan di Oregon, Illinois dan Indiana. Ada kasus kematian keempat yang hingga saat ini masih diivestigasi pihak yang berwenang. CDC mendesak warga berhenti menggunakan rokok elektrik.

"Sampai kami menemukan penyebab dan selama investigasi ini berlangsung, kami merekomendasikan untuk tidak menggunakan rokok listrik," kata pengawas CDC Dana Meaney-Delman.

Petugas kesehatan federal saat ini mempelajari 450 kasus terkait vaping. CDC juga mengimbau warga untuk tidak sembarangan membeli rokok listrik di jalanan atau menambahkan zat-zat yang tidak sesuai peruntukannya.

Sebagian besar pasien menjadi sakit setelah menghisap vape yang mengandung THC, sejenis zat yang mengandung ekstrak ganja dan dapat menyebabkan teler. Namun, ada juga pasien yang hanya mengonsumsi zat nikotin.

Food and Drugs Administration (FDA) AS tengah menganalisa 120 sampel untuk mencari zat-zat seperti nikotin, THC, cannabinoid, opioid, vitamin E acetate hingga racun. Namun, sejauh ini belum dapat disimpulkan penyebab penyakit misterius tersebut.

Gejala-gejala penyakit antara lain kesulitan bernapas, napas pendek, dan nyeri dada. Beberapa pasien mengalami muntah dan diare, demam dan kelelahan. Dr. Dixie Harris dari RS Intermountain Healthcare di Utah mengatakan hasil x-ray dari 24 kasus menunjukkan flek hitam pada paru-paru serupa pneumonia viral atau infeksi saluran pernafasan akut. Hasil bronchoscopy tidak ditemukan adanya infeksi. Semua pasien Dr. Harris mengaku menghisap vape. Sebagian menggunakan cairan vape dengan zat-zat ganja (cannabinoid) seperti THC dan CBD, dan ada juga yang mengoplos zat-zat tersebut.



Sumber: CNBC