Wanita Mengalami Risiko Depresi Dua Kali Lipat

Wanita Mengalami Risiko Depresi Dua Kali Lipat
Ilustrasi depresi wanita ( Foto: alodokter.com )
Winda Ayu Larasati / WIN Rabu, 11 September 2019 | 16:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Depresi dapat dialami oleh siapa saja, baik pria maupun wanita. Namun, perempuan diyakini dapat mengalami risiko depresi dua kali lipat daripada laki-laki. Hal yang dapat meningkatkan risiko depresi tersebut yakni perubahan hormonal pada wanita.

Perempuan yang mengalami depresi dan gejala mulai dari rasa sedih, kehilangan minat dan semangat melakukan kegiatan yang menyenangkan dapat memicu keinginan bunuh diri. Beratnya keluhan tergantung dengan tingkat depresi yang terjadi.

Alasan biologis

Perubahan hormonal seperti estrogen dan progesteron mempengaruhi sistem saraf yang berhubungan dengan suasana hati.

Meningkatnya risiko gangguan kesehatan mental, termasuk depresi. Perubahan kadar hormon pada perempuan terjadi ketika menstruasi, hamil, keguguran, melahirkan dan menopause.

Alasan psikologis

Wanita mengalami fase kehidupan yang dapat mempengaruhi kondisi psikis dari mulai pendidikan, karir, menikah, memiliki anak dan membesarkan anak.

Wanita memiliki cara yang unik saat menghadapi masalah dengan mempertimbangkan dan memikirkan berbagai hal dan kemungkinan, serta lebih melibatkan perasaan saat berada suatu hubungan baik dengan teman, kerabat, dan pasangan.

Beragam tahapan kehidupan serta cara merespon keadaan mempengaruhi kesehatan mental lebih mengalami depresi.

Alasan sosial dan budaya

Budaya di masyarakat yang menilai wanita harus memiliki sikap lembut, dapat mengasuh dan mendidik, serta harus peka dengan orang lain. Penilaian dan budaya tersebut rentan menjadikan wanita mendefinisikan dirinya melalui pendapat orang lain. Hal itu dapat mempengaruhi kesehatan mentalnya. Tidak heran, jika wanita lebih mengalami stress.

Tidak hanya itu, tuntutan wanita yang harus bisa berperan ganda juga mempengaruhi diri sendiri. Seperti takut direndahkan bila hanya menjadi istri dan ibu rumah tangga, namun di sisi lain dituntut bertanggung jawab atas segala urusan rumah tangga.

Peran ganda yang dilakukan jika tidak ada dukungan dari pasangan dan keluarga dapat memicu rasa lelah, jenuh, stres bahkan depresi.

Depresi yang tidak ditangani dengan baik bisa menimbulkan gangguan kesehatan. Bahkan pada tingkat yang berat, depresi dapat mengancam nyawa penderitanya.

Untuk itu, pertolongan dapat dimulai dari hal sederhana seperti mulai menghargai diri sendiri, melakukan hal yang menyenangkan, mengelola stres dengan cara positif, menerapkan pola hidup sehat hingga meminta bantuan psikolog dan psikiater. Hal tersebut agar kesehatan mental bisa terpantau baik.



Sumber: Alodokter.com