Sepuluh Tahun Berdiri, Yayasan Hayandra Peduli Perluas Penangan Medis

Sepuluh Tahun Berdiri, Yayasan Hayandra Peduli Perluas Penangan Medis
dr. Karina F. Moegni, SpBP. ( Foto: dok )
/ YUD Sabtu, 14 September 2019 | 22:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Yayasan Hayandra Peduli sebagai salah satu yayasan yang peduli dalam membantu masyarakat luas yang kurang mampu untuk memperoleh hak mereka dalam mengakses layanan kesehatan spesialis seperti operasi bedah, pada hari ulang tahun ke-10 bertekad dapat terus memperluas layanannya tidak hanya yang menyangkut penyakit kulit dan bedah plastik namun juga dapat menangani berbagai penanganan medis lainnya.

Menurut dr. Karina F. Moegni, SpBP, putri dari dr. Ratna selaku pendiri Yayasan Hayandra Peduli, setelah 10 tahun berdiri semenjak tahun 2009 silam, Hayandra berkomitmen untuk terus memperluas layanannya menjadi lebih lengkap seperti penyakit dalam, anti aging, bedah umum, neurologi, psikologi, gigi serta layanan terapi sel autologus.

Seperti diketahui sebelumnya diawal pendiriannya, Yayasan Hayandra Peduli melakukan berbagai macam kegiatan bakti sosial, termasuk diantaranya bakti sosial operasi bibir sumbing, langit-langit mulut serta pemeriksaan mata bagi masyarakat yang kurang mampu.

Pada tahun 2013 lalu menurut Dr. dr Karina, Yayasan Hayandra Peduli memutuskan untuk fokus ke layanan operasi sumbing dan langit-langit mulut dengan mengusung program “Miles of Smiles” yang dilakukan tidak hanya di Jakarta namun juga di kota-kota lainnya di seluruh Indonesia, seperti Kupang, Ende, Lampung, Bengkulu, Gorontalo, Padang, Pontianak, Pekalongan bahkan sampai ke Jayapura.

Dalam perkembangan selanjutnya, Yayasan Hayandra Peduli jelas Dr. dr. Kirana akhirnya memutuskan untuk membangun Klinik Hayandra dan Hayandra lab yang berlokasi di Jl. Kramat 6, Jakarta Pusat. Hayandra lab sendiri telah menjadi laboratorium yang secara resmi berizin untuk menyelenggarakan pengolahan sel bagi aplikasi klinis.

Yayasan Hayandra Peduli papar Dr. dr. Kirana juga mengerti akan pentingnya riset yang berkesinambungan dalam mendukung layanan terapi yang aman, efektif dan efisien. Sebagai catatan terapi sel di Indonesia harus sesuai dan mengacu kepada dengan Permenkes No. 32 tahun 2018 dengan mengikuti kaidah riset berbasis layanan.

“Launching Hibah Riset Hayandra diharapkan dapat berguna bagi para peneliti yang tertarik untuk bersama-sama dengan Hayandra mengembangkan teknologi terapi sel di Indonesia, sehingga mampu menjadi tuan rumah di negara sendiri,” demikian dikatakan Dr. dr. Kirana dalam sesi tanya jawab di Jakarta pada Sabtu (14/9/2019).

Hayandra lab memiliki fasilitas pengolahan sel autologus (sel yang berasal dari pasien sendiri). Produk sel autologous yang diproses di Hayandra lab dapat digunakan untuk tujuan penelitian dan pelayanan terstandar di rumah sakit, klinik, atau fasilitas kesehatan yang berizin. Rancang bangun dan penetapan sistem manajemen dan operasional Hayandra lab mengacu pada peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia No. 50 Tahun 2012 tentang penyelenggaraan laboratorium pengolahan sel punca untuk aplikasi klinis.

Klinik Hayandra juga memiliki sejumlah layanan lainnya, seperti terapi dengan PRP (Platelet-Rich Plasma) yang dapat digunakan baik untuk terapi anti aging, maupun terapi kesehatan lainnya.

Salah satu fungsi PRP yang saat ini ramai dibicarakan adalah fungsinya dalam anti aging dan estetika, yang telah mengkombinasikan PRP dengan microneedling yang secara awam dikenal sebagai vampire facial. PRP secara luas juga telah dikombinasikan dengan terapi laser, baik untuk muka maupun rejuvenasi vagina, juga dapat dikombinasikan dengan fat grafting, yaitu transfer lemak tubuh pasien sendiri ke area yang membutuhkan seperti garis senyum atau pipi.

PRP bahkan dapat memercepat penyembuhan luka bakar sehingga diharapkan menghasilkan bekas luka yang lebih samar. Layanan lain yang juga bisa memberikan solusi sehat dan estetik di Klinik Hayandra adalah bedah Plastik di bidang rekonstruksi dan estetik serta bedah minimal invasif dengan laser. Layanan pendampingan psikologi dalam terapi paliatif dan terapi psikologi umum juga dapat diberikan untuk memberikan dorongan moril yang dapat membantu pasien menjadi pulih atau dapat menjalankan perawatan dengan lebih baik.



Sumber: BeritaSatu.com