Agar Meluas, Edukasi Gizi FFI Manfaatkan Teknologi Digital

Agar Meluas, Edukasi Gizi FFI Manfaatkan Teknologi Digital
PT Frisian Flag Indonesia (FFI) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia meluncurkan Program Edukasi Gizi Gerakan Nusantara 2019, Senin (16/9/2019). ( Foto: Frisian Flag Indonesia / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Selasa, 17 September 2019 | 16:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com -PT Frisian Flag Indonesia (FFI) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia meluncurkan Program Edukasi Gizi Gerakan Nusantara 2019, Senin (16/9).

Diselenggarakan sejak tahun 2013, Gerakan Nusantara sudah menginjak tahun ketujuh. Tahun ini, pertama kalinya, FFI memperkenalkan pemanfaatan teknologi dan media digital untuk meningkatkan manfaat program.

Program Edukasi Gizi Gerakan Nusantara 2019 rencananya akan digelar di 17 kota dan menjangkau sebanyak 750 sekolah dasar. Seluruh agenda program bertujuan meningkatkan pengetahuan serta perilaku gizi dan kesehatan yang baik di antara anak-anak Indonesia melalui pendidikan gizi dan bimbingan teknis bagi guru-guru Sekolah Dasar.

“Pemerintah selalu berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah-sekolah dasar di Indonesia, di mana salah satu upaya untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan meningkatkan kapasitas tenaga pengajar melalui berbagai kegiatan pelatihan dan bimbingan teknis," kata Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Kemendikbud Khamim.

Menurut Khamim, Kemendikbud mengapresiasi dukungan yang diberikan PT Frisian Flag Indonesia melalui program Gerakan Nusantara untuk membantu peningkatan standar mutu pendidikan di Indonesia melalui program edukasi gizinya.

Kemendikbud RI melalui Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar telah menandatangani Perjanjian Kerja sama dengan FFI untuk program edukasi gizi yang akan membantu program peningkatan pemenuhan Standar Nasional Pendidikan menuju akreditasi A dan peningkatan Rapor Mutu, Penjaminan Mutu Pendidikan dengan sistem Zonasi.

Penyelarasan Materi

Adapun kerja sama FFI dengan BPOM RI melalui Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha, adalah berupa penyelarasan materi edukasi dan sosialisasi tentang keamanan pangan di lingkungan Sekolah Dasar.

Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM Reri Indriani menyambut baik inisiatif FFI untuk bekerja sama meningkatkan sosialisasi dan pemahaman tentang keamanan pangan. Sejauh ini, BPOM telah bekerja sama dengan Kemendikbud memberikan materi tentang keamanan pangan pada program bimbingan teknis yang dilaksanakan oleh Kemendikbud.

"Kami sangat menghargai upaya sektor swasta untuk berpartisipasi bersama dengan BPOM dan Kemendikbud untuk mendukung penyebaran informasi tentang keamanan pangan. Besarnya pengaruh media dalam penyampaian pesan tentang beragam makanan dan minuman kepada anak-anak kita, harus diimbangi dengan edukasi gizi yang memadai termasuk pengetahuan tentang keamanan pangan," katanya.

Bersama Bapak dan Ibu Guru, kata Reri, anak-anak dapat mendiskusikan tentang pengetahuan keamanan pangan, dan menjadikan mereka generasi yang cerdas dan sehat karena paham makanan dan minuman yang baik buat untuk dirinya.

Andrew F. Saputro selaku Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia mengatakan, tahun 2019, FFI ingin memanfaatkan teknologi dan media digital sebagai cara baru penyampaian materi. FFI yakin teknologi dan media digital dapat membantu meningkatkan efektivitas Program Edukasi Gizi Gerakan Nusantara 2019.

“Sebagai produsen produk-produk bergizi berbasis susu dan selaras dengan tujuan perusahaan ‘Nourishing by Nature’, FFI mempunyai komitmen untuk berpartisipasi aktif meningkatkan edukasi gizi keluarga Indonesia. Melalui Gerakan Nusantara, FFI ingin memastikan bahwa edukasi gizi ini benar-benar meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para Bapak dan Ibu Guru yang akan menyampaikan kepada murid-muridnya di kelas,” paparnya.

 



Sumber: Suara Pembaruan