Bantu Warga Terdampak Asap, Rumah Zakat Kirim Relawan dan Kendaraan Logistik

Bantu Warga Terdampak Asap, Rumah Zakat Kirim Relawan dan Kendaraan Logistik
Nur Effendi selaku CEO Rumah Zakat dan Murni Alit Baginda selaku Chief Program Officer melepas 8 Mobil Oksigen dan Ambulans serta 50 orangn relawan tambahan untuk enam provinsi terdampak bencana asap Karhutla di Jakarta, Rabu (25/9/2019). ( Foto: BeritaSatu Photo / Mashud Toarik )
Mashud Toarik / MT Rabu, 25 September 2019 | 15:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi disejumlah wilayah Indonesia telah berdampak bagi kesehatan masyarakat. Inpeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang paling banyak diderita oleh warga terdampak asap.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga September 2019 tercatat sebanyak 919.516 orang menderita ISPA akibat pencemaran udara kabut asap. Korban tersebar di Provinsi Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Terkait kondisi itu, Rumah Zakat menurunkan sebanyak 150 relawan untuk membantu masyarakat terdampak asap di enam provinsi tadi. Selain itu, dikirim juga 15 unit armada berbentuk Mobil Oksigen dan Ambulans.

Sementara dalam menanggulangi dan menangani korban terdampak asap, Rumah Zakat menyediakan empat Safe House yang berada di Pekanbaru sebanyak dua rumah, lalu di Pontianak dan di Jambi.

Rumah Zakat menyediakan fasilitas tim medis, obat-obatan, masker dan ambulan antar jemput bagi warga yang tinggal di Safe House tersebut.

CEO Rumah Zakat, Nur Effendi mengatakan langkah penanganan dan penanggulangan bencana asap akibat Karhutla ini telah dilakukan sejak Agustus 2019 lalu. “Pada tahap awal kami turunkan 100 orang relawan dan tujuh mobil oksigen dan ambulans,” ujarnya saat melepas armada dan relawan tahap kedua di Jakarta, Rabu (25/9/2019).

Selanjutnya hari ini, Rumah Zakat resmi melepas 50 orang relawan tambahan serta delapan unit armada logistik dan ambulan untuk memperkuat pelayanan kesehatan di enam provinsi tadi. “Dengan begitu kami sudah menurunkan 150 orang relawan dan 15 unit armada ke daerah terdampak bencana asap,” urainya.

Para relawan tadi dikatakannya akan bertugas secara bergantian selama 14 hari, bantuan tersebut disalurkan Rumah Zakat hingga kondisi dianggap sudah tidak lagi membahayakan bagi kesehatan warga.

Dalam kesempatan tersebut, Nur Effendi menyampaikan perlunya langkah-langkah dalam penanganan bencana asap diantaranya, himbauan bagi masyarakat untuk melakukan sholat meminta hujan (istisqa). Menurutnya datangnya hujan akan sangat membentu mengurangi kabut asap di daerah terdampak.

Sementara dalam mencegah makin meluasnya area Karhutla, Rumah Zakat semua pihak melakukan edukasi ke masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan.

“Terkait hal ini Rumah Zakat sendiri berencana membentuk Desa Tangguh Asap di enam provinsi. Tujuannya agar masyarakat dapat mengetahui langkah-langkah antisipasi dan yang harus disiapkan dalam meminimalisir dampak asap bagi kesehatan,” imbuh Murni Alit Baginda selaku Chief Program Officer Rumah Zakat.

Adapun bagi pemerintah, Rumah Zakat meminta dibuat regulasi dan menindak tegas para pelaku Karhutla. Selain itu tak kalah penting dibutuhkan kanal air tampungan di lokasi-lokasi yang selama ini menjadi titik utama Karhutla.

“Bisa juga berbentuk pengeboran sumber air di lokasi tersebut, sebab setiap tahun Karhutla terjadinya di lokasi-lokasi yang sama,” ujarnya.



Sumber: Majalah Investor