50% Pasien Asing di Malaysia Berasal dari Indonesia

50% Pasien Asing di Malaysia Berasal dari Indonesia
Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) menjalin kemitraan dengan Traveloka hari dalam memperluas penawaran layanan wisata kesehatan Malaysia Healthcare di Jakarta, Kamis (3/10/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Indah Handayani )
Indah Handayani / FER Kamis, 3 Oktober 2019 | 20:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) mencatat pada 2018 jumlah pasien dari Indonesia mencapai 900.000 orang. Angka itu merupakan penyumbang tertinggi pasien mancanegara di negeri Jiran tersebut.

Baca Juga: Malaysia Healthcare Travel Council Gandeng Traveloka

Chief Commercial of Malaysia Healthcare Travel Council, Nik Yazmin Nik Azman, mengatakan dengan jumlah tersebut pasien Indonesia menyumbang 50 persen dari total keseluruhan pasien mancanegara di Malaysia. Angka tersebut merupakan yang tertinggi dibandingkan negara lain.

"Pada 2019 diperkirakan jumlah pasien dari Indonesia akan terus meningkat hingga mencapai 1,1 juta orang," ungkap Yazmin di sela konferensi pers Kemitraan Malaysia Healthcare dengan Traveloka di Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Yazmin menambahkan, biasnaya masyarakat Indonesia berobat ke wilayah Penang, Kuala Lumpur, dan Malaka. Mereka kebanyakan melakukan medical check up dan beberapa pengobatan penyakit lainnya, seperti kanker, jantung, dan persendian.

"Ada pula yang melakukan prpgram bayi tabung. Sebagian lagi, juga mencari second opinion kepada tenaga medis di Malaysia, serta mencari pengobatan yang memang masih belum ada di Indonesia," jelas Yazmin.

Baca Juga: MHTC Ajak Masyarakat Indonesia Medical Trip ke Malaysia

Menurut Yazmin, lama pasien Indonesia tinggal dam pengobatan sangat tergantung pada pengobatan yang tengah dijalaninya. Misalnya, medical check up menghabiskan waktu 3 hari 2 malam. "Biasanya, pasien Indonesia pada hari pertama melakukan medical check up, namun setelah itu mereka berwisata ataupun berbelanja," jelasnya.

Untuk memudahkan pasien Indoneaia mencari akomodasi, lanjut Yazmin, pihaknya menjalin kerja sama dengan Traveloka dalam memperluas penawaran layanan wisata kesehatan Malaysia Healthcare. Hal ini dilakukan untuk mengembangkan pengalaman pasiennya yang end-to-end dan bebas akan hambatan (seamless) bagi wisatawan Indonesia yang mencari perawatan medis di Malaysia.

"Kemitraan ini bertujuan untuk meningkatkan penawaran layanan Malaysia Healthcare melalui berbagai promosi wisata kesehatan yang menarik sehingga dapat memperkuat posisi Malaysia sebagai destinasi wisata kesehatan terbaik di dunia," tutup Yazmin.



Sumber: Investor Daily