BPJS Buka Peluang Berbagi Lewat Donasi JKN

BPJS Buka Peluang Berbagi Lewat Donasi JKN
BPJS Kesehatan menyosialisasikan Program Donasi JKN-KIS yang diikuti berbagai komunitas sosial di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, Jumat (04/10/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Dina Manafe )
Dina Manafe / FER Jumat, 4 Oktober 2019 | 23:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - BPJS Kesehatan (BPJSK) membuka kesempatan untuk berbagi kepada sesama. Caranya, dengan turut berkontribusi untuk menanggung iuran orang miskin atau kurang mampu yang belum terdaftar di BPJSK melalui program Donasi JKN-KIS.

Pelaksana harian (Plh) Deputi Direksi Bidang Perluasan Peserta BPJSK, Mega Yudha Ratna Putra, mengatakan, Program Donasi JKN-KIS ini membuka kesempatan bagi perorangan, badan usaha, maupun lembaga lainnya untuk ikut berkontribusi menanggung masyarakat miskin dan tidak mampu yang belum terdaftar sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI), baik yang dijamin pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah. Mereka bisa didaftarkan menjadi peserta mandiri atau pekerja bukan penerima upah (PBPU) atau bukan pekerja.

"Khususnya untuk peserta mandiri iurannya itu bisa dibayarkan oleh donatur baik itu donatur badan usaha maupun perorangan,” kata Mega pada acara pertemuan dengan berbagai komunitas sosial di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, di Jakarta, Jumat (4/10/2019).

Menurut Mega, biasanya perusahaan atau badan usaha memiliki dana corporate social responsibility (CSR) untuk dialokasikan bagi kepentingan sosial. Nah, dana ini bisa dimanfaatkan untuk membayar iuran penduduk yang kurang mampu dan belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS.

Namun, perlu diperhatikan bahwa yang dapat menjadi donatur dalam Program Donasi JKN-KIS adalah badan hukum atau perusahaan yang telah mendaftarkan pekerja beserta anggota keluarganya sebagai peserta JKN-KIS. "Jadi setelah hak karyawan terpenuhi, baru badan usaha ini bisa ikut berdonasi untuk masyarakat yang membutuhkan," kata Mega.

Ada ketentuan lain yang harus dipatuhi oleh donatur. Untuk badan usaha yang perlu diingat adalah wajib membayar untuk satu keluarga terdiri dari suami, isteri, dan anak. Jumlah keluarga yang dijamin bisa berapa saja. Selain itu, iuran peserta yang ditanggung itu harus dibayarkan minimal enam bulan di muka melalui satu Virtual Account selambatnya tanggal 10 setiap bulan.

Sedangkan untuk donatur perorangan, pada prinsipnya jika membayarkan iuran lebih dari 10 kepala keluarga maka harus diikat melalui perjanjian kerja sama dengan BPJSK. Tetapi jika yang ditanggung kurang dari 10 keluarga, maka cukup dengan membuat lembar komitmen antara donatur dan BPJSK. Selain itu, wajib membayar iuran minimal satu tahun di muka.

Adapun persyaratan lainnya, baik untuk badan usaha maupun perorangan, yaitu keluarga harus didaftarkan pada kelas perawatan yang sama. Donatur juga harus menandatangani perjanjian kerja sama dengan BPJSK.

Yang juga perlu diingat bahwa cara membayar iuran adalah melalui autodebet atau debit otomatis dari rekening donatur. Jadi setiap bulan langsung dipotong dari rekening donatur untuk melunasi iuran peserta yang ditanggung. Untuk bisa berdonasi donatur bisa datang ke Kantor Cabang BPJSK yang sudah ada di setiap kabupaten/kota atau lewat kader JKN yang ada di masyarakat.



Sumber: Suara Pembaruan