Setelah Pensiun, Menkes Dedikasikan Diri untuk Pekerjaan Sosial
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Setelah Pensiun, Menkes Dedikasikan Diri untuk Pekerjaan Sosial

Minggu, 6 Oktober 2019 | 19:14 WIB
Oleh : Dina Manafe / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla (JK) akan berakhir pada 20 Oktober 2019. Dengan demikian jabatan menteri Kabinet Kerja Jilid I juga akan berakhir.

Demikian pula bagi Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Moeloek. Setelah berakhir masa jabatanya, istri Menkes ke-15 di era Soeharto, Prof Farid Anfasa Moeloek ini akan mendedikasikan diri untuk pekerjaan sosial.

"Apapun itu kita sebagai anak bangsa mau di mana pun kita tetap bisa bekerja. Selama masih mampu saya akan bekerja, di mana pun saya bisa. Saya kira pekerjaan sosial banyak," kata Nila Moeloek usai mengikuti Healthies Fun Run 5 K di Kantor Kemkes, Jakarta, Minggu (6/10/2019).

Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang telah berusia 70 tahun ini akan mengabdikan diri membantu di berbagai rumah lanjut usia (lansia), dan penanganan katarak. Ia juga akan membantu perawatan paliatif untuk penderita kanker.

Perawatan paliatif untuk penderita kanker memang belum banyak dikenal masyarakat. Perawatan ini bertujuan meringankan penderitaan mereka akibat kanker yang dideritanya. "Banyak yang bisa saya lakukan di sana, khusus yang paliatifnya," ucap Nila Moeloek.

Nila juga bilang tak ingin mengisi masa pensiun dengan pergi ke luar negeri atau luar kota. Menurut dia selama menjabat menkes sudah banyak melakukan perjalanan dinas ke banyak tempat, baik di dalam maupun luar negeri. "Saya terima kasih karena selama di Kementerian Kesehatan sudah banyak jalan baik untuk nasional maupun internasional. Terutama karena kita harus berhadapan terus dengan World Health Assembly di Jenewa, dan PBB di New York City," kata Menkes.

Menurut Nila, di akhir-akhir jabatannya banyak sekali pekerjaan yang harus dituntaskan. Banyak permintaan dari daerah untuk dikunjungi. Nila baru-baru ini melakukan kunjungan ke Kabupaten Malaka, salah satu kabupaten tertinggal di Nusa Tenggara Timur dalam rangka pencanangan Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga) ke-5 tahun 2019.

Nila Moeloek adalah Menkes RI ke-20. Wanita kelahiran Jakarta, 11 April 1949 ini adalah seorang dokter mata dan ahli oftalmologi (ilmu penyakit mata) lulusan Fakultas Kedokteran Indonesia. Ia mengikuti program subspesialis di international fellowship di Orbita Centre University of Amsterdam, Belanda dan Kobe University Jepang.

Sebelum menjadi Menkes pada 27 Oktober 2014, Nila dipercayakan Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Utusan Khusus Presiden untuk Millenium Development Goal (MDGs). Tugasnya adalah menurunkan kasus HIV/AIDS, angka kematian ibu dan anak.

Selama menjabat menkes, banyak program kesehatan yang dibesarkan dan digagas olehnya. Misalnya, Tim Nusantara Sehat dan Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS). Kedua program ini intinya bertujuan memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan terutama dokter di daerah- daerah tertinggal, terpencil, perbatasan, dan kepulauan.

Nila juga meluncurkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), sebuah gerakan mengajak masyarakat untuk berperilaku hidup sehat guna mengurangi risiko penyakit tidak menular yang kini menunjukkan tren meningkat.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Erick Thohir Tinjau Penerapan Pedulilindungi di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk

Dalam persyaratan perjalanan telah diatur bahwa vaksinasi dan hasil negatif tes Covid-19 adalah keharusan bagi setiap masyarakat.

KESEHATAN | 19 September 2021


Disiplin Prokes dan Vaksinasi, Kunci Ubah Pandemi Jadi Endemi

Untuk melanjutkan transisi pandemi menuju endemi, maka masyarakat perlu meningkatkan kesadaran pentingnya protokol kesehatan (prokes) dan vaksinasi

KESEHATAN | 18 September 2021

Sentra Vaksinasi Covid-19 MNC Peduli di Bogor Dihadiri Miss Indonesia

Sentra Vaksinasi Covid-19 yang dihelat MNC Peduli bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dan Puskesmas Curugbitung dihadiri Miss Indonesia 2020 Carla Yules.

KESEHATAN | 18 September 2021

Update Covid-19: Tren Kasus Aktif Menurun, Tetap Waspada

Penanganan Covid-19 di Tanah Air terus membaik namun harus tetap waspada

KESEHATAN | 18 September 2021

Mendagri Minta Pemerintah Desa Serius Tangani Stunting

Menurut Mendagri Tito Karnavian bila masalah stunting ini tidak ditangani dengan baik, maka Indonesia Emas 2045 hanya sebatas mimpi.

KESEHATAN | 18 September 2021

Soal Labelisasi Bahaya BPA, Ketua JPKL: Tindakan BPOM Sudah Tepat

Ketua JPKL Roso Daras menyebutkan keputusan BPOM untuk melabeli kemasan plastik No.7 seperti galon guna ulang polikarbonat sudah tepat.

KESEHATAN | 18 September 2021

Menko Luhut: Kondisi Makin Membaik, Jangan Lengah

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan agar masyarakat tidak lengah dan tetap waspada supaya Covid-19 tidak naik lagi.

KESEHATAN | 18 September 2021

Apakah Kita Perlu Vaksin Booster? Data di Dunia Ternyata Menunjukkan Hal Ini

Orang-orang yang divaksinasi lebih awal dalam pandemi sekarang lebih rentan terhadap mutasi infeksi, terutama dalam menghadapi varian Delta.

KESEHATAN | 18 September 2021

Pengiriman Pertama Donasi 4,6 Juta Vaksin Pfizer dari AS untuk Indonesia Tiba

Pemerintah dan rakyat Amerika Serikat (AS) menyatakan dukungan sepenuhnya bagi rakyat Indonesia dalam perang melawan Covid-19.

KESEHATAN | 18 September 2021


TAG POPULER

# Napoleon Bonaparte


# Ali Kalora


# Ancaman Keamanan Bangsa


# Inter Milan


# Persib



TERKINI
Agny Buktikan Nikah Muda Bukan Pengalang Jadi Enterpreuner dan Selebgram Sukses

Agny Buktikan Nikah Muda Bukan Pengalang Jadi Enterpreuner dan Selebgram Sukses

DIGITAL | 3 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings