Perubahan Gaya Hidup Dorong Peningkatan Penderita Penyakit Jantung

Perubahan Gaya Hidup Dorong Peningkatan Penderita Penyakit Jantung
Media Talkshow MMC Hospital dengan topik “Gaya Hidup versus Penyakit Jantung” di Jakarta, Kamis (10/10). ( Foto: Beritasatu Photo / Indah Handayani )
Indah Handayani / FER Kamis, 10 Oktober 2019 | 16:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Merujuk data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), angka kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Setidaknya, 15 dari 1.000 orang atau sekitar 2,8 juta individu di Indonesia menderita penyakit jantung. Mengutip Sample Registration System (SRS) 2014, penyakit jantung menduduki peringkat kedua tertinggi setelah stroke untuk tingkat kematian terbanyak di Indonesia.

Baca Juga: Menkes Sebut 82% Keluarga Indonesia Tak Sehat

Dokter Spesialis Kardiovaskular dari Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (RS MMC), Idrus Alwi, mengatakan, meningkatnya penderita penyakit jantung di Indonesia, tidak lepas dari perubahan gaya hidup masyarakat. Kemajuan teknologi yang membuat semua serba mudah, membuat masyarakat kurang dalam bergerak, kurang olah raga, stres, belum lagi kebiasaan merokok dan minuman alkohol.

"Gaya hidup seperti ini yang pada akhirnya memunculkan degenerative, salah satunya penyakit jantung. Di RS MMC, dari keseluruhan pasien penyakit jantung, sebagian besar adalah pasien yang menderita penyakit jantung dikarenakan gaya hidup, bukan karena genetik," ujar Idrus Alwi di sela Media Talkshow MMC Hospital, di Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Sementara, sosialita dan pengamat gaya hidup masyarakat metropolitan, Sonia Wibisono, mengatakan, kehidupan masyarakat metropolitan sangat rawan untuk terkena penyakit jantung.

"Selain kurang berolah raga, faktor yang sangat berperan adalah stres serta pola makan. Masyarakat kota metropolitan seperti Jakarta, stres terjebak kemacetan adalah hal yang dihadapi sehari-hari," kata Sonia Wibisono.

Baca Juga: 50% Pasien Asing di Malaysia Berasal dari Indonesia

Belum lagi, lanjut Sonia, kebiasaan makan yang kurang sehat atau junk food karena alasan kepraktisan. Peningkatan penderita penyakit jantung yang dikarenakan gaya hidup ini sebenarnya bisa dilakukan pencegahan.

"Tentu dengan menjaga kualitas hidup, menjaga kesehatan, dan yang paling penting adalah kesadaran terhadap kesehatan, yang harus dimiliki oleh setiap individu," tandas Sonia Wibisono.

Direktur Utama RS MMC, Roswin R Djaafar, menambahkan, sejalan dengan Hari Jantung Dunia yang diperingati setiap tanggal 29 September , tahun ini RS MMC mengangkat tema Save Our Heart.

"Sebagai pelaku di dunia kesehatan, RS MMC mengajak masyarakat untuk perduli terhadap kesehatan jantung, baik itu pencegahan maupun perawatan apabila terjadi gangguan pada jantung. Untuk kedepan, kami akan konsisten memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penyakit jantung," tegas Roswin.



Sumber: Investor Daily