Perubahan Gaya Hidup Dorong Peningkatan Penderita Penyakit Jantung
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Perubahan Gaya Hidup Dorong Peningkatan Penderita Penyakit Jantung

Kamis, 10 Oktober 2019 | 16:56 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Merujuk data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), angka kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Setidaknya, 15 dari 1.000 orang atau sekitar 2,8 juta individu di Indonesia menderita penyakit jantung. Mengutip Sample Registration System (SRS) 2014, penyakit jantung menduduki peringkat kedua tertinggi setelah stroke untuk tingkat kematian terbanyak di Indonesia.

Baca Juga: Menkes Sebut 82% Keluarga Indonesia Tak Sehat

Dokter Spesialis Kardiovaskular dari Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (RS MMC), Idrus Alwi, mengatakan, meningkatnya penderita penyakit jantung di Indonesia, tidak lepas dari perubahan gaya hidup masyarakat. Kemajuan teknologi yang membuat semua serba mudah, membuat masyarakat kurang dalam bergerak, kurang olah raga, stres, belum lagi kebiasaan merokok dan minuman alkohol.

"Gaya hidup seperti ini yang pada akhirnya memunculkan degenerative, salah satunya penyakit jantung. Di RS MMC, dari keseluruhan pasien penyakit jantung, sebagian besar adalah pasien yang menderita penyakit jantung dikarenakan gaya hidup, bukan karena genetik," ujar Idrus Alwi di sela Media Talkshow MMC Hospital, di Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Sementara, sosialita dan pengamat gaya hidup masyarakat metropolitan, Sonia Wibisono, mengatakan, kehidupan masyarakat metropolitan sangat rawan untuk terkena penyakit jantung.

"Selain kurang berolah raga, faktor yang sangat berperan adalah stres serta pola makan. Masyarakat kota metropolitan seperti Jakarta, stres terjebak kemacetan adalah hal yang dihadapi sehari-hari," kata Sonia Wibisono.

Baca Juga: 50% Pasien Asing di Malaysia Berasal dari Indonesia

Belum lagi, lanjut Sonia, kebiasaan makan yang kurang sehat atau junk food karena alasan kepraktisan. Peningkatan penderita penyakit jantung yang dikarenakan gaya hidup ini sebenarnya bisa dilakukan pencegahan.

"Tentu dengan menjaga kualitas hidup, menjaga kesehatan, dan yang paling penting adalah kesadaran terhadap kesehatan, yang harus dimiliki oleh setiap individu," tandas Sonia Wibisono.

Direktur Utama RS MMC, Roswin R Djaafar, menambahkan, sejalan dengan Hari Jantung Dunia yang diperingati setiap tanggal 29 September , tahun ini RS MMC mengangkat tema Save Our Heart.

"Sebagai pelaku di dunia kesehatan, RS MMC mengajak masyarakat untuk perduli terhadap kesehatan jantung, baik itu pencegahan maupun perawatan apabila terjadi gangguan pada jantung. Untuk kedepan, kami akan konsisten memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penyakit jantung," tegas Roswin.



Sumber: Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tak Patuh Bayar Iuran JKN-KIS, Peserta Mandiri Kena Sanksi

Pemerintah menyiapkan Instruksi Presiden (Inpres) yang akan mengatur pemberian sanksi layanan publik kepada peserta JKN-KIS yang menunggak.

KESEHATAN | 10 Oktober 2019

Penderita Penyakit Katastropik Tambah Beban Pembayaran BPJS Kesehatan

Jumlah biaya katastropik pembebanan Januari sampai dengan Desember 2018 sebesar Rp 20,42 triliun dan Januari sampai dengan Mei 2018 sebesar Rp 20 triliun.

KESEHATAN | 10 Oktober 2019

Bappenas Dorong Bahan Baku Obat Diproduksi Dalam Negeri

Ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku untuk produk obat dan alat kesehatan impor masih tinggi, sebab 95% bahan baku masih impor.

KESEHATAN | 10 Oktober 2019

BPJS Kesehatan Biayai 134 Juta Penduduk Miskin

Jumlah ini setara dengan 60 persen dari seluruh peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dibiayai BPJS Kesehatan.

KESEHATAN | 10 Oktober 2019

Psikiater: Masa Remaja Rentan Alami Gangguan Jiwa

Masa remaja adalah periode seseorang paling rentan mengalami gangguan kejiwaan.

KESEHATAN | 9 Oktober 2019

Ibu Hamil Depresi-Cemas Berpotensi Lahirkan Anak dengan Gangguan Kejiwaan

Anak yang dilahirkan dari ibu hamil yang terus mengalami depresi dan gangguan kecemasan berpotensi menderita gangguan kejiwaan saat tumbuh dewasa.

KESEHATAN | 9 Oktober 2019

BPPT Temukan 10 Mikroba Kandidat Kuat Obat Malaria

Kemampuan kina untuk mengobati malaria dikhawatirkan tidak lagi efektif.

KESEHATAN | 9 Oktober 2019

Miracle Raih Penghargaan Tingkat Asia Pasifik

Miracle berharap industri estetika akan turut serta meningkatkan perekonomian Indonesia, menjadi Indonesia yang maju.

KESEHATAN | 8 Oktober 2019

Herbal Hanya untuk Pencegahan Kanker

Untuk membunuh sel kanker, dibutuhkan prooksidan.

KESEHATAN | 8 Oktober 2019

Penderita Stunting di Riau 28.171 Balita

Sebanyak 28.171 balita di Riau berda dalam kondisi gagal tumbuh karena kekurangan gizi kronis.

KESEHATAN | 8 Oktober 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS