Remaja Perkotaan Rentan Lakukan Percobaan Bunuh Diri

Remaja Perkotaan Rentan Lakukan Percobaan Bunuh Diri
Petugas Kepolisian Bogor Kota bersama warga mencoba menyelamatkan seorang siswi yang melompat dari jembatan ke Sungai Pakancilan, Kota Bogor, Selasa, 3 September 2019.  ( Foto: Suara Pembaruan / Vento Saudale )
Vento Saudale / FMB Jumat, 11 Oktober 2019 | 09:50 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Remaja yang tinggal di perkotaan paling rentan melakukan percobaan bunuh diri. Hal tersebut ditengarai karena kurangnya ketangguhan dalam menghadapi masalahnya.

Hal tersebut dipaparkan Kepala Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit dan Kesehatan Masyarakat RS Marzuki Mahdi, Ns. I Ketut Sudjiatmika saat menyosialisasikan pencegahan bunuh diri di Kota Bogor, Kamis (10/10/2019).

"Perilaku bunuh diri di remaja cukup tinggi, hal tersebut dikarenakan depresi," kata Ns. I Ketut Sudjiatmika Kamis (10/10/2019). Untuk itu, kata dia, penting untuk memutus rantai gangguan jiwa.

"Bagusnya di remaja karena di dalam prinsip perkembangan remaja dia adalah mencari jati diri sehingga stres tinggi," katanya.

Kata dia, depresi yang dirasakan oleh remaja banyak timbul dari berbagai faktor, misalnya tuntutan orang tua terhadap prestasi di sekolahnya.

"Tuntutannya jangan hanya prestasi akademik, tetapi nilai-nilai kejiwaan dan kesehatan harus diperhatikan," kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena tidak menampik, pada usia remaja, masalah kesehatan yang dominan adalah masalah kesehatan jiwa.

Remaja yang memiliki masalah kepribadian atau karena dampak dari pengasuhan keluarganya serta lingkungan sekitarnya dapat menyebabkan timbulnya masalah kesehatan jiwa. Lebih luas lagi, dampaknya bisa mengarah terhadap penggunaan narkoba, kenakalan remaja, sampai kondisi ekstrem, keinginan bunuh diri.

"Makanya, ini penting untuk dijelaskan kepada remaja, apa yang harus dilakukan untuk menjadi remaja yang sehat jiwa. Bagaimana mengenali masalah kesehatan jiwa pada diri sendiri dan teman di sekitarnya serta bagaimana mengelola stress," jelasnya.



Sumber: BeritaSatu.com