BPOM Minta Tarik Obat Lambung yang Terkontaminasi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

BPOM Minta Tarik Obat Lambung yang Terkontaminasi

Jumat, 11 Oktober 2019 | 13:21 WIB
Oleh : Dina Manafe / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Sehubungan hasil pengujian terhadap cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) pada produk obat tukak lambung atau tukak usus yang mengandung ranitidin, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan penjelasan dalam konferensi pers di Kantor BPOM, Jakarta, Jumat (11/10/2019). Hadir Kepala Badan POM, Penny Kusumastuti Lukito, yang didampingi Ketua Komite Kebijakan Obat Ikatan Dokter Indonesia, Ketua Ikatan Apoteker Indonesia, Sekjen Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia, dan Ketua Bidang Advokasi Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam.

Menurut Penny, BPOM juga telah memerintahkan industri farmasi pemegang izin edar produk yang terdeteksi mengandung cemaran NDMA yang melebihi batas ambang untuk menghentikan produksi dan distribusi. Selain itu, melakukan penarikan kembali (recall) seluruh bets produk yang terdeteksi mengandung cemaran NDMA.

“Berdasarkan kajian sampai 9 Oktober 2019 terhadap adanya cemaran NDMA, BPOM memerintahkan seluruh industri farmasi pemegang izin edar produk ranitidin untuk menghentikan sementara produksi, distribusi dan peredarannya,” kata Penny Kusumastuti Lukito.

Kemkes Tegaskan Tak Ada Lagi Pemberian Obat Kedaluwarsa di Puskesmas

Menurut Penny, BPOM telah memberikan persetujuan terhadap ranitidin, obat yang digunakan untuk pengobatan gejala penyakit tukak lambung dan tukak usus melalui kajian evaluasi keamanan, khasiat, dan mutu. Ranitidin tersedia dalam bentuk tablet, sirup, dan injeksi. Namun dengan temuan adanya paparan NDMA, maka izin edar ranitidin ini dibatalkan untuk sementara waktu sampai menunggu proses selanjutnya.

Menurut Penny, informasi awal tentang renitidin terkontaminsasi SDMA ini dari Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat dan European Medicine Agency (EMA) pada 13 September 2019. Kedua badan mengeluarkan peringatan cemaran NDMA dalam jumlah yang relatif kecil pada sampel produk yang mengandung bahan aktif ranitidin.

BPOM Temukan Gudang Penyimpanan Produk Kedaluarsa di Sunter

Studi global memutuskan nilai ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan adalah 96 ng per hari (acceptable daily intake) bersifat karsinogenik jika dikonsumsi di atas ambang batas secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama. Hal ini dijadikan dasar BPOM dalam mengawal keamanan obat yang beredar di Indonesia.

Beberapa langkah antisipasi dilakukan BPOM di antaranya, pada 17 September 2019, BPOM menerbitkan informasi awal untuk tenaga profesional kesehatan terkait keamanan produk yang mengandung bahan aktif ranitidin. Lalu 4 Oktober 2019, BPOM menerbitkan penjelasan jenis produk ranitidin yang terdeteksi mengandung cemaran NDMA di atas ambang batas.

Sebagai bentuk tanggung jawab industri farmasi dalam menjamin mutu dan keamanan obat yang diproduksi, beberapa perusahaan telah melakukan pengujian secara mandiri terhadap cemaran NDMA dan menarik secara sukarela.

BPOM juga terus melakukan pengambilan dan pengujian sampel produk ranitidin. Pengujian dan kajian risiko akan dilanjutkan terhadap seluruh produk yang mengandung ranitidin untuk menjadikan dasar pengambilan keputusan selanjutnya. “Kami akan terus memperbarui informasi sesuai dengan data yang terbaru,” kata Penny Kusumastuti Lukito.

Masyarakat yang sedang menjalani pengobatan dengan ranitidin diimbau untuk dapat menghubungi dokter atau apoteker guna mendapatkan alternatif pengganti terapi.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Remaja Perkotaan Rentan Lakukan Percobaan Bunuh Diri

Pada usia remaja, masalah kesehatan yang dominan adalah masalah kesehatan jiwa.

KESEHATAN | 11 Oktober 2019

Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Tidak Selesaikan Masalah

Penetapan iuran di bawah nilai kewajaran tanpa disertai tanggungjawab pemenuhan selisihnya, merupakan tindakan mencelakai program JKN.

KESEHATAN | 10 Oktober 2019

Cegah Stunting dengan MPASI Buah

Pentingnya pemberian makanan selingan atau snack adalah untuk memastikan agar jumlah asupan dan nutrisi Si Kecil terpenuhi dengan baik.

KESEHATAN | 10 Oktober 2019

Perubahan Gaya Hidup Dorong Peningkatan Penderita Penyakit Jantung

Penyakit jantung menduduki peringkat kedua tertinggi setelah stroke untuk tingkat kematian terbanyak di Indonesia.

KESEHATAN | 10 Oktober 2019

Tak Patuh Bayar Iuran JKN-KIS, Peserta Mandiri Kena Sanksi

Pemerintah menyiapkan Instruksi Presiden (Inpres) yang akan mengatur pemberian sanksi layanan publik kepada peserta JKN-KIS yang menunggak.

KESEHATAN | 10 Oktober 2019

Penderita Penyakit Katastropik Tambah Beban Pembayaran BPJS Kesehatan

Jumlah biaya katastropik pembebanan Januari sampai dengan Desember 2018 sebesar Rp 20,42 triliun dan Januari sampai dengan Mei 2018 sebesar Rp 20 triliun.

KESEHATAN | 10 Oktober 2019

Bappenas Dorong Bahan Baku Obat Diproduksi Dalam Negeri

Ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku untuk produk obat dan alat kesehatan impor masih tinggi, sebab 95% bahan baku masih impor.

KESEHATAN | 10 Oktober 2019

BPJS Kesehatan Biayai 134 Juta Penduduk Miskin

Jumlah ini setara dengan 60 persen dari seluruh peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dibiayai BPJS Kesehatan.

KESEHATAN | 10 Oktober 2019

Psikiater: Masa Remaja Rentan Alami Gangguan Jiwa

Masa remaja adalah periode seseorang paling rentan mengalami gangguan kejiwaan.

KESEHATAN | 9 Oktober 2019

Ibu Hamil Depresi-Cemas Berpotensi Lahirkan Anak dengan Gangguan Kejiwaan

Anak yang dilahirkan dari ibu hamil yang terus mengalami depresi dan gangguan kecemasan berpotensi menderita gangguan kejiwaan saat tumbuh dewasa.

KESEHATAN | 9 Oktober 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS