Daun Dadap, Solusi Kurangi Penggunaan Obat Kimia
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Daun Dadap, Solusi Kurangi Penggunaan Obat Kimia

Jumat, 11 Oktober 2019 | 22:45 WIB
Oleh : Dina Manafe / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Demam yang ditandai dengan panas tinggi adalah gejala yang umum dialami hampir setiap orang. Saat demam sebagian besar orang pasti buru-buru minum obat untuk menurunkan suhu panas. Padahal belum tentu juga obat penurun panas itu sesuai kebutuhan dan indikasi medis yang tepat.

Bertujuan mengurangi penggunaan obat kimia, Ni Putu Diah Pradnya Septiari dan kawan-kawannya di SMAN 7 Denpasar, Bali, membuat sebuah inovasi baru. Memanfaatkan bahan baku daun dadap, daun jintan, dan bawang merah, siswi kelas 12 jurusan IPA ini menciptakan gel yang efektif turunkan panas.

Inovasi siswi SMAN 7 Denpasar ini berhasil meraih medali emas dalam ajang International Young Inventors Award (IYIA) ke-6, dan World Invention Technology Expo (WINTEX) ke-2 yang diselenggarakan Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA) selama 9-12 Oktober 2019 di Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Karya siswa SMA ini bersaing dengan 250 inovasi lain baik dari Indonesia maupun berbagai negara.

Gel Penurun Panas

Ni Putu Diah mengatakan, ide menciptakan gel penurun panas ini berawal dari kebiasaan masyarakat di Bali menggunakan daun dadap sebagai obat kompres tradisional penurun panas secara turun temurun. Daunnya ditumbuk lalu ditempelkan di kening orang yang sedang panas tinggi. Namun, bagi sebagian orang khasiat daun dadap ini masih dianggap sebelah mata.

Di tangan Ni Putu Diah dan kawan-kawannya daun dadap sebagai obat kompres dibuat lebih praktis. Dengan sentuhan inovasi, daun dadap tidak lagi ditumbuk tetapi sudah tersedia dalam bentuk gel yang siap pakai.

Untuk meningkatkan khasiatnya, daun dadap dicampur dengan daun jintan dan bawang merah. Daun dadap dan daun jintan terbukti mengandung zat aktif flavonoid dan alkoloid yang manfaatnya menangkal radikal bebas dan menurunkan panas. Sedangkan buah bawang merah mengandung antibakteri dan bisa menyembuhkan radang. Kandungan senyawa ini sudah melalui penelitian di kampus Udayana Bali.

Untuk menghasilkan gel penurun panas, tiga bahan baku ini terlebih dahulu diekstrak. Ekstrak ini dicampur dengan perbandingan komposisi 4-2-1. Setelah itu didiamkan selama tiga hari lalu disaring. Untuk menghasilkan gel, sebanyak 50 ml air dipanaskan bersama gliserin sebagai pelembab dan gelatin untuk mengentalkan.

"Ekstrak bahan baku dimasukkan dalam campuran gel tersebut kemudian didiamkan selama satu hari, lalu jadilah gel yang siap dikemas,” kata Ni Putu.

Gel penurun panas ini diberi nama EVAPA yang diambil dari nama ilmiah ketiga bahan baku, yaitu eritrinaf variagata (daun dadap), pectranthus amboinicus (daun jintan), dan allium cepa (bawang merah). Gel penurun panas ini untuk pemakaian di luar. Untuk menurunkan panas, gel ini cukup dikeluarkan dari kemasan lalu ditempelkan ke kening. Pemakaian minimal selama 1 jam efektif menurunkan 40 persen panas badan.

Namun, EVAPA ini masih berupa produk inovator. Ni Putu berharap ini dikomersialkan, sehingga bisa dipakai secara massal oleh masyarakat. Untuk dikomersialkan, perlu uji kelayakan dari Dinas Kesehatan di Denpasar guna memastikan produk ini berkhasiat dan aman dikonsumsi. Setelah dapat izin, perlu mendapat hak paten, kemudian baru bisa diproduksi dan dipasarkan.

"Harapannya temuan ini bisa dikomersialkan sehingga bermanfaat bagi banyak orang. Ini lebih kepada pencegahan sebelum ke rumah sakit, dan mengurangi penggunaan obat kimia,” kata Ni Putu.

EVAPA adalah satu dari 250 produk inovator yang dipamerkan IYIA ke-6 dan WINTEX ke-2 yang diselenggarakan INNOPA tahun ini. Selain Indonesia, ada 15 negara yang menghadirkan produk inovasi mereka, sepertit dari Korea, Jepang, Mesir, Sri Lanka, Polandia, Arab Saudi, Kroasia, Canada, dan Amerika. Para inovator ini datang dari tingkat SMP, SMA, perguruan tinggi dan perusahaan.

Presiden INNOPA, Eerricha Insan Pratisi, mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap para inovator yang telah menciptakan produk inovasi baik di bidang teknologi, sains, kesehatan, pertanian, pendidikan, dan bidang lainnya.

"INNOPA sebagai asosiasi promosi inovasi di Indonesia tentu mendukung penuh para inovator untuk memperkenalkan hasil penemuan mereka kepada dunia melalui pameran dan kompetensi yang kami gelar setiap tahunnya,” kata Eericha.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

DJSN: Beri Sanksi Penunggak Iuran BPJSK

Sanksi administrasi sudah seharusnya melekat pada JKN-KIS untuk menekan potensi moral hazard.

KESEHATAN | 11 Oktober 2019

BPOM Minta Tarik Obat Lambung yang Terkontaminasi

BPOM juga memerintahkan penarikan kembali (recall) seluruh bets produk yang terdeteksi mengandung cemaran NDMA.

KESEHATAN | 11 Oktober 2019

Remaja Perkotaan Rentan Lakukan Percobaan Bunuh Diri

Pada usia remaja, masalah kesehatan yang dominan adalah masalah kesehatan jiwa.

KESEHATAN | 11 Oktober 2019

Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Tidak Selesaikan Masalah

Penetapan iuran di bawah nilai kewajaran tanpa disertai tanggungjawab pemenuhan selisihnya, merupakan tindakan mencelakai program JKN.

KESEHATAN | 10 Oktober 2019

Cegah Stunting dengan MPASI Buah

Pentingnya pemberian makanan selingan atau snack adalah untuk memastikan agar jumlah asupan dan nutrisi Si Kecil terpenuhi dengan baik.

KESEHATAN | 10 Oktober 2019

Perubahan Gaya Hidup Dorong Peningkatan Penderita Penyakit Jantung

Penyakit jantung menduduki peringkat kedua tertinggi setelah stroke untuk tingkat kematian terbanyak di Indonesia.

KESEHATAN | 10 Oktober 2019

Tak Patuh Bayar Iuran JKN-KIS, Peserta Mandiri Kena Sanksi

Pemerintah menyiapkan Instruksi Presiden (Inpres) yang akan mengatur pemberian sanksi layanan publik kepada peserta JKN-KIS yang menunggak.

KESEHATAN | 10 Oktober 2019

Penderita Penyakit Katastropik Tambah Beban Pembayaran BPJS Kesehatan

Jumlah biaya katastropik pembebanan Januari sampai dengan Desember 2018 sebesar Rp 20,42 triliun dan Januari sampai dengan Mei 2018 sebesar Rp 20 triliun.

KESEHATAN | 10 Oktober 2019

Bappenas Dorong Bahan Baku Obat Diproduksi Dalam Negeri

Ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku untuk produk obat dan alat kesehatan impor masih tinggi, sebab 95% bahan baku masih impor.

KESEHATAN | 10 Oktober 2019

BPJS Kesehatan Biayai 134 Juta Penduduk Miskin

Jumlah ini setara dengan 60 persen dari seluruh peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dibiayai BPJS Kesehatan.

KESEHATAN | 10 Oktober 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS