Di Akhir Masa Jabatan Menkes, Angka Stunting Turun Jadi 27,67%
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Di Akhir Masa Jabatan Menkes, Angka Stunting Turun Jadi 27,67%

Jumat, 18 Oktober 2019 | 14:00 WIB
Oleh : Dina Manafe / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Kesehatan (Kemkes) mengumumkan angka stunting balita tahun 2019 turun menjadi 27,67 persen. Angka ini turun sebesar 3,1 persen dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 sebesar 30,8 persen.

Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Moeloek, mengatakan, penurunannya dalam satu tahun ini lebih tinggi dari lima tahun sebelumnya (2013-2018) yang rata-rata 1,2 persen tiap tahun. Penurunan tahun ini tergolong besar, meskipun belum sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di bawah 20 persen.

“Kami mau mengumumkan bahwa angka stunting sekarang 27,67 persen, tapi WHO kan masih minta di bawah 20 persen. Karena ini detik-detik terakhir (kepemimpinan saya), maka saya ingin melimpahkan pekerjaan ini ke tugas selanjutnya (ke Menkes berikutnya),” kata Menkes kepada wartawan di Kantor Kemkes, Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Rokok Ikut Memicu Kasus Stunting di Indonesia

Menkes Nila berharap penggantinya nanti bisa menurunkan angka balita stunting ini hingga mencapai target di 2024 mendatang turun sebesar 19 persen. Jika penurunannya setiap tahun 3 persen setiap tahun, Menkes optimistis dalam lima tahun ke depan atau di 2024 angka balita stunting turun sampai di angka 12 persen. Ini menjadi tugas Menkes selanjutnya.

Meski turun, Menkes Nila tetap menyayangkan Indonesia termasuk negara dengan angka stunting tinggi di dunia. Indonesia disamakan dengan negara miskin, seperti Etiopia. Stunting adalah kondisi gagal tubuh pada bayi 0-5 tahun akibat kekurangan gizi kronis.

Menkes mengatakan, Kemkes yang bertugas melakukan intervensi spesifik sebetulnya sudah bekerja keras untuk menanggulangi jumlah balita stunting ini. Melalui berbagai upaya, seperti pemberian makanan tambahan berupa biskuit bagi ibu hamil dan balita, pemberian tablet tambah darah bagi remaja, dan mengubah perilaku masyarakat. Selain itu, Kemkes melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) juga diberikan tugas untuk menghitung angka stunting setiap tahun bersama Badan Pusat Statistik.

2020, Fokus Penurunan Stunting Diperluas di 260 Kabupaten

Namun, intervensi spesifik saja ternyata tidak cukup. Perlu intervensi sensitif dari sektor di luar Kemkes, seperti akses pada sanitasi dan air bersih, kesehatan lingkungan, perumahah yang layak, dan lain.

Ia mencontohkan di NTT, karena minimnya akses air bersih menyebabkan ibu hamil dan anak-anak di provinsi ini menderita cacingan. Kondisi ini pula yang menyebabkan NTT merupakan provinsi dengan angka stunting tertinggi nasional. Studi menunjukkan satu dari dua balita mengalami stunting.

“Saya punya pengalaman miris di Sumba, NTT, seorang ibu mengais-ngais air bersih di selokan lalu dibawa satu ember sambil gendong anak. Air satu ember buat apa, mandi pun tidak cukup. Badan ibu yang kotor ketika menyusui, anaknya bisa cacingan,” kata Menkes.

Namun, lanjut Menkes, intervensi sensitif dalam beberapa tahun terakhir ini makin membaik. Melalui dana desa, pemerintah membangun banyak embung di desa-desa, yang tidak hanya digunakan untuk pertanian tetapi juga kebutuhan rumah tangga.

Di kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pembangunan Manusia Kantor Wapres, Bambang Widianto, mengatakan selama kepemimpinan Menkes Nila Moeloek, penurunan angka balita stunting (2014-2019) sebesar hampir 10 persen, cukup besar.

“Barangkali ini penurunan tertinggi di dunia untuk masalah stunting,” kata Bambang.

Penurunan jumlah balita pendek ini tidak lepas dari koordinasi lintas sektor untuk memberikan intervensi spesifik dan sensitif. Sejak penanganan stunting diambil alih Wakil Presiden, menurut Bambang, koordinasi lintas sektor semakin baik.

Presiden Jokowi Kembali Tegaskan Pentingnya Turunkan Angka Stunting



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

Update Covid-19: Tren Kasus Aktif Menurun, Tetap Waspada

Penanganan Covid-19 di Tanah Air terus membaik namun harus tetap waspada

KESEHATAN | 18 September 2021

Mendagri Minta Pemerintah Desa Serius Tangani Stunting

Menurut Mendagri Tito Karnavian bila masalah stunting ini tidak ditangani dengan baik, maka Indonesia Emas 2045 hanya sebatas mimpi.

KESEHATAN | 18 September 2021

Soal Labelisasi Bahaya BPA, Ketua JPKL: Tindakan BPOM Sudah Tepat

Ketua JPKL Roso Daras menyebutkan keputusan BPOM untuk melabeli kemasan plastik No.7 seperti galon guna ulang polikarbonat sudah tepat.

KESEHATAN | 18 September 2021

Menko Luhut: Kondisi Makin Membaik, Jangan Lengah

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan agar masyarakat tidak lengah dan tetap waspada supaya Covid-19 tidak naik lagi.

KESEHATAN | 18 September 2021

Apakah Kita Perlu Vaksin Booster? Data di Dunia Ternyata Menunjukkan Hal Ini

Orang-orang yang divaksinasi lebih awal dalam pandemi sekarang lebih rentan terhadap mutasi infeksi, terutama dalam menghadapi varian Delta.

KESEHATAN | 18 September 2021

Pengiriman Pertama Donasi 4,6 Juta Vaksin Pfizer dari AS untuk Indonesia Tiba

Pemerintah dan rakyat Amerika Serikat (AS) menyatakan dukungan sepenuhnya bagi rakyat Indonesia dalam perang melawan Covid-19.

KESEHATAN | 18 September 2021

Ayo Melangkah Sebanyak Ini untuk Peluang Umur Panjang, Jangan Berlebih

Untuk meningkatkan peluang kita berumur panjang, kita mungkin harus mengambil setidaknya 7.000 langkah sehari atau berolahraga lebih dari 2,5 jam per minggu.

KESEHATAN | 18 September 2021

Tes Covid-19 Menurun, Ini Penjelasan Kemkes

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, tes Covid-19 mengalami penurunan beberapa hari terakhir karena ada perbaikan data.

KESEHATAN | 18 September 2021

Ada Kandungan Zat Berbahaya, BPOM Wajibkan Galon PET Sekali Pakai Pasang Label Peringatan

BPOM akan mewajibkan kemasan galon Polietilena Tereftalat (PET) sekali pakai dengan label peringatan kandungan zat berbahaya.

KESEHATAN | 18 September 2021

Ini Berbagai Efek Buruk karena Malas Berolahraga

Terdapat berbagai efek buruk atau negatif bagi tubuh karena malas berolahraga.

KESEHATAN | 18 September 2021


TAG POPULER

# Muhammad Kece


# Sonny Tulung


# Vaksinasi Covid-19


# Ideologi Transnasional


# Lucinta Luna



TERKINI
Formappi Apresiasi Krisdayanti Beberkan Gaji Anggota DPR

Formappi Apresiasi Krisdayanti Beberkan Gaji Anggota DPR

POLITIK | 24 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings