Kepada Menkes Baru, Nila Moeloek Titipkan Perbaikan JKN
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kepada Menkes Baru, Nila Moeloek Titipkan Perbaikan JKN

Selasa, 22 Oktober 2019 | 22:13 WIB
Oleh : Dina Manafe / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Sejak pelantikkan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Minggu (20/10), berakhir pula jabatan menteri Kabinet Kerja I. Tak lagi menjabat Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Moeloek, menitipkan sejumlah pekerjaan rumah untuk menteri yang baru.

Salah satunya perbaikan program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) ke depan. Nila Moeloek mengatakan, pelaksanaan JKN-KIS bukanlah persoalan mudah. Terutama bagaimana memperkuat upaya promosi dan preventif sebagai garda terdepan menekan penyakit-penyakit yang menyerap anggaran besar dari program JKN-KIS. Mengutip data BPJSK, rata-rata per hari ada 640.822 kunjungan orang berobat menggunakan kartu JKN-KIS.

Penyakit yang dideritanya pun sebagian berbiaya mahal. Di 2018 saja, sebesar Rp 20,42 triliun dana JKN-KIS habis untuk membiayai delapan penyakit katastropik, atau 22 persen dari total pengeluaran untuk biaya pelayanan kesehatan di tahun tersebut sebesar Rp 94,3 triliun. Di 2019 sampai bulan Mei, biaya untuk delapan penyakit ini sebesar Rp 10 triliun. Dari delapan penyakit itu, empat penyakit menempati posisi teratas, yaitu jantung, gagal ginjal, kanker, dan stroke.

“Penyakit-penyakit berbiaya mahal ini bisa dicegah dengan perilaku hidup sehat. Cegah diabetes melitus, hipertensi, kolesterol. Belum lagi operasi katarak juga banyak. Lansia kita banyak, bahkan meningkat dua kali lipat nanti di 2030,” kata Nila saat acara ramah tamah dengan media di kediamannya di kawasan Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Senin (21/10/2019).

Lanjut Nila, dengan perilaku seperti ini, maka sistem JKN-KIS harus dibenahi. Jika tidak, defisit pembiayaan selalu jadi ancaman setiap tahunnya. Mengurangi manfaat bisa jadi salah satu solusi mengatasi defisit, namun cara ini menurut Nila tidak diperbolehkan oleh Undang-Undang. Jika mau, maka UU harus direvisi.

Selain itu, bagaimana meningkatkan penerimaan dari iuran peserta. Soal iuran ini, menurut Nila, pemerintah harus segera mengambil keputusan. Apakah menaikkannya agar sesuai dengan kebutuhan sebagaimana hitungan aktuaria, ataukah pemerintah hanya memberikan dana bantuan/talangan ketika JKN-KIS mengalami kekurangan pembiayaan. Kemkes sendiri, lanjut Nila, bertugas di bagian hulunya, yaitu mengubah perilaku masyarakat untuk hidup bersih dan sehat untuk menekan jumlah kunjungan ke fasilitas kesehatan.

Tantangan lainnya, lanjut Nila, distribusi tenaga kesehatan belum merata di seluruh daerah. Saat ini, jumlah fakultas kedokteran sebanyak 80 dengan lulusan 12.000 sampai 15.000 orang per tahun. Namun, tidak ada kewajiban bagi dokter ini untuk bertugas ke daerah.

“Lulusannya begitu banyak 15.000, tapi pada kemana. Tidak banyak yang mau ke daerah. Mengaturnya itu yang sulit. Dulu kita ada Inpres (yang mewajibkan ke daerah), tetapi kalau semuanya kita Inpres-kan berapa biayanya,” kata Nila.

Nila berharap tantangan distribusi dan peningkatan kualitas SDM ini perlu dilanjutkan Menkes berikutnya. Kualitas kompetensi tenaga kesehatan terutama di faskes tingkat pertama perlu ditingkatkan untuk mengurangi rujukan pasien ke rumah sakit, sehingga menekan biaya pengobatan yang lebih mahal.

Nila juga berharap Menkes yang baru melanjutkan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PISKP). PISKP adalah kegiatan di mana petugas kesehatan mendatangi setiap rumah/keluarga untuk mengecek status kesehatan mereka. Program ini bertujuan mendeteksi penyakit, dan mencegahnya jatuh ke kondisi lebih parah.

PISKP baru menjangkau sebagian keluarga. Dari 12 indikator keluarga sehat, hasil evaluasi menunjukkan beberapa daerah sudah mengalami perbaikan ditandai dengan jumlah keluarga yang sakit mulai berkurang. Namun belum semuanya memenuhi 12 indikator keluarga sehat tersebut, seperti memiliki kartu JKN-KIS, mengikuti program KB, ibu hamil rutin lakukan pemeriksaan ke faskes/tenaga kesehatan, akses air bersih juga sanitasi, dan lain-lain.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kemenkes: Alat Kesehatan Diproduksi Sesuai Kebutuhan

Kemenkes menyatakan, dalam tata kelola alat kesehatan (alkes) diproduksi berdasarkan kebutuhan, sehingga ada penelitian dan pengembangan produk alkes tersebut

KESEHATAN | 27 September 2021

Pemerintah Dorong Penggunaan Alat Kesehatan Produksi dalam Negeri

Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan kebijakan bahwa Fasyankes yang mengusulkan DAK harus memprioritaskan alkes produksi dalam negeri.

KESEHATAN | 27 September 2021

Jokowi Unggah Video Imbau Tetap Waspada Covid-19 dan Terapkan Protokol Kesehatan

Presiden Jokowi tak hentinya mengimbau masyarakat untuk mewaspadai Covid-19 dan terus menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah gelombang ketiga Covid-19.

KESEHATAN | 27 September 2021

Mulai Oktober, Fitur PeduliLindungi Tersedia di Grab, Gojek hingga Jaki

Masyarakat yang tidak memiliki ponsel pintar, sertifikat vaksinnya bisa di teridentifikasi melalu nomor induk kependudukan (NIK).

KESEHATAN | 27 September 2021

Akan Ada 2 Aplikasi PeduliLindungi? Ini Kata Ketua DPR

Ketua DPR Puan Maharani menyatakan pihaknya menyambut baik rencana pemerintah untuk membuat alternatif aplikasi PeduliLindungi.

KESEHATAN | 27 September 2021

Kemenkes: Varian Lambda dan Mu Belum Terdeteksi dari PPLN ke Indonesia

Dari negara asal PPLN terbanyak, Malaysia, Arab Saudi, dan Singapura, belum ditemukan VoI (variant of interest) Lambda dan Mu.

KESEHATAN | 27 September 2021

Pasien Covid-19 Turun, Tempat Tidur RSDC Wisma Atlet Kemayoran Terpakai 3,91%

Senin (27/9/2021) jumlah pasien Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran ada 309 orang dirawat atau 3,91% dari total kapasitas sebanyak 7.894 tempat tidur.

KESEHATAN | 27 September 2021

Jaga Kesehatan Keluarga dengan Minyak Herbal Segudang Manfaat

Obat berbahan alami seperti rempah-rempah masih menjadi salah satu alternatif yang digunakan masyarakat Indonesia untuk mengobati penyakit.

KESEHATAN | 27 September 2021

Studi di 22 Negara, Pandemi Covid-19 Pangkas 6 Bulan Harapan Hidup Manusia

Pandemi Covid-19 telah memangkas harapan hidup manusia pada tahun 2020 dengan jumlah terbesar sejak Perang Dunia (PD) II.

KESEHATAN | 27 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Update Covid-19


# Lionel Messi


# Kebakaran Lapas Tangerang


# SUN



TERKINI
Panglima TNI Tidak Mau Berpolemik Soal Pernyataan Gatot Nurmantyo

Panglima TNI Tidak Mau Berpolemik Soal Pernyataan Gatot Nurmantyo

NASIONAL | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings