Target Menkes: Harga Obat Turun dan Alkes Lokal Meningkat

Target Menkes: Harga Obat Turun dan Alkes Lokal Meningkat
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (tengah) didampingi Dirut BPJS Kesehatan Fahmi Idris (kanan) dan Sekjen Kemenkes Oscar Primadi (kiri) bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (5/11/2019). Rapat kerja Komisi XI dengan Menkes, Dirut BPJS Kesehatan, Kepala BPOM, dan Kepala BKKBN tersebut membahas rencana kerja tahun anggaran 2020 di tiap institusi serta pembahasan isu-isu terkini seperti kenaikan iuran BPJS Kesehatan. ( Foto: antara / ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso )
Dina Manafe / IDS Rabu, 6 November 2019 | 13:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Selain menurunkan angka balita pendek (stunting) dan memperbaiki program JKN-KIS, menurunkan harga obat dan meningkatkan penggunaan alat kesehatan (alkes) di dalam negeri menjadi beberapa hal dari prioritas pemerintahan Jokowi-Maruf Amin di bidang kesehatan. Menurunkan harga obat dan meningkatkan penggunaan alkes di dalam negeri diharapkan bisa menekan tingginya biaya pelayanan kesehatan di rumah sakit (RS), yang pada akhirnya juga mengurangi beban pembiayaan program JKN-KIS yang terus mengalami defisit setiap tahunnya.

Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto mengatakan, untuk melaksanakan prioritas tersebut, Kemkes akan meningkatkan pengendalian harga obat dan alkes. Beberapa strategi akan dilakukan.

Pertama, memperbaiki regulasi untuk mempercepat obat generik masuk ke pasar. Kedua, dilakukan deregulasi penerbitan izin edar bagi industri. Ketiga, mendorong investasi untuk meningkatkan produksi obat generik dan alat kesehatan di Indonesia. Keempat, memfasilitasi pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan, seperti biopharmaceutical, vaksin, bahan farmasi aktif atau active pharmaceutical ingredient (API) kimia.

Khusus terkait penggunaan alkes dalam negeri, Kemkes akan menjamin ketersediaan dan memudahkan keterjangkauannya. Strategi yang dilakukan ke depan, di antaranya meningkatkan pengawasan implementasi regulasi kewajiban penggunaan alkes dalam negeri, dan mendorong investasi serta insentif regulasi serta akses pasar bagi alkes dalam negeri.

“Kemandirian di bidang obat dan alat kesehatan akan kita lakukan, di mana kita mendorong penggunaan produk dalam negeri. Untuk obat menjadi murah, bahan bakunya bisa (diproduksi) dari dalam negeri,” kata Terawan saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Selasa (5/11/2019) malam.

Menkes juga mengatakan, pihaknya akan mengembangkan terobosan dengan meningkatkan penggunaan obat maupun metode pengobatan tradisional. Ia berencana membentuk semacam intercontinental wing terkait pengobatan herbal sebagai upaya pencegahan maupun rehabilitasi nonmedis.



Sumber: Suara Pembaruan