Andi Gani Dukung Usulan Menkes Soal Subsidi Iuran BPJS

Andi Gani Dukung Usulan Menkes Soal Subsidi Iuran BPJS
Ilustrasi BPJS Kesehatan. ( Foto: Antara / Galih Pradipta )
Thresa Sandra Desfika / FER Sabtu, 9 November 2019 | 23:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pimpinan ASEAN Trade Union Council (ATUC), Andi Gani Nena Wea, mendukung usulan Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto, yang berencana memberikan subsidi iuran bagi peserta mandiri Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kelas IIl. Pemberian subsidi tersebut bertujuan mengurangi beban pengeluaran masyarakat.

Baca Juga: Menkes Wacanakan Iuran BPJS Kelas III Tetap Rp 25.500

Andi Gani mengaku, bersama tokoh buruh dan tokoh masyarakat lainnya sudah memberi masukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar iuran BPJS Kesehatan untuk kelas lll tidak naik. Pasalnya, kenaikan iuran untuk kelompok tersebut hanya akan memberatkan sebab mayoritas pesertanya berasal dari kelas ekonomi bawah.

"Saat saya bertemu Presiden Jokowi sudah menyampaikan keberatan dengan rencana kenaikan tersebut karena akan membebani rakyat kecil dan buruh," kata Andi kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (9/11/2019).

Baca Juga: Wapres Percaya Menkes Mampu Kelola Isu Kenaikan BPJS

Selain itu, Andi Gani menegaskan, BPJS Kesehatan juga harus memperbaiki pelayanannya karena sejauh ini belum maksimal.

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019, iuran peserta mandiri BPJS kelas III naik menjadi Rp 42.000.

Sebelumnya, Menkes Terawan Agus Putranto mengusulkan peserta bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP) BPJS Kesehatan kelas III hanya membayar Rp 25.500. Selisih Rp 16.500 itu nantinya dibayarkan oleh pemerintah.

"Itu kemauan dan keinginan kita semua. Coba saya kerjakan,” kata Terawan.



Sumber: BeritaSatu.com