Inuki Dorong Sinergisitas Pengobatan Nuklir di Indonesia

Inuki Dorong Sinergisitas Pengobatan Nuklir di Indonesia
Direktur Produksi PT Inuki, Bunjamin Noor (kiri) berbincang dengan Menkes Dr. Terawan Agus Putranto, di Pameran Pembangunan Kesehatan 2019 ( Foto: Beritasatu Photo / Dok. Inuki )
Feriawan Hidayat / FER Minggu, 10 November 2019 | 19:53 WIB

Tangerang Selatan, Beritasatu.com - PT Inuki (Industri Nuklir Indonesia) (Persero), ikut ambil bagian dalam meramaikan pameran Pembangunan Kesehatan 2019 yang digelar Kementerian Kesehatan (Kemkes) di Indonesia Convention and Exhibitons (ICE) BSD City, Tangerang Selatan, Sabtu (9/11/2019).

Pameran ini, juga dihadiri Menteri Kesehatan (Menkes) Dr Terawan Agus Putranto, serta sejumlah pengamat, akademisi, mahasiswa, juga pakar kesehatan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Inuki Dorong Pengembangan Layanan Pet Scan

Direktur Produksi PT Inuki, Bunjamin Noor, menyatakan rasa bangganya lantaran perseroan dapat ambil bagian di acara bergengsi ini. Saat bertemu Menkes Terawan di booth Inuki, Bunjamin Noor menjelaskan tentang kerja dari pengobatan nuklir (nuclear medicine) dengan Siklotron dan PET/CT Technology dan juga potensi pasar pengobatan nuklir di negara-negara ASEAN yang meliputi Thailand, Malaysia, Indonesia, Kamboja, Vietnam, Singapura, dan Filipina.

"Di negara-negara maju, jumlah pusat pelayanan kedokteran nuklir sekitar 2-4 pusat untuk 1 juta jiwa. Sementara, di Indonesia sendiri hanya terdapat 4 pusat untuk melayani 260 juta penduduk," kata Bunjamin Noor kepada Beritasatu.com di sela pameran.

Baca Juga: Inuki Gandeng Enam Perusahaan

Menurut Bunjamin Noor, permasalahan bagi penyedia pelayanan kedokteran nuklir adalah, saat ini rumah sakit (RS) tidak dapat mengedarkan/menjual produk radiofarmaka ke institusi lain di luar RS, karena terbentur regulasi. Sehingga, produksi menjadi sangat mahal dan tidak efisien.

"Inuki akan bertransformasi sebagai center of excellent di bidang pengobatan nuklir dan mendorong sinergisitas antar kementerian/lembaga yang terkait untuk pengembangan siklotron di Indonesia, serta membantu mewujudkan nawacita Presiden Jokowi, yaitu Indonesia Sehat," ungkap Bunjamin.

Baca Juga: Menkes Wacanakan Iuran BPJS Kelas III Tetap Rp 25.500

Sementara itu, Menkes Terawan menyambut transformasi Inuki dan menyatakan optimistis kalau Indonesia bisa menjadi bangsa yang mandiri dengan menghasilkan produk-produk berkualitas dan siap bersaing.

"Melihat semua perkembangan yang ada di lokasi pameran ini, saya makin yakin kita bisa menjadi bangsa yang siap di 2045 untuk mencapai target Indonesia Maju. Lihat saja wajah saya bahagia sekali. Tinggal bagaimana pemerintah mendukung pemanfaatan alat-alat inovasi tersebut," tandas Menkes Terawan.

 



Sumber: BeritaSatu.com