Pneumonia Membunuh Seorang Balita Setiap 39 Detik

Pneumonia Membunuh Seorang Balita Setiap 39 Detik
Ilustrasi bayi yang baru lahir. ( Foto: Ist )
Feriawan Hidayat / FER Selasa, 12 November 2019 | 15:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Hasil riset terbaru badan kesehatan global, menyebutkan, pneumonia masih menjadi penyebab kematian bayi dan anak-anak di seluruh dunia.

Baca Juga: Penyebab Tingginya Kasus Pneumonia di Indonesia

Pneumonia disebutkan membunuh lebih dari 800.000 bayi dan anak-anak pada tahun lalu atau satu anak setiap 39 detik. Angka ini jauh melampaui kematian yang disebabkan oleh penyakit-penyakit berbahaya lainnya, seperti malaria dan campak.

Badan dana anak-anak PBB (Unicef), Save The Children dan empat lembaga kesehatan lainnya dalam laporan yang diberi judul 'epidemi yang terlupakan' mendesak pemerintah di seluruh dunia, untuk meningkatkan investasi dalam pelayanan kesehatan dan obat-obatan serta pemberian vaksin untuk mencegah epidemi Pneumonia.

"Fakta bahwa penyakit ini dapat dicegah, diobati, dan mudah didiagnosis, namun masih merupakan pembunuh anak-anak terbesar di dunia merupakan sebuah hal yang sangat mengejutkan," kata Seth Berkley, kepala eksekutif aliansi vaksin GAVI, seperti dilansir Beritasatu.com dari laman Reuters, Selasa (12/11/2019).

Baca Juga: 800.000 Anak Indonesia Terkena Pneumonia

Pneumonia merupakan penyakit paru-paru yang bisa disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur. Kalangan penderita penyakit ini, harus berjuang untuk bernafas karena paru-paru mereka penuh cairan.

Penyakit ini sejatinya dapat dicegah dengan pemberian vaksin, dan diobati dengan antibiotik serta pemberian oksigen secara rutin. Namun, di negara-negara miskin, akses pengobatan terhadap penyakit ini seringkali terbatas.

Laporan tersebut menyatakan, pneumonia menyebabkan 15 persen kematian pada anak di bawah 5 tahun (balita). Sayangnya, investasi yang dikeluarkan untuk penyakit ini hanya sekitar 3 persen dari total pengeluaran untuk penelitian penyakit menular, jauh tertinggal dari penyakit lain seperti malaria.

Baca Juga: Deteksi Dini Jadi Kunci Utama Cegah Pneumonia

Nigeria, India, Pakistan, Republik Demokratik Kongo dan Ethiopia disebutkan menyumbang lebih dari setengah anak-anak yang meninggal karena pneumonia pada tahun lalu. Mayoritas dari mereka, merupakan bayi yang belum mencapai ulang tahun keduanya.

"Jutaan anak sekarat karena kekurangan vaksin, antibiotik yang terjangkau, dan perawatan oksigen rutin," kata Kevin Watkins, kepala eksekutif Save the Children. "Ini adalah epidemi global yang terlupakan yang menuntut respons internasional yang mendesak," tambahnya.



Sumber: BeritaSatu.com