The Habibie Center Sampaikan 7 Rekomendasi Penanggulangan Stunting
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

The Habibie Center Sampaikan 7 Rekomendasi Penanggulangan Stunting

Kamis, 14 November 2019 | 20:28 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Pencegahan stunting adalah agenda besar pemerintah di bidang kesehatan. Tingkat prevalensi stunting sebesar 30,8 persen Indonesia (Riskesdas 2018) menunjukkan perlunya lebih banyak upaya efektif yang dilakukan guna menanggulangi masalah tersebut.

Dalam diskusi Demokratisasi dan Kesehatan Masyarakat: Tantangan Penanggulangan Masalah Gizi Anak Nasional yang digelar The Habibie Center memberi rekomendasi kepada pemerintah agar melakukan implementasi terobosan kebijakan untuk atasi stunting.

Dr. drg. Widya Leksmanawati Habibie, M.M., Associate Fellow di The Habibie Center mengatakan bahwa tingginya angka stunting adalah cerminan ketidaksetaraan sosial dan hal ini berkaitan erat dengan demokratisasi. Maka dari itu, The Habibie Center menyampaikan 7 rekomendasi terkait penanganan stunting yang terdiri dari: pertama, penimbangan dan pengukuran balita setiap bulan di Posyandu, dan dibutuhkan kelengkapan alat ukur sesuai standar WHO. Kedua, pengesahan revisi PMK Antropometri Anak untuk deteksi tumbuh kembang balita.

Ketiga, perbaiki buku KIA untuk memperbaiki pola MPASI. Keempat, Protein Hewani dan pemberian bantuan protein hewani termasuk susu untuk keluarga dengan balita. Kelima, pelatihan dokter, bidan, ahli gizi dan kader untuk mendeteksi stunting dengan intervensinya. Keenam, penyediaan PKMK untuk kondisi yang menyebabkan stunting seperti gizi buruk, gizi kurang, gagal tumbuh, alergi, prematur, sampai kelainan metabolik.

"Yang ketujuh adalah meningkatkan anggaran intervensi gizi spesifik dalam anggaran stunting bukan hanya 30%, tetapi misalnya 50:50," ujar Widya.

Dia berharap diskusi multi-sektorial hari ini diharapkan akan mampu memberikan sumbangsih pemikiran dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk berkomitmen mempercepat pencapaian penurunan angka prevalensi stunting nasional.

“Adalah tugas kita bersama untuk mengawal implementasi prioritas alokasi anggaran untuk menyediakan intervensi gizi spesifik, termasuk suplementasi ini. Dengan anggaran yang efektif, akan semakin banyak anak yang tertolong dan mendapatkan hak mereka untuk tumbuh dan berkembang dengan optimal dan sehat melalui penanganan gizi yang tepat,” tutup Dr. Widya.

Lebih lanjut Prof. Dr. dr. Damayanti R. Syarif, SpA. (K) Ketua Pokja Antropometri Kementerian Kesehatan dan Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi & Penyakit Metabolik, FKUI – RSCM dalam paparannya menjelaskan, untuk mencegah stunting, diperlukan pemantauan status gizi yang benar, tata laksana rujukan berjenjang hingga intervensi gizi.

"Selain permasalahan asupan nutrisi, kondisi penyakit tertentu dapat meningkatkan resiko stunting karena dapat memengaruhi peningkatan kebutuhan nutrisi maupun kemampuan anak menyerap nutrisi yang dikonsumsi. Dalam kondisi seperti ini, anak membutuhkan intervensi gizi yang memang sudah terbukti dapat memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan anak,” jelas Damayanti.

Tim Dokter Anak RSUPN Cipto Mangunkusumo ini mendorong pemerintah untuk segera melakukan implementasi kebijakan dan tidak harus terhambat oleh aturan aturan teknis yang seharusnya bisa segera dikeluarkan.

Sementara itu Ketua Dewan Pengurus The Habibie Center Prof. Dr. Sofian Effendi mengatakan menjadi kewajiban bersama untuk menjaga apakah anggaran kesehatan sebesar 5,2 persen dari APBN sebesar Rp 220 Triliun akan bisa menghasilkan kondisi kesehatan yang baik.

"Kebijakan publik perlu diintervensi dengan semangat demokratisasi, sehingga implementasi dalam bidang kesehatan sangat diperlukan,” ujar Dr. Sofian Effendi.

Ditambahkan, Inti Mudjiati selaku Kasubdit Penanggulangan Gizi Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan, pertengahan tahun ini, Kemkes telah mensyahkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 29 Tahun 2019 tentang Penanggulangan Masalah Gizi pada Anak Akibat Penyakit. Permenkes ini mengatur mengenai Pangan Olahan untuk Kondisi Medis Khusus (PKMK) yang diprioritaskan untuk anak dengan resiko tinggi gagal tumbuh seperi gizi kurang, gizi buruk, prematur, alergi, hingga kelainan metabolik lainnya untuk mencegah stunting.

"Peraturan ini adalah upaya terobosan pencegahan stunting, dan membutuhkan pembahasan lebih lanjut mengenai sasaran dan pembiayaan untuk mendorong implementasinya," ujar Inti Mudjiati.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tunjuk Good Doctor, Kemkes Bangun Ekosistem Digital Kesehatan

Melalui kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung SehatPedia, aplikasi yang dirintis oleh Kemkes.

KESEHATAN | 14 November 2019

DJSN Pastikan Orang Miskin Tetap Ditanggung Pemerintah

DJSN memastikan kenaikan iuran JKN-KIS tidak akan memberatkan orang miskin.

KESEHATAN | 13 November 2019

BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Makin Baik

Kenaikan iuran JKN-KIS untuk mengatasi defisit yang terus membengkak setiap tahun.

KESEHATAN | 13 November 2019

Metode Sunat Jaman Now Diminati Masyarakat

Sunat dari sudut pandang kesehatan dinilai sangat bermanfaat.

KESEHATAN | 13 November 2019

Pemprov Jabar dan Danone Indonesia Kerja Sama Cegah Stunting

Kerja sama ini sebagai tindaklanjut dari penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pemprov Jabar dan Danone Indonesia pada hari Selasa (12/11/2019).

KESEHATAN | 13 November 2019

Inovasi Kesehatan Dalam Negeri Kurangi Ketergantungan Impor

Sekitar 90 persen bahan baku obat dan alat kesehatan di Indonesia masih berasal dari impor.

KESEHATAN | 12 November 2019

Menkes Apresiasi Prestasi RSUD Tulungagung Jadi RS Terbaik Dunia

Menkes mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada Direktur RSUD Tulungagung Supriyanto yang berhasil membawa RSUD Tulungagung menjadi RS terbaik dunia.

KESEHATAN | 12 November 2019

Pneumonia Membunuh Seorang Balita Setiap 39 Detik

Penyakit pneumonia disebutkan membunuh lebih dari 800.000 bayi dan anak-anak pada tahun lalu.

KESEHATAN | 12 November 2019

Menko PMK Percepat Penurunan Stunting dan Kemiskinan

Penanganan stunting akan melibatkan delapan kementerian di bawah koordinasi Menko PMK, dan kementerian di luar itu.

KESEHATAN | 12 November 2019

RSUD Tulungagung, RS Terbaik di Dunia

RS tersebut juga tidak menggantungkan anggaran operasionalnya pada anggaran pemerintah pusat maupun daerah.

KESEHATAN | 12 November 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS