Operasi Cesarea Meningkat di Era JKN-KIS
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Operasi Cesarea Meningkat di Era JKN-KIS

Selasa, 26 November 2019 | 23:23 WIB
Oleh : Dina Manafe / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah layanan dalam program JKN-KIS menyerap anggaran terbesar BPJS Kesehatan (BPJSK). Beberapa di antaranya diduga dilakukan secara berlebihan atau tidak sesuai indikasi medis, sehingga turut menyumbang defisit. Salah satu adalah persalinan dengan cara operasi atau dikenal istilah seksio sesarea atau sectio cesarea (SC) yang menunjukkan tren meningkat setiap tahunnya. Bahkan hampir 57% ibu melahirkan memilih operasi cesarea semenjak era JKN-KIS.

Untuk itu diperlukan regulasi lebih kuat dari pemerintah untuk menertibkannya. Menurut laporan Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya (KMKB) JKN-KIS, jumlah tindakan SC terus meningkat setelah Indonesia melaksanakan JKN-KIS. Bahkan Jumlah persalinan dengan JKN-KIS tahun 2014-2018 tercatat sebanyak 57% memilih persalinan lewat operasi cesarea, sisanya 43% normal.

Pada 2017 saja misalnya, rasio tindakan SC dibanding jumlah seluruh persalinan mencapai 59%. Totalnya sebanyak 739.964 tindakan SC dilakukan di fasilitas kesehatan (faskes) rujukan tingkat lanjut atau rumah sakit dalam setahun, dengan biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 4,1 triliun.

Sementara pada 2013, sebelumnya adanya JKN, jumlah tindakan SC yang dbiayai oleh PT Askes (sebelum transformasi menjadi BPJSK) adalah 23.801. Angka ini linear dengan jumlah kepesertaan Askes yang hanya 13 juta jiwa. Berbeda BPJSK di 2017 yang mencapai 187 juta jiwa.

Rasio tindakan SC di Indonesia sejak JKN-KIS selalu di atas rata-rata rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 10% hingga 15%. Di negara negara Eropa, proporsi SC umumnya kurang dari 10%. Misalnya Finlandia dan Norwegia 6,6%, Belanda 7,7%, Swedia 8,6% dan Inggris 9%. Menurut laporan KMKB ini, SC apabila dilakukan sesuai indikasi akan mencegah kematian ibu dan bayi. Namun tidak ada bukti yang bermakna bahwa rasio SC di atas 10% bisa menurunkan mortalitas (kematian) ibu dan bayi.

Hal ini pun diperkuat Kepala Humas BPJSK, Iqbal Anas Ma'ruf. Menurut Iqbal, dari total persalinan yang dibiayai BPJSK sebanyak 5,3 juta kasus, sebanyak 57% atau 3 juta di antaranya adalah tindakan SC, dan sisanya 2,3 juta atau 43% tindakan persalinan normal.

"Tetapi kalau kita menyebut bahwa tindakan SC tersebut tidak sesuai indikasi medis harus dilakukan penelusuran, tidak bisa hanya berdasarkan asumsi,” kata Iqbal kepada Beritasatu.com, Selasa (26/11/2019).

Persoalannya, menurut Iqbal, belum ada paramater mengenai tindakan apa saja yang dibolehkan untuk SC. Aturan yang ada hanya membolehkan tindakan SC dipilih apabila ditemukan berbagai kesulitan untuk melangsungkan persalinan normal, seperti persalinan lama, persalinan macet, gawat janin, preeklampsia, dan janin besar. Tetapi tidak ada sistem mengontrol apakah tindakan SC ini memang sesuai indikasi medis atau atas permintaan pasien sendiri atau rekomendasi dokter. Potensi moral hazard atau penyalahgunaan layanan bisa saja terjadi di sini.

Verifikasi
Sementara sistem verifikasi klaim JKN-KIS tidak bisa mendeteksi apakah layanan SC ini sesuai indikasi medis atau tidak. Keputusan akhir atas satu tindakan ada di tangan dokter. Namun jika BPJSK menemukan dan terbukti adanya permintaan sendiri oleh pasien maka pengajuan klaim layanan tersebut tidak disetujui oleh BPJSK karena termasuk dalam penyalahgunaan.

“Tetapi yang tidak bisa kita tolak adalah permintaan dokter yang mengatakan bahwa memang pasien perlu SC. Jadi keputusan medis ini tidak bisa dibuat dalam sistem karena parameter yang mau dikunci tidak ada. Kalau secara administrasi sudah ada dokumennya yang ditandatangani dokter bahwa itu perlu SC, maka itu yang harus dibayar oleh BPJS,” kata Iqbal.

Menurut Iqbal, TKMKB sebetulnya sudah mengusulkan dibuatkannya parameter mengenai apa saja kondisi persalinan yang bisa dilakukan tindakan SC tetapi belum ditetapkan. Pengurangan manfaat JKN-KIS sebetulnya diperbolehkan aturan apabila program ini mengalami kekurangan pembiayaan, di samping harus ada penyesuaian besaran iuran peserta dan pemberian dana talangan. BPJSK pernah mengambil langkah ini dengan mengeluarkan tiga Perdijampelkes di tahun 2018 yang mengatur tentang penjaminan katarak, persalinan bayi lahir sehat, dan layanan rehabilitasi medik. Namun peraturan ini dikritisi sehingga pelaksanannya dibatalkan oleh Mahkamah Agung pada 18 Oktober 2018.

Kementerian Kesehatan bisa mengakomodir ini melalui satu peraturan yang lebih kuat untuk mengontrol pelayanan atau utilitas yang berlebihan yang pada akhirnya menyebabkan tagihan atau klaim lebih besar.

"Jangan BPJS Kesehatan yang buat aturan, karena dikira nanti tujuannya untuk meringankan pembiayaan BPJSK semata. Kementerian Kesehatan sebagai regulator-lah yang harus menerbitkan aturan rill soal over utilisasi. Ini untuk menyelematkan semua pihak, baik itu pasien sendiri, dokternya, maupun keberlanjutan JKN-KIS," kata Iqbal.

Selain tindakan SC, Iqbal menambahkan, upaya untuk mengendalikan pembiayaan layanan jantung juga perlu dilakukan. Di tahun 2018 saja jumlah tindakan jantung yang dibiayai BPJSK mencapai 12,5 juta tindakan dengan biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 10,5 triliun. Jumlah ini terus meningkat sejak 2014.

Menurut Iqbal, biaya triliunan tersebut bukan hanya untuk tindakan operasi atau pemasangan ring, tetapi juga obat-obatan yang harus dikonsumsi pasien jantung seumur hidupnya. Obat untuk penyakit jantung sangat mahal karena beberapa di antaranya masih impor.

Untuk penanganan jantung yang lebih efektif, menurut Iqbal, harus dimulai dari pencegahan dengan pola hidup sehat. Program promosi dan pencegahan penyakit perlu dimassifkan lagi sampai ke masyarakat di desa-desa. Berhenti atau tidak merokok, rutin berolah raga, mengonsumsi buah dan sayur serta lakukan pemeriksaan rutin harus menjadi perilaku sehari-hari masyarakat. Ini lebih efektif mengurangi kasus jantung dibanding mencegah atau mengurangi manfaat yang didapat pasien jantung.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyoroti tagihan rumah sakit untuk tindakan SC dan jantung di rumah sakit yang sangat mahal. Menurut Terawan, selama ini banyak temuan mengenai pemberian tindakan medis yang berlebihan kepada pasien. Akibatnya, tagihan rumah sakit kepada pihak BPJSK menjadi membengkak. Salah satunya jantung yang tagihannya sampai Rp 10,5 triliun. Menurut Terawan, apabila tindakan yang berlebihan itu dapat diatasi, maka defisit BPJSK berpeluang ditekan. Jika diagnosa dan tindakan terhadap pasien jantung proporsional, maka bisa menurunkan tagihan sampai dengan 50%.

"Kalau mau operasi ya operasi sesuai diagnosanya, itu bisa menurunkan sampai 50 persen. Banyak lho Rp 10 triliun. Kalau bisa turun 50% saja, itu sudah membuat kita bahagia, Rp 5 triliun dihemat,” ucap Terawan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (21/11).



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

Pemenuhan Gizi Anak untuk Wujudkan Generasi Indonesia Emas

Pemenuhan gizi bagi ibu dan anak untuk mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045.

KESEHATAN | 24 September 2021

Sarapan dan Makan Tidak Teratur: Waspadai Kekurangan Nutrisi

Melewatkan sarapan berakibat pada hilangnya nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk aktivitas sepanjang hari.

KESEHATAN | 24 September 2021

Jumlah Pasien Covid-19 Turun, Tempat Tidur RSDC Wisma Atlet Terpakai di Bawah 400

Data per hari ini, Jumat (24/9/2021) jumlah pasien Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran berkurang 27 orang dari hari sebelumnya.

KESEHATAN | 24 September 2021

WHO Anjurkan “Koktail” Antibodi Covid-19 untuk Pasien Berisiko Tinggi

WHO pada Jumat (24/9/2021) merekomendasikan, penggunaan “koktail” antibodi Covid-19 buatan Regeneron dan Roche pada pasien yang berisiko tinggi.

KESEHATAN | 24 September 2021

PT Inti Gelar Sentra Sentra Vaksinasi Covid-19 hingga Akhir Tahun

Vaksin yang digunakan Pfizer atau vaksin lain yang ditentukan oleh Kementerian Kesehatan.

KESEHATAN | 24 September 2021

Kenali Manfaat Kandungan Tranexamic Acid Pada Serum

Kandungan tranexamic acid dipercaya dapat mengatasi tanda penuaan di kulit.

KESEHATAN | 24 September 2021

70% Penduduk Divaksinasi Akhir 2021, Nadia: Kami Optimistis Target Tercapai

Nadia optimistis bahwa sampai akhir tahun ini cakupan vaksinasi Covid-19 dengan target 70% populasi Indonesia sudah menerima vaksinasi.

KESEHATAN | 24 September 2021

Warga Positif Covid-19 Terdeteksi PeduliLindungi, Begini Penjelasan Kemenkes

Nadia mengatakan, data pasien yang melakukan pemeriksaan di laboratorium pemeriksa Covid-19, akan terekam di aplikasi NAR.

KESEHATAN | 24 September 2021

Ralali.com akan Menggelar Virtual Exhibition WHEALTH 2021

Ralali.com menciptakan peluang baru bagi sektor kesehatan, dan industri wisata medis untuk memamerkan produk dan layanan secara virtual.

KESEHATAN | 24 September 2021



TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
Manfaatkan Sampah Kertas, ALDO Genjot Produksi Brown Paper

Manfaatkan Sampah Kertas, ALDO Genjot Produksi Brown Paper

EKONOMI | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings