Sinar Matahari Bermanfaat untuk Kesehatan Tulang

Sinar Matahari Bermanfaat untuk Kesehatan Tulang
Dokter Spesialis Ortopedi Siloam Hospitals Kebon Jeruk, dr Henry Suhendra (kiri) dan dr Langga Sintong memberikan penjelasan tentang penanganan patah tulang, Jakarta, Kamis (28/11/2019). (Foto: Beritasatu Photo / Dina Manafe)
Dina Manafe / FER Kamis, 28 November 2019 | 22:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebagai negara tropis, Indonesia kaya akan sinar matahari yang ternyata baik untuk kesehatan tubuh terutama tulang. Sinar matahari diperlukan tubuh untuk membentuk vitamin D secara alami. Saat kulit terkena matahari langsung, vitamin D akan diproduksi tubuh dengan membakar kolesterol yang ada di sel kulit.

Dokter spesialis bedah ortopedi Siloam Hospitals Kebon Jeruk, dr Langga Sintong Sp OT, mengatakan, sudah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa hanya dengan terpapar matahari minimal 20 menit saja tubuh bisa mendapatkan vitamin D sebanyak 10.000 IU, di atas kebutuhan harian.

"Kebutuhan vitamin D cukup dipenuhi dari paparan sinar matahari pagi, tetapi itu kalau masih berusia muda," kata Langga di acara media gathering yang digelar Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Seiring bertambah usia, lanjut Rangga, reseptor kulit manusia akan semakin sedikit, sehingga tidak mampu menerima vitamin D secara alami. Karena itulah, pada orang dewasa perlu dibantu dengan asupan vitamin D. Menurunnya fungsi reseptor umumnya terjadi pada usia 40 tahun atau 50 tahun ke atas.

"Intinya, ketika kita sudah tua tidak bisa lagi seperti muda yang mudah menyerap vitamin D, maka perlu dibantu dengan asupan," tambahnya.

Menurut Langga, sebagai negara beriklim tropis seharusnya orang Indonesia tidak kekurangan vitamin D. Tetapi faktanya banyak hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan banyak orang kekurangan vitamin D, terutama pada perempuan.

"Sekarang suplemen vitamin D lagi trending. Seharusnya, kita negara tropis tidak kekurangan vitamin D. Mengapa? Karena perempuan takut kena matahari, takut gosong, dan kebanyakan bekerja di dalam gedung,” kata Langga.

Menurut Langga, seseorang yang kekurangan vitamin D ditandai dengan beberapa gejala, seperti sering mengalami nyeri otot, nyeri punggung dan nyeri tulang. Selain itu, mudah terserang penyakit infeksi seperti flu, tubuh menjadi mudah lelah, tulang rapuh, dan mudah patah. Kekurangan vitamin D juga dihubungkan dengan sejumlah masalah kesehatan lain, seperti osteoporosis, obesitas, diabetes, migren, dan lain-lain.

"Kurang vitamin D sekarang dihubungkan dengan gangguan autoimun. Makanya penderita kanker itu asupan vitamin D-nya harus bagus," kata Langga.

Langga menambahkan, mencukupi vitamin D sangat penting untuk menjaga tulang lebih kuat dan sehat. Juga mencegah dari berbagai penyakit akibat kekurangan vitamin D. "Oleh karena itu, berjemur di bawah sinar matahari pagi selama 10 sampai 20 menit sangat dianjurkan," pungkas Langga.



Sumber: Suara Pembaruan