Hari AIDS Sedunia Bukan Saatnya untuk Merayakan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Hari AIDS Sedunia Bukan Saatnya untuk Merayakan

Minggu, 1 Desember 2019 | 15:56 WIB
Oleh : WBP

Bandung, Beritasatu.com – Hari AIDS Sedunia yang diperingati tiap 1 Desember sejak 1988 bertujuan agar dunia bersatu melawan HIV dan AIDS, memberi dukungan semangat kepada orang-orang dengan HIV-AIDS, dan untuk menghormati mereka yang telah meninggal akibat AIDS. Untuk itu, Rumah Cemara yang merupakan organisasi komunitas orang-orang dengan HIV-AIDS dan konsumen narkoba berharap 1 Desember bukan dijadikan sebuah perayaan.

“Saat ini, bukan waktunya untuk sebuah perayaan. Negara ini sedang menghadapi krisis. Krisis atas sebuah sistem kesehatan negara yang telah terbukti gagal melindungi hak-hak warganya, hak yang paling mendasar, hak atas kesehatan,” kata Direktur Eksekutif Rumah Cemara, Aditia Taslim dalam dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Minggu (1/12/2019).

Kasus AIDS pertama di Indonesia dilaporkan secara resmi pada 1987, Indonesia menjadi negara ke-13 di Asia yang pemerintahnya melaporkan kasus HIV-AIDS ke Badan Kesehatan Dunia (WHO). "Ini berarti, penanggulangan AIDS di Indonesia sudah berlangsung lebih dari 30 tahun," kata Aditia Taslim.

Rutin Minum ARV, ODHA Bisa Berkeluarga Tanpa Menulari Anak

Pada 2016, Kementerian Kesehatan (Kemkes) memperkirakan 640.443 orang hidup dengan HIV-AIDS di Indonesia. Hingga September 2019, Kemkes melaporkan hanya 57 persen atau 363.526 orang yang mengetahui kalau dirinya mengidap HIV. Lalu hanya 19 persen atau 121.927 orang dengan HIV-AIDS (ODHA) yang memperoleh pengobatan antiretroviral (ARV). Terakhir, capaian untuk tidak terdeteksinya jumlah virus pada ODHA yang ikut terapi ARV hanya 1 persen atau 5.170 orang. "Ini kenyataan getir karena 518.516 ODHA di Indonesia saat ini tidak memperoleh layanan kesehatan HIV," kata Aditia Taslim.

Masih Tinggi, Jumlah ODHA yang Putus Pakai Obat ARV

Pada 2016, seluruh negara anggota PBB menyepakati komitmen global yang dinamakan The 2016 Political Declaration on Ending AIDS. Dalam komitmen ini, seluruh negara berkomitmen mengakhiri epidemi AIDS pada 2030. Salah satu target komitmen tersebut adalah pencapaian 90-90-90 pada 2020, yaitu, 90 persen ODHA tahu mereka mengidap HIV, 90 persen ODHA mendapatkan pengobatan ARV, dan 90 persen ODHA yang melakukan terapi ARV jumlah virus dalam tubuhnya tidak terdeteksi.

"Indonesia berada dalam krisis karena di sisa 12 bulan sejak hari ini, target pencapaian 90-90-90 negara ini hanya mencapai 57-19-1. Hal ini membuat Indonesia tercatat sebagai negara terburuk keempat dalam pencapaian jumlah ODHA yang memperoleh pengobatan ARV. Indonesia hanya lebih baik dari Madagaskar, Pakistan, dan Sudan Selatan," kata Aditia Taslim.

Selain itu Program Gabungan PBB untuk HIV-AIDS (UNAIDS) melaporkan, di Indonesia terdapat 46.000 infeksi HIV baru pada 2018. Ini angka terbesar ketiga se-Asia Pasifik. Sementara angka kematian terkait AIDS di Indonesia pada 2018 meningkat 58 persen dari 2010, yakni dari 24.000 menjadi 38.000 kasus.

Aditia Taslim menambahkan, permasalahan yang sedang dihadapi bukan hanya soal kesehatan, namun faktor penentu lainnya seperti peraturan dan undang-undang yang masih bersifat menghukum dan mengkriminalisasi, komitmen dan kemauan politik yang sangat lemah. Selain itu, stigma dan diskriminasi yang masih tinggi di lingkungan sosial, pendidikan, pekerjaan dan bahkan di layanan kesehatan sekalipun. "Tanpa adanya perubahan secara dramatis, Indonesia akan gagal menanggulangi HIV- AIDS," kata Aditia Taslim.

Untuk itu, Rumah Cemara meminta revisi peraturan dan UU yang mengkriminalisasi dan menghambat program penanggulangan HIV-AIDS, termasuk peraturan-peraturan daerah yang tidak konsisten dengan komitmen Indonesia dalam pemenuhan hak asasi manusia. "Lindungi ODHA dari stigma dan diskriminasi dengan membentuk mekanisme perlindungan yang dijamin oleh negara," kata Aditia Taslim.

Dia meminta melakkukan program test and treat secara menyeluruh untuk memastikan bahwa seluruh ODHA yang mengetahui statusnya langsung mendapatkan pengobatan ARV.

Untuk persoalan obat ARV dia meminta diturunkan mengingat obat ARV yang dijual di Indonesia 2,5 kali lipat lebih tinggi dari harga pasar. Penurunan harga obat akan mengurangi beban biaya negara.

Selain itu, pemerintah menggunakan obat ARV terbaru sesuai rekomendasi WHO yakni Dolutegravir (DTG). Selain harga yang lebih murah, DTG juga memiliki tingkat efektivitas tinggi sehingga dapat menekan jumlah virus HIV dengan waktu cepat, efek samping sedikit. Selain itu, dosis satu kali sehari sehingga dapat menurunkan risiko lupa, aman jika digunakan bersamaan dengan obat lain, serta tingkat resistensi rendah sehingga efektif untuk penggunaan jangka panjang.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Evaluasi Penanganan Covid-19 di Jambi, Kapolri Ingatkan Jaga Prokes

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, memimpin rapat evaluasi penanganan dan pengendalian penyebaran Covid-19

KESEHATAN | 17 September 2021

Gerakan Mobil Masker untuk Masyarakat Sambangi 10 Kecamatan di Pangandaran

Sebanyak 20 unit Mobil Masker yang masing-masing membawa 10.000 masker membawa para relawan menuju Pangandaran.

KESEHATAN | 17 September 2021

Menkominfo: Vaksinasi Lansia Terus Digenjot

Pemerintah terus menggenjot percepatan vaksinasi bagi kelompok lansia agar target 21,5 juta lansia tervaksin segera tercapai.

KESEHATAN | 17 September 2021


Update Covid-19: Kabar Baik, Angka Positivity Rate Turun Drastis 1,31%

Untuk kasus aktif Covid-19 mengalami penurunan sebanyak 4.296 orang, sehingga total kasus aktif sebanyak 68.942 orang.

KESEHATAN | 17 September 2021

Bumame Farmasi Ekspansi Pasar ke Surabaya

Bumame Farmasi membuka dua lokasi layanan tes covid-19 di Surabaya.

KESEHATAN | 17 September 2021

Diluncurkan, Flowra Sanitary Napkins Berikan Edukasi Kesehatan Organ Kewanitaan

Feniks Indonesia Sukses melakukan edukasi pentingnya kesehatan organ kewanitaan saat peluncuran Flowra Sanitary Pads.

KESEHATAN | 17 September 2021

Youvit dan Shopee Ajak Jaga Kesehatan Tubuh dengan Rutin Konsumsi Multivitamin

Youvit mengeluarkan produk multivitamin gummy dengan berbagai varian produk yang dapat dikonsumsi bukan hanya oleh orang dewasa namun juga anak-anak.

KESEHATAN | 17 September 2021

Ini Penjelasan Tim Pakar tentang Terbitnya Permenkumham 34/2021

Permenkumham 34/2021 merupakan pembaruan dari Permenkumham 27/2021, yakni tentang penambahan kriteria WNA yang memiliki visa kunjungan

KESEHATAN | 17 September 2021

Pasar Modal Indonesia Targetkan Ribuan Kantong Darah

Pengumpulan dana CSR akan dilaksanakan kembali pada 17 September 2021, bertepatan dengan Hari Palang Merah Indonesia (PMI).

KESEHATAN | 17 September 2021


TAG POPULER

# Muhammad Kece


# Vaksinasi Covid-19


# Sonny Tulung


# Ganjil Genap


# KKB



TERKINI
Maman: Beragama dan Bernegara dalam Satu Napas NKRI untuk Lawan Ideologi Transnasional

Maman: Beragama dan Bernegara dalam Satu Napas NKRI untuk Lawan Ideologi Transnasional

NASIONAL | 1 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings