Penyakit Jantung Koroner Cukup Terapi Optimal Obat-Obatan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Penyakit Jantung Koroner Cukup Terapi Optimal Obat-Obatan

Senin, 2 Desember 2019 | 00:00 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Penderita penyakit jantung koroner (PJK) stabil atau stable coronary artery disease, tidak perlu pasang stent dan operasi bypass. Cukup terapi dengan mengoptimalkan obat-obatan. Informasi ini menjadi kabar baik dalam dunia medis, khususnya penderita PJK stabil di belahan dunia manapun.

Perhimpunan Ahli Jantung Amerika atau American Heart Association (AHA) merilis studi terbaru terkait pengobatan PJK stabil berbasis bukti (evidence based study) yang dinamakan “Ischemia”.

Hasil studi menunjukan bahwa tindakan pemasangan stent melalui kateter balon atau tindakan bedah pintas pada pasien-pasien dengan PJK stabil adalah tindakan berlebih. Tindakan itu tidak lebih efektif daripada terapi optimal obat-obatan atau optimal medical therapy (OMT).

Apabila para dokter spesialis jantung menerapkan hasil studi ini kepada pasien PJK stabil, maka keselamatan pasien akibat kemungkinan komplikasi operasi akan terjaga. Selain itu, biaya pengobatan akan jauh lebih murah. Dengan demikian, tidak perlu menaikkan iuran BPJS yang hanya membebani anggaran negara.

Dokter spesialis jantung, Frans Santosa, mengatakan, studi tersebut mempunyai nilai evidence based 1a karena didesain dengan baik secara multicenter dan multination. Hal ini sudah dilakukan selama lima tahun hingga beberapa bulan lalu.

Metodologi studi tersebut menggunakan studi komparatif yang membandingkan satu kelompok pasien yang menggunakan metode terapi tindakan invasif kardiologi, berupa pemasangan stent atau metode bedah pintas, dengan pasien yang hanya diberikan obat-obatan optimal.

Hasilnya, selama pengobatan pada kedua kelompok tidak temukan perbedaan signifikan. Pada pasien yang diberikan obat-obatan secara optimal tidak ditemukan kematian akibat serangan jantung, komplikasi, serta dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

“Kesimpulannya, pemasangan stent lewat balon kateter atau operasi bedah pintas jantung tidak lebih efektif daripada pasien yang hanya meminum obat-obatan secara optimal, sesuai rekomendasi dokter,” kata Frans kepada wartawan di Jakarta, Senin (2/12/2019).

Ketua Senat Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jakarta ini berharap, hasil studi ini dapat diterima kalangan dokter spesialis jantung sehingga dapat menghilangkan kontroversi yang selama ini terjadi. Sebab, selama dua dekade terakhir, ahli jantung telah menerapkan metode pengobatan ini pada penderita PJK stabil.

Sebelumnya, para ahli jantung sudah melakukan studi serupa. Studi tersebut dinamakan antara lain MASS, RITA, RITA 2-3, Bari, Bari 2D, COURAGE, FAME, FAME II. Hasilnya, para ahli merekomendasikan metode OMT pada penderita PJK stabil.

Penderita PJK stabil adalah penderita yang tidak mempunyai keluhan sama (asimptomatik), keluhan ringan (simtomatik), sedang, berat di bagian dada. Baik saat istirahat, sedang beraktivitas atau saat treadmill (stable angina pectoris). Kelompok pasien ini tidak termasuk dalam kriteria kegawatan medis sesuai pedoman studi central cord syndrome (CCS).

Sejauh ini, kata Frans, telah banyak penderita PJK stabil datang ke rumah sakit hanya untuk medical check up (MCU). Tapi setelah didiagnosa oleh dokter, pasien justru dianjurkan untuk memasang stent. “Padahal, menurut berbagai hasil studi, cukup dilakukan diagnostik non invasive saja, atau maksimal semi invasive. Jika ditemukan ada indikasi, dianjurkan OMT,” katanya.

Sedangkan penderita PJK tidak stabil (Unstable CAD) adalah kasus emergency atau kegawatan serangan akut infark (penyumbatan) jantung. Pada situasi ini, pasien mengeluh nyeri hebat, rasa panas, sesak seperti ada beban pada daerah dada, keringat dingin, gelisah atau unstable angina pectoris (UAP), disertai perubahan grafik elektrokardiografi (EKG) dan kenaikan enzim jantung. Di sinilah indikasi absolut untuk dilakukan segera mungkin pemasangan stent melalui balon kateter atau bedah pintas.

Paradigma lama menyebutkan bahwa serangan jantung koroner terjadi akibat timbunan plaque (aterosklerosis) antara dinding dalam dan tengah yang tumbuh terus bertahun-tahun yang mengakibatkan lubang pembuluh darah kemudian tersumbat.

Sementara paradigma baru menyebutkan bahwa serangan jantung koroner terjadi akibat timbunan plaque dan lapisan dinding dalam pembuluh darah robek diikuti proses agregasi trombosit yang menyebabkan penyumbatan lubang pembuluh darah secara akut (aterotrombosis).

“Pengetahuan yang didapat berkat paradigma baru inilah yang menimbulkan inovasi teknik industri farmasi untuk mengembangkan obat-obatan modern, berbasis studi ilmiah guna mencegah proses aterosklerosis jantung koroner berlanjut yang mengandung statin atau PCSK9,” pungkas Frans.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

PII Dorong Insinyur Bantu Kembangkan Teknologi Dunia Kesehatan

Persatuan Insinyur Indonesia atau PII mendorong para insinyur untuk membantu mengembangkan teknologi dalam dunia kesehatan.

KESEHATAN | 25 September 2021

Pemerintah Dapat Izinkan Kegiatan Besar, Asalkan Patuhi Syarat

Pemerintah dapat memberi izin penyelenggaraan kegiatan besar dengan kewajiban mengikuti sejumlah pedoman yang ditetapkan.

KESEHATAN | 25 September 2021

Pemerintah Pertegas Vaksinasi Booster Hanya untuk Tenaga Kesehatan

Pemerintah menegaskan vaksin booster hanya diberikan untuk nakes untuk melindungi mereka dalam menjalankan tugasnya di tengah pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 25 September 2021

Wakil Ketua MPR Hadiri Vaksinasi di Ponpes Buntet Cirebon

Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani menyaksikan pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan terhadap santri dan warga sekitar di lingkungan pondok pesantren Buntet, Cirebon.

KESEHATAN | 25 September 2021

Laju Penularan Covid-19 Melandai, PBNU: Masyarakat Tak Boleh Lengah

PBNU meminta masyarakat tak lengah menerapkan protokol kesehatan kendati angka laju penularan menunjukkan tanda-tanda melandai dalam beberapa pekan terakhir

KESEHATAN | 25 September 2021

LPEI Salurkan Tabung Oksigen untuk RS Soetarto Yogyakarta

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) komitmen membantu fasilitas kesehatan dalam menangani pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 25 September 2021

Pentingnya Melakukan Premarital Check Up Sebelum Menikah

Premarital check up atau pemeriksaan kesehatan pranikah, dilakukan minimal enam bulan sebelum dilangsungkannya hari pernikahan.

KESEHATAN | 25 September 2021



Angkie Yudistia: Vaksinasi Disabilitas Jabar Jadi Percontohan Nasional

Pelaksanakan vaksinasi Covid-19 bagi penyandang disabilitas di wilayah Jabar bisa menjadi percontohan vaksinasi untuk disabilitas tingkat nasional

KESEHATAN | 25 September 2021


TAG POPULER

# Kasus Aktif Covid-19


# Azis Syamsuddin


# Timnas Brasil


# Kripto


# Pembakaran Mimbar Masjid



TERKINI
Dua Film Indonesia Ramaikan Beijing International Film Festival 2021

Dua Film Indonesia Ramaikan Beijing International Film Festival 2021

HIBURAN | 6 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings