Stok Obat ARV untuk ODHA Kian Menipis
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Stok Obat ARV untuk ODHA Kian Menipis

Senin, 2 Desember 2019 | 12:00 WIB
Oleh : Dina Manafe / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Obat Antiretroviral (ARV) untuk orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) semakin menipis. Dikhawatirkan untuk satu dua bulan ke depan para ODHA akan kesulitan mengakses obat ini. Pemerintah diminta untuk segera membeli obat tersebut guna mencegah resistensi obat, kematian, dan penularan yang tinggi HIV/AIDS.

Stok obat di ambang kekurangan ini menjadi salah satu tuntutan ribuan ODHA Indonesia pada momentum Hari AIDS Sedunia yang diperingati Minggu (1/12).

Direktur Eksekutif Indonesia AIDS Coalition, Aditya Wardhana mengatakan, dilihat dari data stok ARV yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemkes), stok beberapa jenis obat ARV sudah menunjukkan kondisi merah yang artinya, dalam jangka waktu 1 atau 2 bulan ke depan stok untuk ODHA akan habis. Para ODHA akan menghadapi kesulitan dalam mengakses obat ARV karena stok obat habis. Aditya menilai respons pemerintah terkait pengadaan obat ARV ini masih kurang. Padahal dananya sudah tersedia dan bahkan beberapa obat sudah tercantum dalam katalog elektronik (e-katalog).

“Kemkes sebenarnya sudah punya dana di 2019 ini kira kira Rp 600 miliar untuk kebutuhan ARV 1,2 juta botol, mestinya segera dieksekusi. Jangan ditunda-tunda lagi kalau kita ingin penyakit ini benar-benar bisa ditanggulangi,” kata Aditya kepada SP, Senin (2/12/2019).

Aditya menjelaskan, stok ARV nasional per tanggal 22 November 2019 menurut data Kemkes untuk Tenovofir, Lamivudin, Zidovudine (TLE) dengan jumlah pasien yang dalam pengobatan ARV jenis ini sebanyak 48.981 ODHA hanya tersisa 290.908 botol. Apabila dikalkulasikan, stok tersebut hanya akan cukup untuk konsumsi 5,9 bulan ke depan. Padahal idealnya, stok kecukupan ARV dikatakan dalam batas aman apabila dapat menyuplai kebutuhan selama sembilan bulan. Pasalnya beberapa obat ARV masih diimpor, sehingga memerlukan waktu yang cukup untuk didistribusikan kepada pasien.

Status merah tidak hanya ARV jenis TLE. Stok obat lain seperti Abacavir 300mg, Efavirenz 200mg, Liponavir/Ritonavir, Tenofovir 300mg dan Zidovudine Emtricitabine tidak berada dalam batas aman. Yang terendah adalah obat ARV dari jenis Tenofovir 300mg yang tersisa stok untuk 2,5 bulan dan dikonsumsi oleh 29.131 pasien. Obat ARV jenis kombinasi Tenofovir Emtricitabine yang lebih parah lagi hanya dapat bertahan selama 1,5 bulan untuk 5.238 pasien.

“Dapat dipastikan, jika pengadaan obat tidak segera dilakukan maka mulai dari bulan Januari 2020 ribuan ODHA akan mengalami putus obat,” kata Aditya.

Putus pengobatan ARV bagi ODHA, menurut Aditya, akan memperburuk tingkat kesehatannya bahkan kematian. Bila ODHA tersebut melakukan kegiatan beresiko maka dia akan mudah menularkan HIV kepada orang lain. Para ODHA juga bisa mengalami resistensi obat lini pertama tersebut. Jika terjadi resistensi, obat-obatan tersebut tidak lagi efektif mengendalikan penyakitnya.

Dalam kondisi ini, ODHA harus berganti ke ARV lini 2. Namun persoalannya, harga obat ini jauh lebih mahal bisa 10 kali lipat dari lini 1. Selain itu, subsidi pemerintah untuk ARV lini 2 ini terbatas, sehingga dipastikan mereka yang putus lini 1 akibat stok habis tidak kebagian.

Angka Putus
Sebelumnya Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Menular Langsung Ditjen P2P Kemkes, Wiendra Waworuntu, mengakui mengakui angka putus pakai ARV masih tinggi, sekitar 23% dari ODHA yang minum obat. Menurut Wiendra masih banyak ODHA yang pengobatannya terhenti karena banyak faktor. Salah satunya akses terhadap pengobatan masih rendah. Namun ia menegaskan, bukan karena stok obat habis. Tidak benar selama ini stok obat habis.

Wiendra menambahkan, belum semua ODHA mendapatkan terapi ARV. Hanya 33% yang rutin menerima pengobatan. Hingga Juni 2019 sebanyak 115.750 ODHA yang sedang menjalani pengobatan. Sebanyak 23% di antaranya telah berhenti atau putus pakai.

Selain faktor kepatuhan minum obat, akses ODHA terhadap ARV juga belum optimal. Baru 81% dari total ODHA yang akses ke ARV. Ini dikarenakan ketersediaan obat tidak selalu ada di semua fasilitas kesehatan. Tidak seperti obat Tuberkulosis (TB) yang dengan mudah didapatkan di setiap fasilitas kesehatan. Menurut Wiendra, pengobatan ARV relatif masih baru dimulai sejak 2005 dan tingginya stigma menyebabkan pada ODHA tidak serta merta bisa akses obat ARV di fasilitas kesehatan.

Untuk mengatasi persoalan ini, lanjut Wiendra, pihaknya akan melakukan beberapa langkah. Di antaranya memberikan umpan balik secara berjenjang, memperkuat implementasi kebijakan test and treat, melaksanakan standar pelayanan minimal di daerah, dan menjamin logistik pengobatan baik obat ARV, non ARV maupun bahan habis pakai melalui APBN, APBD serta dana luar yang tidak mengikat sesuai ketentuan yang berlaku.

Wiendra mengatakan, jumlah kumulatif kasus HIV yang dilaporkan sampai dengan Juni 2019 sebanyak 349.882 atau 60,7% dari estimasi ODHA tahun 2016 sebanyak 640.443 orang. Sementara kasus AIDS yang dilaporkan sejak 2005 sampai tahun 2019 sebanyak 117.064 orang, di mana jumlah kasusnya relatif stabil setiap tahun. Di 2019 saja mulai April sampai Juni dilaporkan ada 11.519 kasus HIV di mana sebagian besar pada kelompok umur 25-49 tahun atau 71,1%.

Menurut Aditya, ini sebuah pertanda yang buruk sebab kondisi kematian akibat AIDS di Indonesia bisa disejajarkan dengan angka kematian akibat AIDS di beberapa negara di Afrika yaitu Uganda, South Africa dan Kenya dimana epidemi AIDS ini sudah dalam tataran meluas di kelompok masyarakat umum. Indonesia sudah memasuki fase darurat AIDS.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

PPK Kemayoran Konsisten Memanfaatkan Wisma Atlet sebagai Satu RSD Covid-19

PPK Kemayoran merupakan pengelola kawasan Kemayoran yang terus dikembangkan untuk menjadi kawasan smart city di Ibu Kota, Jakarta.

KESEHATAN | 17 September 2021

Jadi Pusat Vaksin Global, Puan: Indonesia Dapat Banyak Manfaat

Indonesia akan mendapat banyak manfaat dengan menjadi pusat vaksin global, termasuk transfer pengetahuan dan teknologi dari produsen vaksin besar.

KESEHATAN | 17 September 2021

Evaluasi Penanganan Covid-19 di Jambi, Kapolri Ingatkan Jaga Prokes

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, memimpin rapat evaluasi penanganan dan pengendalian penyebaran Covid-19

KESEHATAN | 17 September 2021

Gerakan Mobil Masker untuk Masyarakat Sambangi 10 Kecamatan di Pangandaran

Sebanyak 20 unit Mobil Masker yang masing-masing membawa 10.000 masker membawa para relawan menuju Pangandaran.

KESEHATAN | 17 September 2021

Menkominfo: Vaksinasi Lansia Terus Digenjot

Pemerintah terus menggenjot percepatan vaksinasi bagi kelompok lansia agar target 21,5 juta lansia tervaksin segera tercapai.

KESEHATAN | 17 September 2021


Update Covid-19: Kabar Baik, Angka Positivity Rate Turun Drastis 1,31%

Untuk kasus aktif Covid-19 mengalami penurunan sebanyak 4.296 orang, sehingga total kasus aktif sebanyak 68.942 orang.

KESEHATAN | 17 September 2021

Bumame Farmasi Ekspansi Pasar ke Surabaya

Bumame Farmasi membuka dua lokasi layanan tes covid-19 di Surabaya.

KESEHATAN | 17 September 2021

Diluncurkan, Flowra Sanitary Napkins Berikan Edukasi Kesehatan Organ Kewanitaan

Feniks Indonesia Sukses melakukan edukasi pentingnya kesehatan organ kewanitaan saat peluncuran Flowra Sanitary Pads.

KESEHATAN | 17 September 2021


TAG POPULER

# Muhammad Kece


# Vaksinasi Covid-19


# Sonny Tulung


# Ganjil Genap


# KKB



TERKINI
Agen: Paul Pogba Berpeluang Kembali ke Juventus

Agen: Paul Pogba Berpeluang Kembali ke Juventus

BOLA | 19 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings