Jokowi: Tahun Depan Ada Solusi Atasi Defisit BPJS Kesehatan

Jokowi: Tahun Depan Ada Solusi Atasi Defisit BPJS Kesehatan
Presiden Joko Widodo melakukan inspeksi mendadak di Rumah Sakit Cilegon, Banten. (Foto: ID/Novy Lumanauw)
Novy Lumanauw / AB Jumat, 6 Desember 2019 | 12:53 WIB

Cilegon, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon, Banten, Jumat (6/12/2019). Sidak dilakukan untuk memastikan pelayanan BPJS Kesehatan telah diberikan dengan baik kepada pasien. 

"Saya ingin memastikan apakah yang berada di (ruang perawatan) kelas III itu BPJS. Hampir tadi 90 persen lebih memang BPJS. Memang sama seperti rumah sakit yang lain. Saya kira 70-80 persen itu adalah penerima bantuan iuran yang gratis, dan sisanya 20 persen itu memakai yang mandiri, bayar sendiri," kata Presiden Jokowi.

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran dalam APBN dan juga APBD masing-masing daerah untuk membayar iuran peserta BPJS Kesehatan dari kelompok penerima bantuan iuran (PBI). Iuran bagi sekitar 133 juta peserta atau sekitar 60% dari total kepesertaan BPJS Kesehatan ditanggung oleh negara.

Menurut Jokowi, dengan proporsi kepesertaan dan pembiayaan tersebut, BPJS harus mampu mengendalikan defisit yang saat ini tengah dialami. Pemerintah melalui menteri kesehatan juga terus berupaya untuk mencari solusi atas persoalan itu.

"Itu yang mau kita atasi di empat tahun ini, tetapi belum ketemu jawabannya. Menteri kesehatan sudah menyampaikan di rapat terbatas bahwa tahun depan sudah ketemu jurusnya. Nanti tanyakan ke menkes," kata Jokowi.

Jokowi bersama Terawan Agus Putranto, dua Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar dan Adamas Belva Syah Devara, Gubernur Banten Wahidin Halim, serta Wakil Wali Kota Cilegon Ati Marliati langsung menuju tempat registrasi pasien dan berbincang dengan mereka terkait pelayanan BPJS Kesehatan di rumah sakit tersebut.

Setelah itu, Jokowi menuju instalasi gawat darurat (IGD) dan ruang perawatan pasien kelas III. Presiden juga berbincang dengan sejumlah pasien yang sedang dirawat.

Berdasarkan pengamatan dan perbincangannya dengan pasien di RSUD Kota Cilegon dan rumah sakit lain yang pernah dikunjungi, Presiden Jokowi mengatakan pelayanan kepada para peserta BPJS Kesehatan secara garis besar tidak mengalami kendala.

"Pelayanan setiap rumah sakit berbeda-beda. Ada yang rumah sakitnya sudah bagus, ada yang masih dalam proses pembenahan. Saya kira memang ini memerlukan proses di masing-masing rumah sakit, tetapi intinya kalau keluhan pelayanan (BPJS Kesehatan, Red), saya enggak mendengar," tuturnya.



Sumber: Investor Daily