Presiden Jokowi Segera Terbitkan Perpres Pemberantasan TBC

Presiden Jokowi Segera Terbitkan Perpres Pemberantasan TBC
Pemkot Tangerang meningkatkan komitmen untuk pencegahan dan penyebaran penyakit tuberkolosis (TB). (Foto: Beritastau Photo/Chairul Fikri)
Novy Lumanauw / FMB Senin, 9 Desember 2019 | 16:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam waktu dekat akan menerbitkan payung hukum berupa Peraturan Presiden (Perpres) untuk memberantas penyakit tuberkulosis atau TBC. Saat ini, di Indonesia setiap hari 300 orang meninggal akibat TBC atau TB.

“Bapak Presiden sangat peduli dalam pemberantasan TBC. Jumlah penderita TBC di Indonesia sangat besar. Setiap hari ada 100 orang meninggal di Indonesia,” kata Ketua Dewan Pembina Stop TB Partnership Indonesia Arifin Panigoro usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (9/12/2019).

Arifin bertemu Presiden Jokowi didampingi Direktur Eksekutif Stop TB Partnership Lucica Dititu.

Sementara itu, Presiden Jokowi didampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Arifin mengungkapkan, Indonesia menempati posisi ketiga tertinggi di dunia setelah India dan Tiongkok dalam hal jumlah penderita TBC. Oleh sebab itu, katanya, diperlukan kerja sama sinergis antara pemerintah, praktisi kesehatan masyarakat, akademisi, dokter, dan pelaku usaha untuk memberantas penyakit berbahaya ini.

“Kita harus bekerja sama memberantas. Seperti diketahui otonomi daerah di Indonesia sangat kuat. Jadi, teman-teman para bupati dan wali kota perannya penting. Dengan Perpres yang sedang dibuat ini, nanti selain Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri juga bisa ikut berperan,” katanya.

Ia mengatakan, penanganan penyakit TBC harus dilakukan secara serius dan bersama-sama. Sebagai organisasi sipil, Stob TB Partnership Indonesia, kata Arifin, siap mau membantu pemerintah memberantas TBC di Indonesia.

“Karena dunia ini punya target dalam waktu 10 tahun dari sekarang, yaitu pada tahun 2030, kita berkeinginan untuk mengeliminasi atau mengenolkan TBC, dan ini pekerjaan yang sangat tidak gampang untuk kita di Indonesia,” kata Arifin.



Sumber: Investor Daily