#BPJSJemputBola Jadi Trending di Jagat Medsos

#BPJSJemputBola Jadi Trending di Jagat Medsos
Petugas BPJS Kesehatan melayani masyarakat yang mendaftar kepesertaan BPJS di Kantor BPJS, Cikokol, Tangerang, Kamis 31Oktober 2019. (Foto: BeritaSatu Photo / Emral Firdiansyah)
Dina Manafe / FER Senin, 9 Desember 2019 | 23:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tanda pagar (tagar) atau hashtag #BPJSJemputbola sempat meramaikan jagat media sosial (Medsos) siang tadi, Senin (9/12/2019).

Pemkot Bekasi Hentikan Program Kartu Sehat

Dari unggahan informasi akun twitter resmi BPJS Kesehatan, lembaga non profit ini rupanya tengah mengoptimalkan akses pelayanannya melalui program Mobile Customer Service (MCS).

Kepala Humas BPJS Kesehatan, M Iqbal Anas Ma’ruf, mengatakan, pihaknya memang tengah meningkatkan pelayanan MCS, di mana setiap hari petugas BPJS Kesehatan membuka layanan administrasi kepesertaan keliling dengan mobil.

"Setiap hari teman-teman di kantor cabang memiliki jadwal melakukan pelayanan di tempat-tempat umum seperti kantor kelurahan atau kecamatan, pasar atau pusat keramaian. Di MCS kami juga membuka akses bagi masyarakat yang mau melakukan perubahan kelas rawat,” kata Iqbal.

Jokowi: Tahun Depan Ada Solusi Atasi Defisit BPJS Kesehatan

Menurut Iqbal, MCS dapat melayani seluruh administrasi kepesertaan BPJS Kesehatan. Mulai dari pendaftaran peserta baru, pencetakan kartu peserta, perubahan data kepesertaan seperti pindah fasilitas kesehatan, perubahan kelas perawatan, penambahan anggota keluarga, pemberian informasi dan pengaduan.

Iqbal juga menjelaskan, terhitung 9 Desember 2019 sampai dengan 30 April 2020 peserta mandiri yang ingin turun kelas perawatan sudah bisa dilakukan. Tanpa perlu syarat sudah berada di kelas yang lama selama satu tahun. Dalam aturan sebelumnya, syarat turun kelas bagi peserta mandiri adalah satu tahun.

Dalam kurun waktu itu, lanjut Iqbal, peserta juga diperbolehkan turun dua tingkat dari kelas perawatan yang lama. Seluruh anggota keluarga dalam satu KK yang terdaftar sebagai peserta mandiri juga mengikuti kelas perawatan yang sama.

"Tapi ingat dalam periode tersebut, hanya boleh satu kali mengubah kelas perawatan. Masyarakat bisa gunakan salah satunya kanal MCS atau kanal pelayanan lain,” ujar Iqbal.

Layanan Berlebihan Turut Picu Defisit BPJS Kesehatan

Respon warganet terhadap program ini pun beragam. Seperti akun @AldyTigor yang memberikan apresiasi terhadap komitmen BPJS Kesehatan dalam memberikan pelayanan. "Awalnya saya pikir mereka cuma formalitas aja, ternyata pelayanannya sama kaya di kantor, sama sama ramah, lengkap, dan informatif, salut. #bpjsjemputbola,” tulis akun tersebut.

Respon positif juga dilontarkan oleh akun @dollyysk. "Wah ini, lagi di layanin nih ibunya oleh tim MCS. Enak ya, ga antri, dekat dengan rumah, ga perlu keluar banyak ongkos ke Kantor BPJS Kesehatan. Makasihloh mas nya, udah mau mampir ke tempat ibu-nya. #BPJSJemputBola #TerimakasihBPJS,” tulisnya.



Sumber: Suara Pembaruan