Pemberantasan Tuberkulosis di Indonesia Gunakan Model Baru

Pemberantasan Tuberkulosis di Indonesia Gunakan Model Baru
Temu media Stop TB Partnership, sebuah forum kemitraan lintas sektoral yang diresmikan sejak 2013 untuk penanggulangan Tubercolosis, di Jakarta, Selasa (10/12/2019). ( Foto: Beritasatu.com / Indah Handayani )
Indah Handayani / FER Selasa, 10 Desember 2019 | 21:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Stop TB Partnership, forum kemitraan lintas sektoral yang diresmikan sejak 2013 untuk penanggulangan Tuberkulosis  (TB), akan menggunakan model baru dalam upaya pemberantasan TB di Indonesia.

Kemkominfo: Akan Lebih Mudah Jika Iklan Rokok Dilarang

Model baru tersebut, diwujudkan dengan menggandeng pemerintah daerah (Pemda) agar dapat lebih menjangkau para penderita secara langsung.

Ketua Dewan Pembina Stop TB Partnership Indonesia, Arifin Panigoro, mengatakan, disebut model baru karena berbeda dengan sebelumnya, yang hanya melibatkan Kementerian Kesehatan (Kemkes). Model baru ini, akan melibatkan Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), khususnya Pemda Tingkat II dalam pelaksanaanya.

"Dengan demikian pelaksaaan pemberantasan TB dapat langsung menyentuh masyarakat. Sehingga, penanganan penderita Tb mulai dari pendeteksian hingga pengobatan akan lebih cepat dilakukan," ujar Arifin Panigoro di sela konferensi pers Stop TB Partnership di Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Batan Kembangkan Deteksi Tuberkolusis

Untuk model ini, lanjut Arifin Panigoro, pihaknya akan bekerja sama dalam mendeteksi penderita, hingga mereka mendapatkan pengobatan. "Rencananya, akan kami lakukan di dua daerah, yaitu Sumenep, Jawa Timur dan Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat," jelasnya.

Arifin Panigoro menambahkan, bukanlah hal mudah dalam mendeteksi penderita hingga pengobatan TB di Indonesia. Sebab, banyak hal membuat masyarakat Indonesia yang enggan mengaku menderita penyakit tersebut. Salah satunya adalah faktor malu, sehingga mereka berusaha menutup-nutupi dan akhirnya tidak terdeteksi penderitanya. Hingga akhirnya membuat penderitanya tidak mendapatkan pengobatan yang tepat.

"Pemberantasan TB sangatlah penting dilakukan. Mengingat saat ini Indonesia berada di peringkat ketiga negara dengan penderita TBC terbanyak di dunia. Tugas ini bukan hanya dilakukan pemerintah, organisasi sipil seperti kami juga ikut aktif dalam memberantas TB," pungkas Arifin Panigoro.



Sumber: Investor Daily