Sasar Peserta Milenial, BPJS Kesehatan Gandeng Dompet Aman

Sasar Peserta Milenial, BPJS Kesehatan Gandeng Dompet Aman
Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan, Kemal Imam Santoso. ( Foto: Beritasatu Photo / Dina Manafe )
Dina Manafe / FER Jumat, 13 Desember 2019 | 21:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kehadiran dompet digital atau e-wallet kini jadi tren atau gaya hidup masyarakat terutama kaum milenial. Sebuah aplikasi atau fitur yang dikembangkan tidak hanya untuk memudahkan pengguna dalam melakukan pembayaran, tetapi sekaligus mendapatkan keuntungan lain, seperti promo, point, reward, dan lain-lain.

Layanan MCS Mudahkan Peserta BPJS Kesehatan

Memanfaatkan peluang ini, BPJS Kesehatan menggandeng PT Amanah Medivest Gemilang (AMG) memanfaatkan dompet digital yang diberi nama Dompet Aman dengan menawarkan kemudahan kepada peserta milenial membayar iuran program JKN-KIS.

Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan, Kemal Imam Santoso, mengatakan, hampir 30 persen penduduk Indonesia adalah orang muda atau kaum milenial yang gaya hidupnya selalu dekat dengan digital. Sebagian besar dari mereka juga adalah peserta JKN-KIS yang punya kewajiban membayar iuran setiap bulannya kepada BPJS Kesehatan. Oleh karena itu, BPJS Kesehatan dituntut harus mengikuti lifestyle atau gaya hidup kaum milenial ini untuk memastikan mereka membayar iuran teratur setiap bulan. Untuk itu mereka perlu diberikan kemudahan.

"Kalau kita tidak ikuti lifestyle milenial, maka kita akan ketinggalan. Kita harus ikut ekosistem mereka. Kenapa? Karena kita harus pastikan mereka bayar iuran teratur,” kata Kemal saat mengisi sesi panel 'The Meeting Of Minds Forum' di Jakarta, Kamis (12/12/2019).

#BPJSJemputBola Jadi Trending di Jagat Medsos

Menurut Kemal, BPJS Kesehatan harus dikelola dengan modern dan efisien. Untuk efisien maka perlu berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan iuran peserta dibayar teratur dan berkelanjutan. Di saat bersamaan, BPJS Kesehatan juga dituntut mampu mengikuti gaya hidup pesertanya yang adalah kaum milenial.

Apalagi, menurut Kemal, sebagian kaum milenial juga adalah kelompok produktif dan tergolong dalam segmen peserta mandiri atau pekerja bukan penerima upah (PBPU). Karena banyak dari mereka berprofesi sebagai entrepreneur atau berwirausaha.

"Untuk segmen ini, sulit untuk menagihkan iuran mereka setiap bulan karena tidak bekerja pada sebuah instansi atau perusahaan. Nah, untuk menjangkau mereka, Dompet Aman ini adalah salah satu solusinya," kata Kemal.

Diharapkan, kolaborasi dengan Dompet Aman bisa meningkatkan kolektibilitas iuran dari segmen peserta PBPU ini. Saat ini diakui Kemal, tingkat kolektibilitas iuran peserta PBPU baru sekitar 53 persen, lebih rendah dari kelompok peserta lain yang rata-rata sudah di atas 90 persen.

Dengan jumlah peserta JKN-KIS yang termasuk terbesar di dunia, saat ini sekitar 222 juta lebih atau 83 persen dari total penduduk, maka tingkat kolektibilitas dari peserta mandiri ini terbilang luar biasa. Namun, menurut Kemal, BPJS masih dihadapkan ketidakpatuhan peserta membayar teratur. "Bisa jadi karena peserta mau membayar, tetapi tidak mampu. Mampu tetapi tidak mau, atau kedua-duanya," tandas Kemal.

Menurut Kemal, BPJS Kesehatan mendorong kepatuhan membayar iuran peserta melalui Dompet Aman. Dengan beragam manfaat yang ditawarkan penyedia jasa dompet elektronik ini diharapkan bisa menarik minat peserta untuk membayar iuran. Dari transaksi peserta lewat Dompet Aman, bagian untuk iurannya akan disetorkan ke BPJS Kesehatan.

Menandai kerja sama BPJS dengan Dompet Aman sudah dilakukan penandatangan kota kesepakatan kerja sama bulan November 2019, dan di bulan Februari dimulai dengan pilot project.



Sumber: Suara Pembaruan